Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Lamaran Nadia


__ADS_3

Ujuan kelulusan sudah berakhir dan kini hanya menunggu hasil dari ujian. Jadi kelas 12 banyak jam kosong karena memang hari bebas. Tapi tidak dengan kelas 10 yg harus mempersiapkan untuk ujian kenaikan kelas. Di jam istirahat Vindya hanya diam di dalam kelas dengan mengotak atik laptop seperti biasa. Vindya yg memiliki hobi menulis ini selalu memanfaatkan kelas kosongnya untuk berimajinasi, hal positif tentunya. Namun Vindya di kagetkan oleh dinginnya minuman kaleng yg baru keluar dari chiler menempel lekat di tengkuk lehernya.


"Serius amat buk.. minum dulu." Kata Affandi mengagetkan.


"Iya kak, novelnya lama pending. bisa bisa gajiku bulan ini gak cair." Ucap Vindya sambil meminum minuman dingin itu.


"Vindya dengerin kakak. kakak gak ngelarang kamu untuk nulis kapan pun dan di manapun. Tapi kakak ngelarang kamu kerja. kakak mau kamu focus sekolah dulu. kalo masalah Novel kamu nanti kakak cariin penerbit bukan perusahaan majalah." jelas Affandi sambil membelai rambut Vindya.


Tanpa mereka tau ada seseorang yg mengabadikan kemesraan mereka. yg entah apa tujuan dia mengambil gambar Vindya dan Affandi.


"Kakak kenapa kesini....? katanya mau ke cafe." Tanya Vindya sambil memakan kue yg di bawa oleh Affandy.


"Perlu alasan kah untuk menemui istri tercinta...?" Kata Affandi sambil mencium pipi Vindya.


"Kak ini di sekolah... kakak sudah janji kan kalo kita rahasiakan ini dari pihak sekolah."


"Iya maaf... habisnya udah gak tahan pengen cium. oh iya malam minggu ini kita di undang ke rumah Nadia. katanya sih ada acara. sebenernya cuma kakak saja yg di undang tapi kakak ngusulin kamu." Terang Affandi.

__ADS_1


"Isss kakak ni buat aku malu saja."


Malam yg di tunggu pun datang juga. Affandi dan Vindya datang kerumah Nadia yg jaraknya tak terlalu jauh dari rumah mereka. Ya benar benar dekat karena hanya beda dua gang saja dari rumah Vindya dan Affandi.


"Assalamualaikum...." Affandi ucapkan salam yg langsung di sahutin oleh beberapa orang yg ada di dalam rumah.


"Wa'alaikum salam.... ah elo Fan sini masuk. ajak Vindya sekalian." kata Nadian membalas salam Affandi.


Affandi mengajak Vindya masuk kedalam ruang tamu yg ada banyak para orang tua di sana. Vindya yg memang masih terlihat kecil itu terus menempel pada Affandi.


"Iya lah nempel kan gue ganteng, takut gitu gue di samber cewe canti.... secara di sini banyak cewe cantik." Kata Affandi menggoda Vindya.


"Enak aja..." Kata Vindya pukul manja suaminya.


"Is kalian ini ya.... udah lo sini vin duduk samping gue jangan deket deket kadal burik macem dia." Celetuk Nadia.


"Ahmad mana....??? Katanya kesini juga....????" Tanya Affandi menoleh kiri dan kanan.

__ADS_1


"Masih di jalan dia, tunggu saja lah."


Nadia memang mengundang Affandi dan Vindya. Namun dia tidak mengatakan untuk apa mereka di undang. Sambil menunggu Ahmad, Vindya ngobrol santai dengan ibu ibu. sedangkan Affandi ngobrol dengan Yoga kakak dari Nadia.


Akhirnya Ahmad datang juga, namun dia kali ini tidak sendirian. Ahmad datang kerumah Nadia dengan membawa rombongan. Ya Ahmad kali ini datang untuk melamar Nadia secara resmi.


"Tunggu tunggu, ini kenapa sih....??? lamaran lo Nad...???" Tanya Affandi kebingungan.


"Iya lah... kenapa lo patah hati ya...???" Ledek Nadia.


"Mana ada. kan gue sudah punya Seorang makmum yg selalu setia di belakangku dan berjalan di sampingku menggandeng tanganku dan melangkah bersamaku." kata Affandi melirik Vindya.


"Hais siapa tu?" Tanya Nadia.


"Kepo lo"


Acara lamaran Nadia berjalan lancar tanpa hambatan. Kedua keluarga bersepakat untuk melaksanakan akad nikah seminggu lagi. Di susul acara resepsi setelah mereka di nyatakan lulus.

__ADS_1


__ADS_2