Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Modif mobil


__ADS_3

"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam. Tu dia datem ma.... sini kak sarapan dulu."kata Vindya menunjukkan kepada mamanya.


"Sini kak ini nasi goreng pedes kesukaan kakak." dengan telaten Vindya menyajikan nasi goreng buatannya di piring milik Affandi.


"Kok bengong semuanya? sini piring papa kakak ambilin juga nasigoreng pedesnya, papa suka pedes juga kan sama kaya kak Affandi. ini mama yg biasa saja karena mama gak kuat pedes. lo ambil sendiri tu Van yg biasa jangan ambil yg peden nanti perut lo sakit lagi di sekolah." Setelah melayani semua Vindya pun makan dengan lahapnya.


"Pantes lu dandan hari ini kak... hemm ternyata di jemput kakak ipar to." Celoteh Vano yg baru di sadari papanya.


"Eh iya loh pantesan apa gitu yg beda... eh gak taunya sudah gak di kepang dua lagi. mata itu di apain hemmm lentik amat." Kata papa Sofyan membuat pipi Vindya memerah.


"Apaan sih pa... ini kan syarat dari papa kalo mau minta modiv in lagi si item." Jawab Vindya.


"Mau di apain lagi itu mobil hah?" Tanya Affandi kaget.


"Mau speed nya di naikin kak terus di isiin lampu bawahnya. Vindya liay kemaren mobilnya Arief bagus banget. terus katanya juga bemper depan di pendekin dikit katanya terus dalemnya itu punya Vindya kurang keren. pengen ngerombak lagi." Kata Vindya santai sambil menyendokkan nasi goreng ke mulutnya.

__ADS_1


"Ya ampuuunnn papa kira kamu dandan cantik untuk menyambut suamimu.... gak taunya untuk nego mau modif mobil lagi?" Papa Vindya


"Ya ampun ni anak. Kakak ipar boleh gak kalo Vano ceburin ni anak ke empang? Gedeg gue." Vano merasa jengkel mencubit pipi kakaknya.


"Gilla lo Van sakit begog. durhaka lo sama kakak sendiri kok menganiaya. Beginikah nasib Vindya Ya Allah." gerutu Vindya.


"Hmmm modif mobilnya di tunda bulan depan aja ya.... banyak pengeluaran masih. mobil kakak aja polosan." Ucap Affandi sambil membelai rambut Vindya yg tergerai se punggung.


"Vindya kan minta sama papa kak kenapa kakak yg jawab."


"Iya lah kakak yg jawab kan sekarang tanggung jawab tentang kamu dan kebutuhan kamu itu jadi tenggung jawab kakak. kan kakak suami kamu, jadi papa sudah gak bertanggung jawab lagi sama kamu." Affandi menjelaskan.


"Papa.... kemaren papa janjiin Vindya kalo Vindya mau merubah diri papa mau biayain Vindya modifin si item." Vindya memohon dengan mata kucingnya.


"Hmmm berapa emangnya?" Kata papa Sofyan sambil menghembuskan nafas kasar.


"Gak banyak kok pa cuma 100 sampek 150 juta saja...." ucapan Vindya terhenti karena Affandi terbatuk batuk. "Minum dulu kak" Lanjut Vindya dengan memberi gelas berisi air ke Affandi.

__ADS_1


"Itu seharga mobilnya kakak lo Vin. Mending beli baru dong dari pada modif." kata Affandi setelah minum air yg di sodorkan istrinya.


"Yaaaa kakak.... dulu Vindya modif si item segituan kok sama rombak abis malahan."


"Wajar suami lu kaget Vind... dia kan belum tau kalo mobil lo itu gak ada yg original dalemnya. Gak tau deh mesinnya udah lo otak atik apa belum." Kata Vano menimpali.


"Mesin baru ini mau gue otak atik dek.... baru kemaren Arief ngasi tau tempatnya. makanya kasi ya pa...." Lagi Vindya memohon setelah debat kecil dengan adiknya.


"Iya tapi bulan depan. Biar tau dulu papa kamu itu konsesten gak dandan kaya gini." Jawab papa Sofyan.


"Fandi... biar papa yg modalin ni anak nyalurin hobinya. Dari dulu papa yg manjain dia jadi ya papa yg harus tanggung jawab." Lanjut papa Sofyan.


"Iya pa makasih. Affandi janji bahagiain Vindya." Janji Affandi.


"Bener kakak mau bahagiain Vindya?" Kini Affandi mengangguk dengan senyum lebarnya.


"Kalo gitu nanti pulang sekolah ajak Vindya Shoping ya beli baju baru sama make up" Kata Vindya terpotong oleh Vano.

__ADS_1


"Mampus lo kakak ipar di kerjain ni cewek hahahaha" kata Vano sambil tertawa lebar.


__ADS_2