
Setelah kejadian itu, keluarga Affandi dan Vindya jadi mengetahui tentang kecelakaan yg Vindya alami. Mama Agnes langsung mencari putrinya di kediaman Affandi. Mama Agnes memang terlalu sayang terhadap anak anaknya, namun ketika kejailan dalam keadaan mode on maka anak anaknya lah yg pertama jadi sasaran. Pernah Vindya menjadi korban kejailan sang mama.
"Sayang, kenapa gak ada yg ngasih tau mama sih? Apa kalian sudah melupakan mama sama papa itu orang tua Vindya?" Tanya mama Agnes
"Ma bukan begitu, tapi kak Affandi gak mau mama papa khawatir dengan kejadian ini. Karena kak Affandi sengaja mancing pelakunya dengan membuatnya semakin marah dan melakukan hal lebih gila. Jadi mama papa jangan berpikiran lebih. Kami sayang kok sama mama. Terutama Vano." Mendengar nama Vano mama Agnes jadi salah tingkah.
Affandi hanya mampu menahan senyuman melihat tingkah mertuanya. Vindya terus menatap dengan penuh selidik ke arah mamanya.
Tega banget dah emak gua ini ya. Batin Vindya
"Mama kan cuma mau bantuin Vano aja sih sayang."Ucap mama Agnes lirih seraya menundukkan kepala.
"Tapi itu salah ma" Entah dari mana Vindya menjadi berubah menjadi keibuan dan membuat mamanya seperti anak kecil yg habis ketahuan nyolong mangga tetangga.
__ADS_1
"Iya maafin mama. Kalo kalian butuhin juga mama bisa buatin sekarang juga." Setelah mengakui kesalahannya dengan tulus namun mama Agnes ya tetep mama Agnes. Kemabali dengan senyum iblisnya ketika menawari Vindya dan Affandi minuman yg sama dengan Vano.
"Mama." Teriak Affandi dan Vindy berbarengan.
"Iya iya maaf. Nanti biar Vano saja yg mama buatin." Kata mama Agnes menuju dapur berniat memasak untuk putri dan menantunya.
Vindya dan Affandi menghela nafas panjang seraya memutar mata jengah. Mertua Affandi ini memang unik.
Setelah selesai masak, mama Agnes dan mama Dita menyajikan di meja makan. Mama Agnes berjalan ke kamar Vindya berniat untuk mengajaknya makan siang. Namun mama Agnes di suguhi pemandangan yg membuat mama Agnes meneteskan air mata.
Vindya melihat satu satunya foto USG pertama untuk melihat berapa usia kandungan Vindya saat itu. Mama Agnes tak mampu membayangkan bagaimana keadaan putrinya saat itu. Hati ibu mana yg tak tersentuh saay air mata putr putrinya mengaliri pipinya.
"Mama gagal menjadi orang tua juga temen untuk mu sayang."Guman mama Agnes yg masih berada di depan pintu kamar dengan keadaan sedikit terbuka.
__ADS_1
Mama Agnes tak mampu melangkah lebih jauh akhirnya memilih kembali ke meja makan. Mama Dita merasa aneh dengan besannya yg tiba tiba menangis langsung mendekatinya.
"Kenapa jeng?"
"Saya enggak bisa bayangin gimana hancurnya Vindya dan Affandi saat itu jeng. Pasti mereka sangat hancur dan terluka, apa lagi harus melihat langsung darah yg merupakan janin dari rahim istrinya. Rasanya tak sanggup jeng." Kini mama Agnes telah meneteskan air matanya begitupun mama Dita.
"Padahal baru 2 bulan kebahagiaan itu hadir di tengah tengah mereka." Mama Dita menambahkan.
Mama Dita dan mama Agnes kini berada di depan Tv dengan menonton sinetron ajab yg di tayangkan di salah satu setasiun televisi. Saking menjiwainya kedua mama itu saling mencaci pelaku kejahatan. Tanpa di sadari Vindya dan Affandi tengah makan siang di meja makan yg berada di belakang mereka tak jauh jaraknya.
"Kenapa kalian makan gak ajak mama?" Kata mama Dita saat mendengar bunyi piring dan sendok beradu.
"Keliatannya mama seru banget nonton sinetron ajabnya. Makanya kami gak mau gangguin." Ucap Affandi santai dengan memasukkan nasi kemulutnya.
__ADS_1