Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Perpustakaan


__ADS_3

"Van bangun yuk udah subuh ni." Pelan Nadin membangunkan Vano mengajaknya Sholat subuh.


"Entatan lah nad. Masih ngantuk ni." Jawab Vano males malesan.


"Entaran? Keburu siang Van. bangun dong." Nadin masih memaksa Vano bangun.


"Entaran nad gue beneran ngantuk. lo aja sendiri ah sekali sekali." Vano merapikan selimutnya.


"Ah ella elu imamnya masak gue di suruh sholat sendiri sih. gue laporin mama lu entar. Gak tanggung jawab banget sih jadi lakik. Bangun Vano." Nadin tak lagi membangunkan Vano karena keburu habis waktu sholat subuh.


Setelah sholat Nadin ke dapur membuat sarapan untuknya juga Vano. Di kamar Vano baru bangun dari tidur dan berjalan menuju kamar mandi. Nadin masuk ke kamar untuk mengganti bajunya dengan seragam sekolah. Nadin melihat Vano menggelar sajadah dan mengenakan peci. Saat takbir Nadin menghentikan Vano.


"Tunggu Van, Lo niatnya apa?" Tanya Nadin selidik.


"Ya subhi lah kan mau sholat subuh." Ucap Vano yg langsung di tarik oleh Nadin mendekat ke jendela.


"Lo liat noh matahari udah pada nyapa petani malah lo mau sholat subuh. ganti pakek niat sholat dhuha." Ucap Nadin geram.


Nadin meninggalkan Vano di dalam kamar sendiri. Nadin membuat susu coklat untuknya dan kopi susu untuk Vano. Tak lama Vano menyusul Nadin ke meja makan untuk sarapan. Selesai sarapan Nadin maupun Vano berangkat sekolah.


Sesampainya di sekolah Vano maupun Nadin di kagetkan oleh sebuah sapaan dari seseorang yg sangat asing bagi Nadin. Sapaan yg membuat Nadin geram meski sudah mengetahuinya. Tanpa ekspresi Vano berjalan menuju asal suara.


"Hai. Kalo di sekolah jangan panggil sayang. Gak nyaman aku."Ucap Vano dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Iya Vanoku. Oh iya sudah sarapan kamu? Aku buatin nasi goreng lo." Ucap Nova sambil memberi kotak bekal pada Vano.


Nadin menyaksikan itu cuma tersenyum kecil lalu meninggalkan mereka berdua. Di dalam kelas Nadin hanya meletakkan tas di laci bangkunya kemudian pergi keperpustakaan.


Di perpuatakaan Nadin mengambil sebuah buku novel. Nadin tak memiliki teman dekat seperti teman teman lainnya. Itu karena kemana mana Nadin selalu bareng Vano.


Di kelas Vano hanya mendapati tas Nadin tapi tak menemukan Nadin dimanapun. Bakhan di kantin biasa tempat nongkrong Nadin pun Vano tak menemukannya. Vano mencari nadi kemanapun, telfon Vano ke Nadin menyambung namun tak ada yg mengangkatnya.


"Kamu nyari siapa Van kok kayaknya bingung sekali?" Tanya Nova.


"Ah enggak nanti aku WA aja lah. Yok kita jalan aja sekarang." Ajak Vano.


Vano keluar dari sekolah menggunakan mobil Nova menuju ke Mall A. Vano tampat mengetik sesuatu di hpnya. Nova yg mengetahui itu pun langsung mengambil hpnya.


Nova melihat chat itu untuk Nadin langsung bertanya." Sayang ada hubungan apa sama Nadin?"


Vano hanya menghidikkan bahu tanpa memberi jawaban pasti. Vano langsung mengajak Nova masuk sebuah toko aksesoris. Vano membeli sepasang kalung hati terbelah untuknya dan Nova.


Vano yg tengah asik memilih beberapa aksesoris untuk Nova. Vano mendengar notif dari hpnya.


Ting.


Nadin: Y

__ADS_1


Melihat itu Vano menjadi murka. Apa apan si Nadin ini. Perlu di kasih pelajaran kayanya. Batin Vano.


"Mmm Nov kita pulang yuk udah sore juga." Vano melirik Jam tangannya sudah menunjukan pukul 15.00


Vano mengantar Nova pulang ke rumah dan Vano kembali ke apartemen dengan menaiki ojek. Sesampainya di dalam apartemenya Vano tak mendapati Nadin di semua ruangan. Sampai Vano mencari ke taman di bawah apartemen namun tak ada.


Vano kembali menelfon Nadin dan tetep tak ada jawaban. Vano semakin geram langsung menhirim pesan.


Vano: Lo di mana?


Pesan Vano tak juga mendapat balasan dari Nadin. Sudah hampir 4 jam Vano mengirim pesan namun tak juga mendapat balasan. Vano pulang ke apartemenya dan masih belum menemukan Nadin.


Nadin pulang ke apartemen sekitaran jam setengah 11 malam. Nadin sengaja pulang malam menunggu Vano tidur dulu karena tak ingin bertemu ataupun mendengar Vano mesrah mesraan lewat telfon.


Benar saja Vano sudah tidur pulas. Mungkin kecapekan karena bekerja di warung yg lumayan rame. Buktinya Nadin sholat isya di samping ranjang, Vano pun tak bangun. Nadin kembali tidur di kamar mandi.


Nadin sebenarnya tak pergi kemana mana. Nadin hanya pergi ke perpustaan yg berada di depan warung Vano. Perpustakaan itu buka 24 jam makanya Nadin bisa pulang sesuka hatinya.


Seminggu sudah Nadin seperti itu, Menghindari Vano. Di pagi hari pun Nadin buru buru berangkat sebelum Vano bangun tidur. Vano makin susah di bangunin untuk sholat subuh membuat Nadin semakin jengkel.


Malam ini warung tutup karena di sekolah pembagian rapot. Dan milik Nadin di ambil oleh orang tuanya. Di sekolah Vano melihat tasnya tanpa menemukan orangnya.


Vano berniat menunggui nadin namun dengan lampu yg sudah di matikan. Nadin pulang tepat di jam 10 malam. Nadin membuka pintu apartemennya dan menyalakan lampu.

__ADS_1


Betapa kagetnya Nadin menemukan Vano berdiam diri di sofa tengah memandangnya tajam. Nadin yg berusaha tak terjadi apa apa berjalan masuk ke dalam kamar untuk sholat isya.


__ADS_2