Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Itri kedua


__ADS_3

Hari kelulusan pun datang, di mana Vindya di nyatakan lulus juga teman temannya. Vindya, Arief, Ridge, juga Riska memilih nongkrong di cafe Affandi untuk merayakan kelulusannya.


"Semua lulus kan ini?" Tanya Affandi.


"Lulus dong kak." Jawab Riska dan Rifge bersamaan.


"Berapapun nilai kalian, kakak gak mau tau tapi kakak akan mentraktir kalian makan di sini sepuasya sebagai hadiah untuk kelulusan kalian."


"Yeee... makasih kak Affandi ganteng." Riska yg paling semangat.


Kebahagiaan yg di rasa oleh Vindya mampu menghipnotis Affandi. Affandi yg larut dengan kebahagiaan kecilnya itu tak memperhatikan sekitar.


Ayu melihat Affandi berkumpul dengan teman teman Vindya membuatnya terbakar api cemburu. Ayu mendekati mereka dan mendapati Affandi memeluk Vindya. Tanpa pikir panjang Ayu langsung menarik Vindya kebelakang sampai membentur meja salah satu pengunjung.


"Lo itu kenapa jadi cewek genit banget sih? Affandi iti milik gue." Ucap Ayu sontak membuat pengunjung juga karyawan cafe menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Maksudnya apa ini?" Vindya bertanya.


"Lo budeg ya? Dengerin baik baik. Affandi milik gue dan akan tetap jadi milik gue." Kini Ayu menjambak Vindya.


Affandi melihat itu menjadi geram. selama hampir sebulan di tahan akhirnya tak mampu menahan lagi amarah yg ada. Affandi langsung mengambil Vindya dari tangan Ayu.


"Jangan pernah menyentuh Vindya. Tangan kotormu tak pantas untuk menyentuh ISTRI saya. Ucap Affandi penuh penekanan.


"Maksud lo apa sayang?" Kini Ayu merasa bingung.


"Tapi selama hampir sebulan ini lo kan jalan sama gue Fan. Gue yakin lo Sayang sama gue, lo cinta sama gue." Ayu mulai menitihkan air mata.


"Sayang? Cinta? sama lo? Mimpi" Affandi menghela napas panjang sebelum melanjuykan ucapannya. "Gue mau lo ngerasain gimana rasanya kehilangan. Gue kehilangan anak gue yg bahkan belum sempat lahir kedunia. Belum semet merasakan hangatnya kasih sayang ibu dan bapaknya." Kini Affandi menitihkan air mata mengingat gumpalan darah segar keluar dari dalam perut Vindya.


"Gue bisa kasi lo anak seberapa pun lo mau Fan. gue cinta sama lo." Ucapan Ayu terpotong oleh Vindya.

__ADS_1


"Kakak gampang sekali ngomongnya. Dia suami gue kak dia bapak dari anak yg gue kandung kak. Anak yg dengan paksa lo suruh keluar dengan lo nyuruh Dimas dorong gue dari eskalator kak. Perasaan lo itu mati ya hah! Hati lo kemana? Di makan kucing?" Tangisan Vindya pecah ketika mengingat kejadian sebulan lalu.


Mendengar pengakuan Vindya, teman teman Vindya hanya mampu melongo karena kaget. Kecuali Arief yg sudah tau hubungan antara Vindya dan Affandi.


Dari arah luar masuk seorang laki laki dan perempuan baruh baya bersama bang Anton.


"Heh! Lo tanya hati dan perasaan gue? Gak salah? Lo harusnya tau betapa hancurnya gue ketika gue denger langsung Affandi mengenalkan lo sebagai istrinya dan di tambah lagi lo sedang mengandung. melihat lo bermesrah mesrahan dengan Affandi." Ayu tersenyum yg sulit di artikan.


" Lo harus tau betapa besar cinta gue ke Affandi, Gue menggantungkan harapan bisa hidup bahagian bersama Affandi. Dengan berbekal Restu dari orang tua gue merasa akan indah ke depannya." Ucapan Ayu menerawang dengan di saksikan oleh Orang tuannya jiga pengunjung lainnya.


"Harusnya kakak mencari tau dulu siapa orang yg kakak cintai. setatus apa yg dia miliki sebelum kakak menggantungkan harapan. Inget Cinta kakak terlarang. karena Kak Affandi sudah memiliki cinta Halalnya dari dia masih SMA. Ini Cinta yg salah kak, kakak gak boleh memperjuangkan ini. Kakak wanita dan aku wanita. Kakak harusnya tau gimana rasanya di sakiti." Vindya menangis


"Sayang kita pulang. Kita omongin di rumah." Ucap mama Ayu, Namun Ayu tak bergeming.


"Jadiin gue istri kedua kakak"

__ADS_1


__ADS_2