
"Kak Fandiiiiii" Teriakan Vindya subuh subuh membangunkan sang suami.
"Kenapa sayang?" Affandi langsung berlari ke arah kamar mandi di mana Vindya berada.
Vindya menunjukkan benda pipih sedikit panjang dengan garis merah berjumlah 2 di tangannya. Affandi langsung memeluk Vindya dan menggendongnya ke atas ranjang.
"Mulai saat ini kamu gak boleh capek dan lagi, gak boleh terlalu emosi. Ngerti kamu sayang?" Terang Affandi.
Affandi menciumi Vindya sampai merasa puas dan terakhir mendaratkan ciumannya di perut rata Vindya. Melihat Affandi sangan bahagia, Vindya memeluk Affandi.
"Sayang Vindya seneng dan Vindya tau kakak juga seneng. Tapi Vindya mohon 1 hal ke kakak, jangan suruh Vindya buat cuti kuliah. Ikutin alurnya aja ya kak, kalo misalnya Vindya males ya Vindya gak kuliah." Bisik Vindya.
"Kakak akan terus jagain sayang di rumah maupun di kampus." Affandi terus mencium perut Vindya.
***
Di apartemen Vano.
__ADS_1
Nadin Bangun tidur langsung membuat sarapan lalu membangunkan suaminya tepat di jam 5. Nadin mandi lebih dulu lalu di susul oleh Vano. Selesai memakai seragam sekolah Vano dan Nadin sholat subuh lalu sarapan. Jam masih menunjukkam di angka 6, Nadin membereskan tempat tidur sedangkan Vano menyapu lantai.
Jam 6.30 Nadin dan Vano berangkat sekolah menggunakan mobil Vindya yg sengaja di pinjamkan oleh kakaknya untuk Vano. Selama di perjalanan mata Vano sesekali melirik ke arah Nadin yg tengah duduk malas di sampingnya.
"Lo kenapa Nad?" Tanya Vano ketika memasuki area sekolah.
"Gue ngerasa ada yg ganjal Van, Tapi gak tau apa." Nadin meninggalkan Vano sendiri di dalam mobil.
Nadia berpapasan dengan Nova, Nadin hanya membuang muka. Sedangkan Nova merasa kesal sekali dengan apa yg di lakukan oleh Nadin. Nova melihat Vano dan menghampirinya.
"Van, datang ya ke acara ulang tahun gue." Nova memberikan undangan untuk Vano.
"Liat aja, kalian berdua akan mendapat balasan yg setimpal." Geram Nova.
Vano masuk ke dalam kelas dan duduk di samping Nadin. Nadin tiba tiba memeluk Vano, membuatnya berfikir aneh.
"Kenapa lo peluk gue gini sih pagi pagi? Entar ada yg bangun kan susah." Jawab Vano.
__ADS_1
"Sengaja di bangunin!!!" Kata Nadin dengan masih memeluk erat Vano.
Di sisi lain Nadin melihat Nova yg tengah mengawasi mereka dari balik jendela.
Nadin mencium Vano di pipi lalu mencium tangan Vano. Vano membalas ciuman Nadin juga memeluknya dengan erat. Nadin tersenyum puas menatab Nova yg di liputi oleh amarah.
Mau bersaing kok sama istri sah, jelas lah pelakor yg kalah. Ucap Nadin dalam hati. Vano merasa bahagia melihat Nadin lebih manja.
"Nad tumben lo manja sama gue?" Tanya Vano sambil mencium kening Nadin.
"Wajar kali Van gue manja ke suami sendiri. Yg gak wajar itu lo manja manjaan ke cewek lain." Skak mat untuk Vano.
Nadin kembali mencium pipi Vano kiri dan kanan. Vano merasa Nadin mener bener menggodanya sekarang. Vano mencium bibir Nadin karena sudah tak sanggup lagi menahan. Tapi tanpa Vano ketahui, aura pembunuh menyelimuti diri seorang gadis yg berdiri di depan jendela.
"Nad sumpah lo itu cuma niat godain gue?" Tanya Vano.
"Emang kenapa?" Lanjut Nadin.
__ADS_1
"Nad si junior bangun ini gimana sekarang?"Tanya Vano.
"Pulang aja yuk." Ajak Nadin yg langsung berjalan mensejajarkan langkah Vano yg sudah dulian berjalan ke arah parkiran.