Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Nova Aprilia


__ADS_3

Di kelas Vano setelah ujian kenaikan kelas menjadi riuh karena jam kosong. Nadin duduk termenung menatap suaminya yg menjajakkan jus botolan buatannya pada teman temannya. Haru juga bangga yg kini menyelimuti hati Nadin, tapi juga sedih. Pasalnya Vano melarang keras istrinya ikut jualan.


"Peluk dong." Ucapan Vano mengagetkan Nadin.


Tanpa mengatakan apapun Nadin langsung memeluk Vano. "Makasih sayang." Bisik Nadin membuat Vano tersentak karena suara Nadin yg parau.


"Nangisin apa lo? Lo kecewa sama gue? Lo malu punya suami penjual kaki 5?" Tanya Vano sambil menghapus air mata Nadin.


"Bukan malu tapi kecewa gue Van?" Ucapan Nadin membuat Vano tersentak.


"Sorry cuma ini yg bisa gue lakuin buat nyenengin lo. Ngasih nafkah lo tanpa minta orang tua. Iya sih sekolah masih di bayarin papa. Tapi paling enggak untuk kita makan dan biaya hidup lain sudah gue semu. Dengan hasil keringat gue sendiri." Ucap Vano menegakkan duduknya dan bersandar di bangku.


"Bukan itu yg buat gue kecewa. Tapi gue kecewa gak bisa bantuin lo jualan. Elo terus ngelarang gue ikut ke warung, terus jualan di kelas pun lo larang juga." Nadin mengutarakan perasaannya.

__ADS_1


"Udah ah jangan lebay. Istrinya Vano Prasetya Herlambang gak boleh capek juga gak boleh kepanasan." Ucap Vano menggoda nadin.


"Udah sih jangan godain gue terus. Oh iya Van, entar malem si Gio sama Rendy mau ke apartemen katanya ngerjain tugasnya di sana." Vano kaget mendengar teman temannya akan bertandang ke tempat tinggalnya.


"Kalo kita ketauan gimana?" Tanya Vano.


"Ketauan apanya sih? Kan kita gak punya foto nikah di apartemen cuma foto pas jalan sama pas pacaran kan. Udah tenang aja gak usah takutin itu." Kata Nadin santai sambil meninggalkan Vano di kelas sendiri.


"Kamu Vano kan?" Tanya Nova.


"Iya gue Vano, kenapa?" Tanya Vano datar.


"Hmmm enggak gue cuma mau kenalan. Dari kelas 1 gue pengen kenalan tapi takut. Kayanya lo galak orangnya." Kata Nova sedikit ragu.

__ADS_1


"Lah sekarang kok lo berani?" Tanya Vano.


"Gue sempet tanya sama temen lo terus katanya lo orangnya baik jadi gue baru berani buat kenalan sama lo sekarang." Nova mendudukki bangku di depan Vano karena merasa kakinya lemes.


"Iya gue Vano. Gue bukan cowok galak kok jadi ya welcome aja kalo ada yg ngajak kenalan kaya lo gini." Ucapnya sedikit santai dengan sedikit senyum di bibir Vano.


"Lo gak kekantin Van?" Tanya Nova


"Kantin. yuk" Ajak Vano.


Nova Aprtilia, seorang gadis yg memiliki kulit putih mulus mata lebar bulu mata lentik juga bibir merah tipis ini membuat Vano berdecak kagum. Nikmat Tuhan mana lagi yg akan gue dustakan, Gumam Vano dalam hati. Rambut panjang Nova membuat Vano ingin membelainya dengan penuh kasih sayang. Ketika tangan Vano akan menyentuh rambut itu sepasang mata penuh amarah membuat Vano mengurungkan niatnya.


Dialah Nadin. Dia tidak percaya saat melihat suaminya Vano akan membelai rambut wanita lain. Nadin tak habis fikir dengan kelakuan Vano. Alih alih ingin marah dan melabrak Vano dan Nova, Nadin memilih keluar dari kantin dan kembali ke kelas.

__ADS_1


__ADS_2