Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Nostalgia


__ADS_3

Pagi hari sekitar jam 6.30 Vindya di antar ke sekolah oleh Affandi. Kini Affandi berniat untuk pamit ke kepala sekolah untuk Vindya. Di tengah jalan menuju ruangan kepala sekolah Vindya dan Affandi berpapasan dengan Arief Riska dan Ridge.


"Mau kemana kak?" Tanya Riska.


" Mau ke ruang kepala sekolah. Rencananya Vindya lanjut homeschooling saja." Jawab Affandi.


"Lah nanggung kak, kan cuma kurang 3 bulanan udah kelulisan kak. paling lagi 2 bulanan udh ujian nasional." Jawab Ridge.


"Gitu ya... cobak lah saya konsultasi dulu sama kepala sekolah gimana enaknya." Jawab Affandi melanjutkan niatnya.


Sesampainya di ruang kepala sekolah Vindya dan Affandi mengetuk pintu dengan sopan. Setelah di persilahkan masuk Affandi dan Vindya memasuki ruangan.


"Loh Affandi apa kabar... sini masuk." Mempersilahkan duduk di sofa tamu yg berada di ruangan.


"Ada apa ini? ini siapa?" Tanya kepala sekolah yg memang tak begitu mengenal satu persatu murid di sekolahnya.

__ADS_1


"Oh ini Vindya pak murid kelas 3 IPA 2. Kami mau konsultasi sama bapak."


"Konsultasi apa sampai membuat seorang Affandi harus mewakilkan." Pak Samsul mulai bingung.


"Gini pak sebenarnya saya dan Vindya sudah menikah sejak kami masih SMA. Saya masih kelas 3 dan Vindya masih kelas 1." Jawab Affandi sambil menunjukkan buku nikah mereka.


"Oh kalian nikah muda ya?" Pak samsul terkejut.


"Iya pak menghindari dosa besar." pak Samsul mengangguk anggukkan kepalanya paham.


"Gini pak, Vindya kini hamil 2 minggu dan waktu ujian lagi 2 bulanan ya. Itu mempengaruhi proses pelajaran ato enggak? kalo misalnya dari pihak sekolah keberatan mungkin kami akan melanjutkan homeschooling." Affandi menjelaskan pokok permasalahannya.


"Iya iya iya.... bapak mengerti memang susah ya. Kalo dari bapak selama pihak komite ataupun siswa lain tidak mengetahui ini. Bapak bisa memberi ijin untuk tetap sekolah normal saja. lagian kandungan umur segitu masih belum terlihat juga. Sayang sekolahnya sebentar lagi ujian akhir sekolah." Ucapan pak Samsul memberi sedikit kelegaan di hati Affandi.


"Kalo itu sebisa mungkin kami akan rahasiakan. karena kebetulan Vindya hamilnya gak terlalu rewel."Pungkas Affandi.

__ADS_1


"Iya Bapak ucapkan selamat ya. oh iya kenapa kalian gak undang bapak pas nikahan? Tanyakan ini ke papamu ya. Apa sudah gak anggap bapak ini temenya?" Kini pak Samsul sedikit kecewa.


"kami gak ngundang orang banyak pak, cuma akad nikahan dan niatnya mau mengadakan resepsi setelah kelulusan. Bapak kenal pak Sofyan?" Tanya Affandi ragu ragu.


"Sofya sofyan suaminya Agnes?" Tanya pak Samsul sambil mengingat ngingat.


"Iya pak sofya suaminya bu Agnes." Affandi membenarkan pertanyaan pak Samsul.


"Iya kenal.. Dulu bapak sahabatan sama istrinya. Kenapa memangnya?" Pak Samsul makin bingung.


"Istri saya ini putri pertama dari bapak Sofyan dan ibu Agnes." Ungkapan Affandi sontak membuat Pak Samsul terkaget tak percaya.


"Ya ampuuunnn jadi omongan Biantara dulu serius nikahin anak anak mereka? Gila itu sudah 20 tahun lebih lo. Waktu masih orang tua kalian pacaran. Ya ampuunn terus gimana kabar orang tua kamu nak?" Kini pak Samsul beralih ke Vindya setelah bernostalgia sebentar.


"Ora tua kami baik pak. Adik saya juga di sini sekolah namanya Vano Dirgantara." Jelas Vindya.

__ADS_1


"Oh Vano yg ikut basket itu? Saya suda duga karena dia mirip sekali dengan Sofyan saat masih muda. dan mata kamu persis mata ibumu." Pak Samsul mengerti


__ADS_2