
"gila panas banget sih... Vano lama banget lagi. Ah itu dia, sante banget sih hidupnya. Udah nebeng lagi."Kata Vindya di dalam mobil
"Lama amat lo dek... tau gue udah lumutan nungguin lo." omel Vindya membuat Vano bergidik ngeri.
"Lo itu baru nungguin lima menit doang udah ngomel.... gimana kabar lo nungguin Affandi 2 taon....???? Paling dia dateng langsung lo mutilasi." Jawab Vano sekenanya.
"Iss ya enggak lah. Van jujur gue kangen sama kak Affandi." Kata Vindya sambil membelokkan mobilnya ke arah restoran cepat saji.
"Elo sih sok sok an gugat cerai lagi. Sekarang rasain lo gak di kasi ketemuan sama dedy tersayang." ledekan Vano membuat kakaknya tak segan melempar tas yg menggelayut indah di punggungnya itu ke arah Vano.
"Kampret lo Van.... eh iya gue denger mertua gue pulang sekarang... kira kira gue ke sana gak ya?" Ucap Vindya sambil melangkahkan kakinya menuju pintu masuk restoran cepat saji itu.
"Ya elo maunya gimana?" Tanya Vano.
"Kok lo balik nanya sih?"
"Sekarang itu yg paling tepat ya tanya hati lo... udah siap belom lo ketemu lakik lo lagi. entar malah mewek lagi di sono.... ya guenya jadi malu." Terang Vano
__ADS_1
"Bener juga ya. Tapi emang gak pa pa kalo gue ke sono? kan kapan ari gue marah marah.... dan gue yg nyebab in mertua gue anfal." Vindya merasa sedikit takut.
"Kaya gini baru tau takut lo."
"Ya kan kemaren kemaren gue emosi Van.... terus gimana ini? Bingung gue Van." kegalauan kakaknya membuat Vano paham akan perasaan Vindya yg masih mencintai suaminya.
"Gua tanya ma lo, udah siap belom lo ketemu lakik lo? hati lo udah kuat belom buat gak meluk dia?"
"Gue juga gak tau Van... bingung gue sumpah gue bingung." kata Vindya dengan air mata mulai mengalir di pipinya.
"Mending tanya papa deh gimana bagus x. inget papa bukan mama ya." Vano memberi saran.
"Kita langsung saja ke rumah mertua gue ya. Affandi sudah berangkat." jelas Vindya.
13panggilan tak terjawab
4pesan masuk
__ADS_1
Semua dari Affandi yg mengirim.
"Pa.... hari ini papa Bian keluar dari rumah sakit. Apa gak seharusnya Vindya menjenguk dan meminta maaf pa? Biar begitu papa Bian mertua Vindya." Ucap Vindya yg tengah menelfon papa Sofyan.
"Harus sayang.... papa juga salah sebenernya misahin kamu sama Affandi. Bagaimanapun juga Affandi masih sah menjadi suamimu." ucapn papa Sofya di balik terlfon Vindya.
Vindya dan Vano langsung berangkat menuju kediaman Biantara. Di dalam mobil suasana kembali hening, itu membuat Vano jadi bosan.
"Kak sebenernya Affandi belum berangkat kok. Dia masih ngurus papanya, tadi pas lo tlfn papa gue WA Affandi."
"Biarin aja sih.... gue juga kangen. tapi takut gue kebablasan."
"Kak gue mau tanya sesuatu sama lo." Vano yg tiba tiba memasang wajah serius membuat Vindya penasaran.
"Tanya aja lah dek.... kalo kakak bisa jawab pasti kakak jawab."
"Lo ada hubungan apa sama Arief?" pertanyaan Vano membuat Vindya kaget.
__ADS_1
"Dek ngerem mendadak itu gak seindah jatuh cinta lo. serem dek" kata Vindya karena kaget.
"ck Receh Vind.... tinggal jawab aja susah amat."