Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Bayi kecil


__ADS_3

Nadin merasa lebih baik meski masih memakai selang infus karena tubuh lemahnya. Vindya sudah di pindahkan ke ruang rawat bersama sang bayi. Semua berkumpul di kamar Vindya ketika Vano dan Nadin berkunjung ke kamar inap Vindya.


"Lo kenapa Nad? Kok di infus?" Tanya Vindya dengan suara serak akibat kebanyakan teriak tadi.


"Kata dokter sel darah putih lebih banyak dari sel darah merah. makanya Nadin harus di rawat dulu minimal 7 hari" Jelas Vano dengan setia berada di belakang kursi roda Nadin.


"Oh iya sayang kenapa tadi kamu minta di temenin Vano bukan mama ato mertuamu?" Tanya mama Agnes penasaran.


"Simple sih ma, Vindya mau Vano melihat perjuangan seorang wanita dan gak lagi menyakiti hati Nadin. Gimana Van lo sudah bisa lihat kan gimana besarnya perjuangan seorang istri? Jangan cuma mikir enaknya aja. Jadikan ini sebagai pelajaran bagimu untuk Nadin." Jelas Vindya

__ADS_1


Dokter memeriksa bayi Vindya dan juga memberikan suntikan untuk Vindya. Dokter melihat Nadin yg memakai infus di tangan kirinya.


"Mbak, mbak sedang sakit lebih baik embak jangan dulu menemui si bayi. Daya imun bayi masih belum stabil karena penyesuaian dengan lingkungan." Ucapan dokter tadi membuat Nadin sedikit kecewa karena harus kembali ke kamar inapnya.


Vano menunggui Nadin dengan sesekali kekamar kakaknya untuk mengambil vidio si kecil permintaan sang istri. Nadin menitihkan Air mata karena tidak bisa langsung melihat dan menggendong keponakannya. Vano memeluk dan menyeka air mata di pipi Nadin.


"Udah ya sayang, Nanti kalo sudah keluar dari rumah sakit kita langsung ke rumah kakak. Sekarang lo tidur dulu ya biar cepet sembuh, biar obatnya merasuk lebih cepat."


"Sayang jangan sedih ya, mama sama papa nginep di sini nemenin kalian. Jangan sedih lagi ya, Nanti kalian bikin sendiri yg banyak. Biar keluarga kita makin rame juga gak rebutan sama keluarga kamu." Ucapan mama Agnes membuat Nadin malu.

__ADS_1


"Van, lo gimana sih masak udah lama nikah gak jadi jadi sih? Tu kecebong larinya ke got apa ke perut istrimu sih?" omelan mama Agnes yg memojokkan Vano.


"Kita terlalu capek ma, makanya kasih napa kita honymoon sekali aja. Biar jadi." Vano melirik papanya.


"Pulihin dulu kondisi istrimu baru serang dia. Nanti papa kasi waktu seminggu buat kalian liburan ke bali. Pulangnya kalian sudah harus bawa kabar gembira buat papa sama mama." Papa Sofyan memberikan sebuah bingkisan untuk Nadin berupa gaun malam.


"Mama juga mau kasi sesuati tapi nanti kalo Nadin sudah keluar dari rumah sakit ya." Senyum licik mama Agnes membuat Vano bergidik ngeri.


"Mama jangan macem macem deh, kapok Vano ma. Semaleman terus berdiri gak bisa tidur Vanonya. Kasian juga Nadin sampek gak kuat jalan." Ucap Vano sedikit meninggi.

__ADS_1


"Vano mainnya kasar sih makanya Nadin sampek gak kuat jalan, Slow aja nikmati penuh kelembutan. Biar sama sama enak. Semaleman juga kurang kalo mainnya slow. Tapi kalo main kasar ya jelas aja baru 2 ronde Nadin udah gak kuat jalan." Kata mama Agnes membuat Nadin ngeri meski hanya membayangkan.


"Serem ah si mama"


__ADS_2