
Pagi hari Vindya bangun lebih awal dari suaminya Affandi. Vindya mandi lebih dulu sebelum membangunkan Affandi untuk aholat subur berjamaah. Setelah sholat subuh Affandi bersiap untuk kesekolah dan ke cafe. Sedangkan Vindya menyiapkan sarapan untuk Suami dan dirinya. Sarapan sudah tersaji nasi goreng kesukaan suaminya lalu Vindya bersiap untuk kesekolah.
"Kak nanti aku mau kerja kelompok bareng temen temen. maunya aku ajak ke cafe kakak, gimana menurut kakak?" Tanya Vindya sekaligus pamit untuknya membawa kendaraan sendiri.
"Boleh nanti kakak siapkan balkon cafe tempat lesehan itu kamu mau?" Affandi merekomendasikan tempat yg baru di desainnya.
"Oh sudah kakak gunain itu? pasti bagus pemandanganya itu lo Vindya suka." Vindya terlihat seneng sekali.
Setelah sarapan, mereka berangkat kesekolah dengan menggunakan mobil masing masing. Vindya yg tiba lebih dulu ke sekolah di sambut oleh seorang siswi dengan omongan yg gak enak.
"Pagi kupu kupu.... lama lama gue peratiin lo makin berani ya buat ngerayu Affandi. Lo gak ada kapoknya ya... apa lo mau gue bikin cacat sekalian tu muka lo hah!!!" Kata Mona semakin meninggi karena emosi.
"Udah gak usah di tanggepin mungkin dia gak dapet uang jajan." Tiba tiba Arief menarik tangan Vindya menjauh dari Mona.
__ADS_1
"Thanks ya Rief udah nylametin gue." Ucap Vindya setelah sampai di dalam kelas.
"Iya sama sama.... lagian lo jangan terlalu takut ngadepin orang orang kaya dia." Ucapnya datar.
Arief adalah ketua kelas dan juga ketua osis saat ini. Arief pengganti Affandi sebagai ketua Osis, tapi Arief tak seramah Affandi. Arief type cowok yg tegas dingin yg terkesan cuek. Arief memang ganteng meski dia tak setenar Ridge teman sebangkunya.
"Iya gue juga berani ngadepin dia cuma gue males doang kalo harus ribut ribut apa lagi ini masih pagi." jawab Vindya.
"Bagus kalo gitu. lo harus jadi cewek yg kuat. gue ikutin jadi lo jadi anggota Osis ya." Kata Arief di angguki oleh Vindya.
Setelah menemui kepala sekolah Affandi kembali ke ruang kelasnya karena akan di adakan diskusi acara perpisahan. Memang tidak seluruh siswa kelas yg hadir, karena memang hanya perwakilan saja.
Bel istirahat berbunyi, ketika sebuah teriakan di kelas sebelah terdengar. Seorang siswi tiba tiba histeris saat mata pelajaran bahasa inggris. Sontak membuat Arief selaku ketua Osis mendatangi kelas tersebut.
__ADS_1
Seekor ular kecil yg entah dari mana datangnya tiba tiba bergelayut mesrah di meja siswi yg berteriak histeris. Membuat kelas kacau balau dan semua siswi berhamburan. Sebagian siswa mencoba menangkap ular tersebut.
Arief dengan hati hati menangkap ular kecil tersebut. Setelah berhasil menangkapnya, Arief membuang ular itu menjauh dari sekolah. Affandi yg mendengar kabar tersebut langsung beranjak pergi mencari Vindya.
"Kamu gak pa pa sayang?" Tanya Affandi sambil memeluk Vindya.
"Vindi gak pa pa kak.... bukan di kelas Vindy juga ularnya. tadi sudah di tangkep ma Arief...."Ucap Vindya terpotong.
"Arief...???" Tanya Affandi
"Itu ketos pengganti kamu." Jelas Affandi..
"Oh Arief..."
__ADS_1
Affandi merasa lega dan kembali ke kelasnya untuk melanjutkan diskusi yg sempet tertunda oleh kabar ular tadi.