
Affandi memarkirkan mobilnya di garasi rumah minimalis yg ia dan istrinya tempati beberapa tahun ini. Vindya yg mendengar kedatangan Affandi langsung keluar rumah untuk menyambutnya. Entah apa yg membuat Vindya tersenyum saat menyambutnya. Apa karena ada surprise yg di siapkan untuknya yg ulang tahun pikir Affandi.
Affandi mendekati Vindya lalu mencium kening Vindya setelah vindya mencium tangannya. Kebiasaan itu tak pernah terlewatkan meski Affandi dalam kelelahan. Affandi merasa setelah mencium istrinya, rasa lelah yg ia rasakan hilang seketika.
"Ada apa sih? kok seneng banget kayanya." Affandi menggodanya dengan mencolek dagu istrinya.
"Kak boleh cium gak?" Tanya Vindya.
"Ini masih di luar sayang, ayo kekamar saja kalo mau cium. Nanti aku kasih lebih deh." Vindya menggeleng kepala.
"Vindya maunya di sini kak." Tangan Vindya mengelus perut ratanya.
"Kenapa kamu? sakit perut?" Tanya Affandi khawatir.
__ADS_1
"Enggak kak. Vindya pengen di cium sama kakak di sini sekarang juga." Vindya mulai cemberut.
"Ya sudah sini." Affandi langsung mencium Vindya dengan lembut tepat di depan pintu. Tangan Vindya meraih tangan Affandi dan meletakkan di perut rata Vindya. Pelan Vindya menuntun tangan Affandi memutar mutar di perutnya semacam elusan. Affandi menyudahi ciumannya karena kaget akan tingkah Vindya.
"Kenapa sih sayang kamu kok aneh sekali hari ini. Apa karena kakak ulang tahun jadi sayang maunya di manja?" Tanya Affandi
"iya, sekarang kakak gendong Vindya ke kamar nanti Vindya kasih kadonya kalo sudah di kamar." Tanpa pikir panjang lagi Affandi menggendong Vindya dari depan pintu sampai kekamar.
"Selamat ulang tahun sayang Affandi Satya imamku kepala keluargaku juga ayah dari calon anakku." Bisik Vindya
Affandi tak mampu berkata apa apa lagi. Dia mematung dengan memegang alat yg di sebut tespack itu di tangannya. Memandang alat itu tajam dan tanpa sengaja meneteskan air mata. Affandi menangis karena terharu dan bahagia.
Memang setelah memutuskan untuk kembali tinggal bersama di rumah itu. Affandi dan Vindya melakukan kewajiban mereka menyempurnakan pernikahan yg di bangun hampir dua tahun belakangan. Affandi mendudukkan dirinya di samping Vindya. Dengan sigap Vindya membawa suaminya yg tengah menangis meski tanpa suara itu kepelukannya.
__ADS_1
"Sayang ini bukan mimpi kan?" Affandi mulai berbicara. Pelan namun terdengar jelas oleh Vindya.
"Iya. Maaf kalo kakak gak seneng Vindya lupa meminum obatnya."
"Gak apa sayang, Gak marah kok cuma kakak terharu dan gak percaya. Beberapa bulan lalu kakak sempet Ngiri sama Ahmad setelah tau Nadia hamil. Tapi kini Allah mempercayakan titipannya pada kita." Kini Affandi ganti memeluk istrinya.
Dengan lembut Affandi membelai rambut panjang Vindya yg tergerai bebas. Vindya merasa seneng saat mendengar ungkapan Affandi kini menyembunyikan wajahnya di pelukan sang suami. Tak berapa lama Affandi merasa pelukannya sedikir berat dan di rasa Vindya semakin lemas. Affandi melepaskan pelukannya dan melihat Vindya. Benar saja merasa berat ternyata Vindya tertidur di dalam pelukannya. Affandi menggeleng geleng kepala melihat istrinya yg gampang sekali tertidur.
Affandi membenarkan posisi istrinya agar lebih nyaman. Affandi kembali menatap benda kecil yg masih setia di tangannya. Setelah beberapa saat Affandi kembali memperhatikan Vindya lalu mencium perut istrinya yg masih rata.
"Terimakasih ya sayang sudah bersedia mengandung anak kita. Rasanya tak cukup aki memberikan cinta dan kasih untukmu selama ini. Tapi kamu selalu membuat aku merasa bahagia, dengan kesetiaan kamu pengabdian kamu dan kini kamu mengandung anakku. Rasanya benar benar tak cukup yg aku berikan selama ini. kakak janji akan terus menyayangimu dan menjagamu. Tak akan kakak buat kamu sakit hati lagi sayang." Ucap Affandi dengan kembali mencium perut Vindya.
Ucapan Affandi ternyata di saksikan oleh keluarganya yg berniat memberi kejutan. Ternyata merekalah yg terkejut dengan apa yg di ungkap oleh putra dari keluarga Biantara dan menantu dari keluarga Sofyan. Kedua keluarga itu ternyata berkumpul di rumah Affandi dan Vindya untuk merayakan ulang tahun Affandi.
__ADS_1