Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Pengakuan Vano


__ADS_3

Bel masuk berbunyi semua murid masuk ke dalam kelas termasuk Vano. Tingkah Vano sedikit aneh membuat Nadin curiga. Vano masuk ke dalam kelas tiba tiba memeluk Nadin dan berbisik.


"Jangan pernah tinggalin gue Nad, Gue gak bisa hidup tanpa lo." Vano seperti orang hilang kendali.


Di dalam kelas dengan penuh murid memperhatikan Vano yg memeluk Nadin. Vano tak perduli dengan celotehan temen temen kelasnya semakin erat pelukannya.


"Gue malu Van, jangan lah lo jatuhin harga diri gue. Gue tau lo lakik gue yg udah halal mau ngapain gue. Tapi jangan di depan umum gini dong. Malu gue, berasa kaya binatang tau." Vano melepaskan pelukannya ketika mendengar bisikan Nadin.


"Maksud lo berasa kek hewan?" Pertanyaan yg tak Nadin jawab.


"Itu pak Soleh dateng jangan brisik Van." Kata Nadin memberi tahu Vano.


Pak Soleh mulai menceritakan kemuliaan seorang Siti Aisyah seorang pendamping yg terpilih untuk mendampingi Rosulullah. Betapa setianya Siti Aisyah mendampingi Rosulullah dalam suka dan duka. Dari parasnya yg canti dengan kulit putih dan pipi kemerah merahan tanpa make up sehingga Rosulullah memberi nama khumairah dengan arti pipi kemerah merahan.


Pak Soleh menceritakan dengan penuh penghayatan. Membuat Nadin bertanya pada diri sendiri. Sudah kah gue bisa menemani Vano di surga nanti? Tuhan tegurlah hamba ketika hamba melakukan kesalahan dan membuat sakit hati suami hamba. Tanpa terasa air mata Nadin menetes dan membuat pak Soleh tertarik untuk mendekat dan bertanya.

__ADS_1


"Kenapa Nadin menangis?" Tanya Pak Soleh membuat hampir seluruh teman teman di kelas memandangnya.


"Nadin takut gak bisa nemenin Vano di surga nanti pak. Dosa Nadin segede gunung." Pak Soleh memperhatikan Vano nampak kaget.


"Emmm itu Vano yg bisa menjawab bukan bapak. Coba Vano jawab." Pak Soleh kini malah bertanya sama Vano.


"Sepertinya gue yg gak bisa nemenin lo di surga nanti Nad. Gue udah nyakitin lo, gue udah hianati lo berulang kali. Lo setia sama gue, terima apa adanya gue. Tapi gue selingkuhin lo berulang kali." Ucapan Vano mengagetkan Nadin.


"Lah kalo kaya gini lain lagi. Nadin ini tugas kamu untuk membawa Vano kembali ke jalan yg bener. Dan cepetan halalin biar gak membuat banyak dosa." Kata pak Soleh tersenyum tipis.


"Kalo halalin Nadin sudah Vano halalin pak. Cuma Vanonya yg suka lirik lirik." Jawaban Vano membuay kaget seisi kelas termasuk sang guru.


"Sudah setahun pak. Tapi selama itu Saya sudah 4x pacaran diem diem dengan cewek lain." Ucapan Vano membuat Nova dan Ratna kaget.


"Jadi gue pecaran sama suami orang?" Suara dari seorang cewek cantik di pojokan bernama Ratna mengagetkan Nadin.

__ADS_1


"Gila Van, lo bisa gitu pacaran sama Ratna. Dan bodohnya gue cuma tau lo pacaran sama Nova doang." Ucapan Nadin membuat pak Soleh menoleh.


"Iya gue minta maaf, gue kapok gue gak akan ulangi lagi gue janji sama lo." Ucap Vano menyudahi perdebatannya sama Nadin.


"Selain mereka berdua siapa lagi?" Tanya Nadin semakin menjadi.


"Sama Maya juga Velly. Gue pacaran sama mereka barengan dan bertahan selama seminggu aja mereka keburu berantem jambak jambakan. Sama Ratna juga seminggu. Sama Nova cuma 3 hari keburu lo tau terus gak pernah pulang ke apartement. Gue bangun lo udah gak ada gue tidur lo masih gak ada." Akui Vano membuat Nova tertunduk.


"Lo beneran kapok?" Tanya Nadin yg masih membuat sang guru termangu tak percaya. Setau gurunya itu Vano seorang pemuda yg cuek terhadap lawan jenist ternyata pecinta wanita sejati.


"Jadi bukan Nadin yg merebut elo dari Nova?" Tanya Maria yg sengaja bertanya karena merasa jengkel di bohongi Nova.


"Mana ada, gara gara dia gue di suruh ceraiin bini gue. Sumpah nyesel gue ngajak dia jalan. Mana banyak mintanya lagi.


Nadin aja gak sampek segitu maksa kalo minta sesuatu. Bukan gue pelit tapi gue ilfil aja kalo ada cewek belom apa apa udah minta ini itu." Terang Vano.

__ADS_1


"Udah makanya sekarang lo harus belajar dari pengalaman, lebih berfaedah lo itu nyenengin bini sendiri dari pada toge. Lagian ya sebanyak apapun lo nyenengin istri lo maka Allah akan memberi lo rejeki yg berlimpah." Ucapan Nadin mendapat persetujuan dari sang guru.


"Yg di bilang nadin bener. Membahagiakan istri akan membuat rejeki suami semakin lancar. Karena selain sebagai soerang istri wanita itu seorang ibu. Ridho ibu adalah Ridho Allah. jadi jangan berani sama seorang istri, lebih lebih dia seorang ibu." Jelas Pak Soleh.


__ADS_2