Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Amarah Nadin


__ADS_3

"Jadiin gue istri ke 2" Ucap Ayu dengan menatap Affandi.


Semua orang yg mendengar menjadi kaget, termasuk Ahmad dan Nadia yg baru datang ke cafe. dan...


Plakk plakk


Sebuah tamparan kiri kanan menjadi hadiah untuk Ayu atas pernyataannya.


"Segila itu lo sama lakik orang ya. Gue gak bisa bayangin abang ipar gue bisa kenal iblis macam lo." Nadin maju menampar Ayu dan memakinya.


"Lo itu manusia an**** sih hah! Punya otak gak lo? Ini anak ibu? Ibu ajari tatakrama budi pekerti juga agama yg baik gak sih?"Kata Nadin yg ingin kembali memukul Ayu namun langsung di tarik oleh Vano.


"Maafkan anak saya. kami tak tau kalo Affandi sudah berkeluarga. sekali lagi maafkan anak saya." Ucap pak Bagas.


"Maaf pak tak semudah itu saya bisa memaafkan Ayu. Karena ulah anak bapak kami harus kehilangan calon anak kami. Ayu menyuruh Dimas untuk mendorong istri saya dari eskalator lantai ini ke lantai dasar. Jika bapak di posisi saya apa yg anda lakukan terhadap orang yg sedah meminta mendorong itri bapak yg tengah hamil anak pertamam?" Ucap Affandi membuat sang dosen terdiam.

__ADS_1


"Nak Affandi, ibu mohon lupakan lah masalah itu."


"Maaf bu saya juga memohon untuk merelakan anak ibu juga untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Bang sudah komplit semua?" Ucap Affamdi.


"Sudah sekarang lo bisa mengurus kasus ini dan cepat hubungi bapak Abimana." Ucap bang Anton.


"Papa sudah jalan ke sini bang. tenang saja." Ucap Nadin


Polisi membawa ayu dengan tuduhan perencanaan pembunuhan. Bapak Abimana pun datang di Cafe Affandi. Semua berkumpul diruangan Affandi. Vindya yg masih dwngan isakannya membuat Affandi tak melepas pelukannya.


"Dari tdi tu abang ipar gue ngamuk?" Tanya Vano.


"Dari Vindya di tarik tu cewek saiko." Ucap Riska sedikit bergidik.


"Apa Vindya di tarik? Kejengkang gak dia?" Lagi Vano bertanya penasaran.

__ADS_1


"Kejengkang lah sampek kepentok meja noh" Ucap Ridge.


"Bii kenapa gue gak liat dari tadi ya, kan bisa gue pidioin tadi." Ucap Vano kembali mendapat toyoran dari sang istri.


"Tapi Van gue lebih ngeri sama cewek lo. Gue liat dia polos sih tapi tadi gue liat singa lagi kelaperan Van." Kata Nadia yg ikut bergabung setelah Vindya dan Affandi masuk ke ruangannya dengan di ikuti oleh orang orang itu.


"Beee jangan salah kak kalo udah keluar taring. Dewi kali nya Maha dewa kalah mah ini kak. Tapi kesetiaannya melebihi dewi Sinta yg di culik Rahwana. Rasa sayangnya ke gue melebihi dewi Parwati." Puji Vano terhadap istrinya.


"Lo itu pinter gombal makanya Nadin mau lo nikahi. Nad dia gitu juga ke semua cewe?" Pertanyaan dari Ahmad membuat kaget semua.


"Tunggu tunggu. Vano juga udah merid." Tanaya Riska kebingungan.


"Sudah hampir setahun malah mereka nikah." Jawab Nadia santai sambil memakan kentang goreng di depannya.


"Kalo kalian cowok cowok ganteng penerus perusahaan besar dengan masa depan cerah secerah di gurun sahara. Terus apa kabar cita cita gue yg mau cari CEO ganteng yg masih jomblo yg mampu menjamin masa depan gue kalo semua pada nikah muda?" Rengek Riska dengan ekspresi tak terduga.

__ADS_1


"Gersang dong di gurun sahara. SEGER MERANGSANG" Ucap Vano mengundang gelak tawa yg mendengarkan.


__ADS_2