
Keesokan hari di rumah Vindya dan Affandi di penuhin oleh orang orangnya bang Anton. Dan ada 1 orang yg membuat Affandi dan Vindya tak percaya.
"Bang gue kenal siapa dia." Ucap Affandi mengagetkan Vindya.
Vindya tak mampu mengatakan apa apa setelah mendengar pernyataan suaminya. Vindya hanya tentunduk diam tanpa sepatah katapun.
"Dim maksud lo apa dengan mendorong bini gue?" Tanya Affandi penuh amarah.
"Vindya bini lo Sat?"Tanya Dimas tak percaya.
Dimas merupakan masa lalu Vindya yg harus kandas hubungannya karena keposesifannya.
__ADS_1
"Iya lo kenal bini gue dari mana?" Amarah Affandi semakin memuncak.
"Dia masalalu gue Sat. Asal lo tau dia cewek yg buat gue harus di kirim ke luar negri. Dia cewek yg buat gue sakit hati dan dia cewek yg buat hidup gue hancur Sat." Dimas meninggikan suaranya sambil menunjuk Vindya.
"Benar itu Vin."Pertanyaan lirih dari Affandi tak mampu di jawab oleh Vindya.
"Jawab kakak Vin."Ucap Affandi sedikit meninggi namun Vindya masih membisu.
"Jawab gue ***. Lo berdua sekongkol buat ngabisin anak gue, bahkan belum sempat lahir di dunia hah!!" Suara Affandi yg semakin meninggi dengan di tambah umpatan untuk istrinya itu membuat Vindya menangis sejadinya.
"Vind gue yakin lo masih sayang sama gue. Kembalilah ke gue Vind, kita hidup bahagia. Dan lepasin Affandi dengan kekasihnya." Mendengar kata kekasih Vindya kembali melihat ke arah Affandi.
__ADS_1
"Siapa lagi kekasih lo Kak? Belum cukup kakak nyakitin hati Vindya dengan Mona?" Anton sempat tercengang di buat oleh Vindya dengan menyebut nama Mona di sebut.
"Mona siapa? Mona anak om Barata?" Vindya hanya menganggukkan kepala.
"Lo mending jelasin Fan. gue sebagai abang lo juga harus tau." Ucap Bang Anton.
"Masalah gue sama mona sudah clear dulu bang. Tapi kekasih yg di maksud dengan *** ini gue bener bener gak ngerti."Ucap Affandi.
Dimas menunjukkan beberapa foto Affandi dengan Ayu. Affandi terkaget melihat itu karena merasa dia tak memiliki perasaan terhadap Ayu. Tapi kenapa Dimas mengatakan dia kekasihnya.
"Bukannya dia mbak ayu? Jadi kalian berhubungan di belakangku dengan mengaku teman?"
__ADS_1
"Dia memang teman kakak Vind gak lebih. Papanya sendiri yg meminta kakak menjaganya."
"Dia ponakan gue Sat, asal lo tau. Orang tuanya menganggap lo sebagai calon menantunya. Dan Ayu lah yg menyuruh gue dorong Vindya yg tadinya gue gak tau siapa yg berjalan di samping lo. Gue mengenal lo jadi gue mau bantuin Ayu. Gue juga gak tau kalo Vindya lagi hamil. Gue emosi denger cerita ponakan gue yg menangis nangis katanya tunangannya di rebut cewek lain. gue sadar Vindya mungkin masalalu gue tapi gue gak bisa maksain dia buat balik sama gue. Gue cuma mau minta lo jangan sakiti ponakan gue lagi. Gue bersedia bertanggung jawab atas perbuatan gue. Gue cuma minta 1 ke elo Sat. Jadikan dia bini ke dua lo."