Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Cuek


__ADS_3

Pagi pagi Vindya bangun seperti biasa. Membuat sarapan untuk suaminya dan sholat berjamaah. setelah selesai sholat Vindya langsung bersiap untuk kesekolah. Perasaan Vindya benar benar kacau, tapi dia enggan untuk menunjukkan.


Tanpa pamit Vindya berangkat sekolah meninggalkan Affandi yg tertidur di ruang bacanya setelah sholat subuh. Vindya mencoba biasa saja namun saat dia sendirian, semua itu tidak ada artinya. karena sakit di hatinya sungguh membuatnya sesak.


sesampainya di sekolahan Vindya langsung ke ruang Osis. Arief yg sudah ada di dalam ruangan tengah menyusun serangkaian acara. Membuat Vindya penasaran akan rencana apa saja yg di buat Osis untuk MOS kali ini.


"Hei duduk sini. gue ngusulin buat camping di bukit sana gimana menurut lo?" Tanya Arief bersemangat.


"Bagus juga tu idenya. secara bukit itu gak jauh juga terus medannya juga gak terlalu susah." Ucap Vindya.


"Hallo eperibadi pagi pagi makan biji kopi." Kata Riska yg baru datang denga suara cemprengnya.


"Brisik" Ucap Vindya sambil mengacak rambut pendek Riska.


"Ak elah minggir lo ah Vind pagi pagi udh mojok aje sama Arief." Ucap Riska "Eh entar lo ama gue ya Vind. Secara kita kan pren." lanjutnya.


"Pren apa pret?" Tanya Vindya sambil duduk di samping Arief.


"Ceehh elo mah gitu terus Vind. Rief kasi ya gue sama Vindya." Ucap Riska memelas.


"Iya.... tapi kalian gak boleh terlalu gila ya. gue tau kalian kalo udh berdua." Ucap Arief menyetujui.


"Asiap boss" Kata Riska dengan tangan menghormat.


"Udah yuk... itu upacara mau di mulai."

__ADS_1


Setelah upacara selesai para murid baru di persilahkan masuk ruangan sesuai dengan nama kelas masing masing. Vindya yg sedikit lebih diem disadari oleh Vano yg juga murid baru di sekolah Vindya.


"Lo kenapa da? gue liat dari tadi bengong doang" Tanya Vano sambil berjalan menuju kelas.


"Nanti gue cerita.... sekarang sekolah dulu." Ucap Vindya membuat lega adiknya.


Di dalam kelas Vindya memang meminta kelas di mana adiknya berada. Vindya mulai mengabsen satu persatu peserta MOS sampai selesai. namun tiba tiba ada suara yg membuat kaget Vindya.


"Kak mundur dikit kak." Vindya mundur


"lagi kak" lagi Vindya mundur


"lagi kak"


"Kenapa kakak di suruh mundur terus Vano?" Tanya Vindya jengkel.


"Kakak Cantinya kelewatan hahahaha" Gombal Vano di sambut tawa teman sekelas dan Riska juga Arief yg sedang berada di ruangan yg sama.


"Uh.... Baper gue.... Sini peluk dulu" Ucap Vindya sambil merentangkan tangan.


"Cium juga ya" Vindya langsung mencium pipi Adiknya itu di sambut riuh satu kelas.


Aksi Vindya membuat Arief melotot tak percaya. Tak ada yg tau kalo Vano adik dari Vindya selain Nadin.


Bel pulang pun berbunyi Vindya menuju ke ruang Osis untum Rapat sebentar. Arief terus memperhatikan Vindya yg tengah asik bercanda dengan Osis lainnya.

__ADS_1


"Vin lo bawa kendaraan?" Tanya Riska.


"Bawa... kenapa?"


"Gue ikut lo ya. gue lagi males pulang."


"Ok"


Kedua gadis itu berlalu meninggalkan ruangan. Arief hanya mampu memandangi punggung gadis cantik itu. Hanya ada kediaman setelah kejadian di kelas tadi.


"Ris ini kenalin adek gue Vano." Kata Vindya setelah sampai di mana mobil Vindya terparkir.


"Oh adeeekkk pantesan lo peluk puluk cium cium ma ni manusia. lah ini siapa?" tanya Riska.


"Ini Nadin Ceweknya"


"Oh lo sekelas juga kan?"


"Iya kak."


"Sudah masuk yo semua." Vindya masuk kedalam mobil.


Lama mereka di dalam mobil Vindya, namun tak kunjung berjalan. Vindya yg mulai meneteskan air mata membuat Vano kelabakan.


"Lo kenapa?"

__ADS_1


__ADS_2