Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Toge baru mentik


__ADS_3

Masih di Bandung. Keluarga Sofyan sedikit mengacuhkan Vano terutama kakak yg paling dia sayangi. Setiap Vano datang Vindya langsung pergi. Setiap Vano akan mengeluarkan suara Vindya selalu mendahului untuk bicara dengan suaminya.


Nova masih berada di antara keluarga Sofyan. Dia selalu mencari cara untuk mendekati Vano. Dan setiap Nova mendekati Vano, Nadin memilih untuk menjauhi Vano.


Nadin merasa risih dengan keberadaan Nova di sebelah Vano. Seperti saat ini Nova duduk di samping Vano saat acara api unggun yg di adakan oleh keluarganya. Nadin merasa malu melihat Nova yg terus mengejar Vano hingga seperti wanita murahan.


"Bang iringin gue nyanyi dong. Biar gak sia sia lo bawa gitar." Nadin mencoba mencairkan suasana yg menegang karena Nova terus ngintilin Vano.


"Lagu apa ini?" Tanya Affandi.


"klasik aja bang gue cuma mau berpuisi."


Malam selalu gelap


Tanpa bintang gemerlap


mendung menyelimuti


awan hitam menghampiri


Senyumanmu selalu ku nanti


Meski ku tau bukan untukku


Hatikun tak kan pernah terganti

__ADS_1


Hanya ada namamu di hatiku


Entah sejak kapan kau bertahta sayang


Selama itu aku menjaga hanya untukmu sayang


Jangan pernah berubah


meski ku sudah tiada


Lihat aku saat ini ada untukmu


Meski ku tau kau hadirkan dia


Karna ku tau hanya ada aku bukan dia.


Vindya tak mampu menahan air matanya lagi. Vindya memeluk Nadin dan menenangkan wanita di pelukannya. Vano menoleh ke arah Nova dengan pandangan yg sulit di artikan.


"Vano jadi cowok lo harus gentle. Gue kakak lo mau lo bahagia sama istri lo. Inget wanita akan terus datang silih berganti kalo lo ikuti nafsu lo. Apa lagi lo sudah berada di puncak keberasilan, di situ lah ujian untuk rumah tangga lo Van. Lo harusnya membuat rumah tangga lo yg seumur toge baru mentik itu menjadi sebuah tempat untuk mencari pahala sebanyak banyaknya. Bukan malah membuat dosa besar. Lo nyenengin binik lo itu udah pahala. Lo nyium binik lo itu sudah pahala. Terus kenapa lo milih iblis yg akan menuntunmu ke arah neraka jahanam sih Van? Gue nguruh lo nikahin Nadin itu bukan untuk lo sakiti hatinya. Tapi gue mau lo halalin dia untuk lo sentuh, lo cium dan lo peluk." Ucap Vindya yg membuat Vano menunduk.


"Nad, gue mau ngomong sama lo bisa kan?" Tanya Vano yg di angguki oleh Nadin.


Vano mengajak Vindya masuk ke dalam kamar dan mengunci kamar tersebut. Nadin yg mendengar suara pintu di kunci merasa kaget.


"Lo mau apa Van?" Tanya Nadin

__ADS_1


"Gue mau ngomong sama lo."


"Tapi kenapa lo ngunci pintu?" Nadin sedikit ketakitan.


"Biar gak ada yg ganggu gue ngomong sama lo." Jawab Vano sambil mendudukkan Nadin di ranjang.


Vano berlutut di depan Nadin." Nadin Abimana Putri. Istri tercantikku, aku mohon maaf yg sebesar besarnya. Sebenernya bukan ini yang aku mau, aku gak bermaksud menghadirkan Nova. Tapi kecuekan kamu yg mendorongku ingin menguji rasa sayang dan cintamu terhadapku. Aku memang bodoh gak pernah mikir dampak yang akan timbul dari apa yg aku ciptakan sendiri. Aku tak pernah menyangka bahwa Nova memiliki perasaan yg lebih terhadapku. aku pernah bilang sama dia hanya di depanmu aku akan berlaku lain terhadapnya dan meminta untuk tak menganggapnya serius. Tapi semua di luar kendaliku." Ucapan Vano membuat Nadin tersentuh.


"Van kamu tau aku dari dulu tak pernah bisa mengungkapkan apa yg aku rasa. Kamu tau aku luar dan dalam Vano. Aku cuek karna aku mengimbangimu. Aku mau biar kita sudah menikah tapi tetap rasa pacaran. Aku berusaha memposisikan diri sebagai temanmu pacarmu juga istrimu agar tak ada rasa canggung di antara kita. Sekarang kamu tau Nova memiliki perasaan lebih mungkin lebih besar dari yg aku berikan. Apa yg akan kamu lakukan Van? Jujur aku risih, aku cemburu, aku jengkel saat dia terus berada di dekatmu. Bisakah kamu menjauhi dia?" Nadin mulai menetaskan air matanya.


"Setelah pulang dari sini semua akan berubah sayang. Aku gak akan lagi berhubungan dengan dia. Ini janji aku ke kamu."Ucap Vano.


Kini Vano duduk di samping Nadin dan memeluknya dari samping. Vano merasa bahagia saat Nadin tak menolak pelukannya maupun ciuman di pelipis Nadin. Vano merasa rindu saat berdua dengan nadin. Bencanda berdua dan melakukan hal hal kecil lainya.


"Gue baru tau ternyata pengaruh lo di dalam hidup gue bener bener gede Nad. Gue gak mau lo ninggalin gue. Jangn ceraiin gue ya nad. Kita ulang lagi seperti kita baru pacaran dulu ya." Ucap Vano.


"Ogah ih." Jawab Nadin


"Kenapa?"


"Lo dulu cuek sok jaim, gak suka gue. Lo yg ngajakin gue pacaran tapi lo ngadu ke kakak kalo gue yg ngejar ngejar elo. issss apaan tu. Ogah pokoknya. Gue mau kita pacaran kaya remaja kebanyakan aja." jelas Nadin dengan Vano menghapus air mata Nadin.


"Oh yg pacarannya tanpa batas itu ya?" Tanya Vano.


"Otak lu kenapa lari ke sono sih. udah ah ngantuk gue capek." Nadin mengambil selimut tebal lalu merebahkan diri di kasur yg di ikuti oleh Vano di samping Nadin.

__ADS_1


__ADS_2