Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Affandi satya


__ADS_3

Malam berganti pagi dan pagi beranjak siang saat Vindya dan Vano keluar dari kamar. Hari minggu memang hari di mana Vano dan Vindya hanya akan bermalas malasan. Apa lagi mama sama papanya tidak ada, ini merupakan kesempatan langkah bagi mereka berdua bisa bangun sesiang mungkin.


"Kak.... makan di mall yuk. kemaren gue liat ada cafe baru buka. lo bisa sekalian nulis di sono." Ajak Vano yg hanya di tanggapi dengan anggukan kepala oleh kakaknya Vindya.


Tak butuh waktu lama untuk mereka bersiap siap. Kini mereka langsung berangkat dengan menggunakan mobil Vindya dan Vano yg melajukan mobil kakaknya itu. 30 menit perjalanan sampailah mereka di salah satu mall besar di kotanya.


Mereka berjalan memasuki gedung itu mencari di mana cafe yg di maksud dengan tangan Vindya terus menggandeng tangan Vano. Mereka kini sudah berada di lantai dua tepat di depan cafe yg di maksud itu. Kedatangan mereka berdua ternyata tak luput dari pandangan seseorang yg berada di balik meja kasir.


"Mas Ali biar saya saja mas yg melayani mereka. mereka teman sekolah saya." Terang Affandi yg terus memperhatikan Vindya dari tadi Vindya masuk cafe.


Apa ini alasan dia tidak merespon WA gue dari semalem. pikiran Affandi semakin kacau saat melihat Vindya terlihat sangat santai.


"Mau pesan apa mbak?" Tanya Affandi.

__ADS_1


"Hei kok lo di sini....? Lo kerja di sini...?" Tanya Vindya yg merasa kaget melihat Affandi dengan menyodorkan buku menu.


"Hmm iya..." Jawab Affandi ragu ragu.


"Oh iya kenalin ini Vano..."


"Gue Vano adiknya kan Vindya." Ucap Vano seakan mengerti kebingungan Affandi. Karena dia tau cowok yg di depannya ini adalah cowok yg ada di hp kakaknya.


"Oh adiknya Vindya..." Kata Affandi dengan senyum yg mengembang seakan menunjukkan sebuah kelegaan hati.


"Lah kok bisa gratis mas....???? memangnya ada promo apa...??" Tanya Vindya yg tak mengerti maksdnya.


"Gak ada mbak cuma tadi pak Affandi atasan kami bilang kalo meja nomer 3 itu gratis." jelas kasirnya.

__ADS_1


"Oh, kak Affandi bukan pelayan disini...???" tanya Vindya makin bingung.


"Iya mbak.... beliau pemilik cafe ini." jawab kasir itu lagi.


Dengan mulut yg masih menganga setelah mengucapkan terimakasih pada kasir itu Vindya berlalu berjalan menuju Vano adiknya yg sedang menunggunya.


"Lo kenapa kak....? kayak orang abis kesambet?" Tanya Vano yg kebingungan.


"Lo inget cowok yg tadi itu gak dek....?"Tanya Vindya dengan tatapan menerawang.


"Iya kenapa.... dia yg ngajak lo foto itu kan?" Jawab Vano.


"Dia ouner di cafe tadi dek... dan makanan kita gratis." tefang Vindya dengan nada sedikit tidak percaya. "Besok besok jangan lagi mampir ke sana dek... malu gue." tambahnya lagi.

__ADS_1


"Lo gak mimpi kan kak....? gila ternyata kakak gue bisa gaet cowo tajir juga... ganteng lagi. gak percuma mami lahirin lo kak.... ya biar otaknya radak rada gestrek juga sih." ucap Vano sambil tertawa kecil.


Mereka melanjutkan jalan jalannya dan landangan mereka tertuju pada toko baju. mereka masuk dengan segera memikih milih baju yg sesuai dengan keinginan mereka.


__ADS_2