
Di kampus Affandi mulai berktifitas. Affandi mengambil jurusan bisnis sesuai keinginanya. Di kampus Affandi bertemu dengan Ahmad yg memang kuliah di kampus dan jurusan yg sama dengannya. Nadia yg kini hamil muda memutuskan untuk cuti kuliah.
"Fan kok lo malah kuliah di jakarta si, katanya di jerman....???? duit lo gak cukup ya?" Tanya Nadia yg kebetulan menunggui suaminya di kantin kampusnya.
"Enak aja gak cukup, yg ada gue ngiri sama kalian." Affandi menyenggol Ahmad.
"Ngiri ma kita....???" Ahmad bingung
"Iya kalo gue ninggalin Vindya kan lama buat to perut berisi baby" Affandi melirik perut istri dari sahabatnya itu.
"Emang kalian udah coba melakukan itu?" Nadia memastikan karena sempat dengerr dulu Vindya masih belum mau lebih tepatnya belum siap untuk di sentuh Affandi.
"Belum Nad." Affandi melirihkan ucapannya.
"Nganan aja lu gak usah ngiri ngiri kecebur entar lo... ah elah belum berani pegang udah pengen bikin dedek. Lo kira bikin ginian cukup dengan bobok bareng doang? Butuh proses yg panjang brow." Kini Ahmad pun menoyor Affandi yg punya pikiran absurt. Gimana tidak. Dirinya pengen istrinya hamil tapi gak berani gaulin istrinya.
__ADS_1
"Affandi ya? anak bisnis?" Tanya cewek di sampingnya mengulurkan tangan.
"Iya gue Affandi" Sambil mengulurkan tangan.
"Ayu. boleh duduk bareng kan?" Meminta ijin.
"Oh ayu anaknya pak Bagas kan? iya boleh silahkan." Affandi mengingat kalo Ayu hapsari itu anak dari salah satu dosen yg mengajarnya.
Tanpa pikir panjang lagi Ahmad dan Nadia pun mempersilahkan duduk. Ayu memang cantik sesuai dengan namanya.
Terkadang Ayu juga berkunjung ke cafe Affandi dan bahkan pernah menungguinya bekerja. Vindya yg belakangan ini sibuk dengan kerjaan sekolahnya itu membuat jarang main ke cafe kalo tidak di paksa oleh Affandi gadis itu lebih memilih tinggal di rumah berkutat dengan laptopnya untuk menuangkan segala inspirasinya. Sebenarnya di cafe pun bisa hanya saja Vindya lebih menikmati kesunyian saat menulis. Karena inspirasinya terus berdatangan seperti air hujan di puncak terus mengalir.
"Ayu, kenapa kesini? Ini kan hari libur?" Tanya Affandi yg melihat sosok Ayu di tempat kerjanya tanpa memberi kabar.
"Kejutan.... selamat ulang tahun ya Fan semoga panjang umur dan sehat selalu." Ayu datang dengan membawa kue ulang tahun yg memang hari ini ulang tahun Affandi.
__ADS_1
Tapi yg membuat Affandi kaget adalah kedatangan Ayu yg tanpa memberi kabar padanya. Affandi meniup lilin dan mengambil tlfn yg berdering. Benar di layar hpnya tertulis nama My Wife, Affandi langsung mengangkat telfonnya. Dia memberi isyarat diam pada Ayu dengan meletakkan satu jarinya di bibir.
Ayu salah focus pada bibir Affandi yg tengah berbucara. Affandi kembali pada Ayu setelah memutus sambungan telfonnya. Ayu yg masih focus pada bibir Affandi terkaget ketika Affandi mengajaknya bicara.
"Ah iya Fan ada apa?" Tanya Ayu gelagapan.
"Sorry ni bukannya gue gak menghargai lo tapi gue udah ada janji yg gak bisa gue batalin."Kata Affandi
"Iya gak apa apa kok, tapi potong kue nya dulu ya. Ya sedikit menghargai kejutab dari gue."
Affandi memotong kue dan menyuapkan ke Ayu karena memang ada dia saja di ruangan. Setelah itu Affandi meninggalkan ruangan bersama Ayu. Di depan Affandi bertemu dengan Bima dan memberikan kue yg di tangan Ayu untuk di bagi bagi pada karyawan lainnya.
"Sorry ya gue gak bisa nganter lo pulang." Ucap Affandi memasuki mobilnya.
"Iya gak apa nanti gue bisa naik taxi kok."
__ADS_1
"Ya sudah gur duluan ya, salam buat pak Bagas." Affandi meninggalkan Ayu.