
Sepulangnya dari Bandung kehidupan Vano dan Nadin sedikit berubah. Lebih tepatnya Nadin lebih peratian, lebih sering memuji suaminya saat berdua tentunya.
Vano dan Nadin kembali ke rutinitas awal. Kesekolah dan siangnya Vano bekerja di perusahaan papanya dan Nadin mengurus warung. Vano kembali sekelas dengan Nadin dan Maria. Setiap tahunya memang berubah penghuni kelasnya berdasarkan hasil ujian. Membuat Nova aprilia berada di kelas Vano dan Nadin.
Nadin melihat Nova berada di kelas yang sama membuatnya gerah dan mengajak Vano sebangku. Vano tak mampu berkutik karena kesalahan yg pernah ia buat. Vano merasa takut. Takut di tinggal sama Nadin.
"Nad kok lo jadi bucin gini sih. Gak bakalan Vano ilang, duilah." Ucap Maria sebel.
"Bucin ke milik sendiri gak pa pa sih, dari pada bucin ke milik orang kan bahaya." Nadin melirik Nova sebelum melanjutkan ucapannya. "Lagian ni ya biar di kata Vano udah di kandang macan, mulut buaya sekalipun kalo udah ada niatan pasti di curi juga kok." Lanjut Nadin.
"Udah lah yang jangan gitu terus kasian." Ucap Vano membuat Nadin tak suka.
"Oalah Vano Vano kalo lo masih menjaga perasaan terus gak iklas gue duduk di samping elo. Bilang, gue bisa duduk sama Dani. Gak ada susahnya kok." Ancam Nadin.
__ADS_1
"Enggak yang, gue gak ngejaga perasaan siapapun selain lo. Cuma gue gak mau lo jadi bar bar gitu aja. Biar Vindya aja yg bar bar tapi elo jangan."Ucap Vano sambil memeluk perut Nadin yg berdiri di samping bangku.
***
Di cafe Affandi, Vindya menunggui suaminya untuk mendaftar ulang di fakultas kedokteran kampus yg sama dengan Affandi. Vindya dan Affandi bersepakat kalo mereka sekampus meski lain jurusan.
Setelah selesai pekerjaan di Cafe, Affandi dan Vindya bergegas ke kampus. Ayu yg sudah di bebaskan oleh orang tuanya. Telah di kirim ke German dan papanya Ayu mengundurkan diri dari kampus.
"Yang itu kak Ahmad, Kita ke sana dulu yuk." Ucap Vindya yg di angguki oleh suaminya.
"Sehat kak, si kecil apa kabar kak?" Tanya Vindya yg baru saja di tinggal Affandi untuk mencari pak Yanto.
"Si kecil sehat. Kapan ni main ke sana lagi?" Jawab kak Nadia.
__ADS_1
"Nanti deh kak kalo Kak Fandinya sudah bisa free. Kemaren abis di tinggal ke bandung jadi kerjaannya numpuk." Jawab Vindya.
"Lo ngapain kesini? Gak mungkin kan lo ngekor Affandi. Soalnya bukan lo banget ngekor lakik." Tanya Nadia.
"Iya kak, gue abis daftar ulang." Jawab Vindya dengan menyantab rujak buah yg baru saja di anterin oleh pedagangnya.
"Jurusan apa lo?" Tanya Ahmad.
"Kedokteran sama kaya kak Nadia." Jawaban Vindya membuat Nadia kaget.
"Gue pikir lo bakalan ngambil sastra. Kan lo demen nulis."
"Enggak kak, gue cuma hobi tapi cita cita emang dokter cantik hahaha." Jawab Vindya.
__ADS_1
Vindya mendapat telfon dari Affandi dan mengatakan ada kelas agar Vindya memberi tau ke Ahmad. Kelas dadakan yg membuat Ahmad maupun Affandi jengkel. Katanya si akan di adakan kuis dengan poin yg sangat mengiurkan. Vindya dan Nadia menunggu di taman samping kampus.
Sekitar 2 jam Vindya dan Nadia menunggu akhirnya pangeran masing masing telah datang untuk mengajaknya pulang. Tapi Vindya minta di beliin rujak buah dulu sebelum pulang.