
"Kak Fandi... Vindya capek pengen di sun dong biar ilang capeknya." Rengek Vindya di tengah pintu bergelayutan daun pintu.
"Di mana mana capek itu mintanya di pijit sayang, bukan minta di sun." Affandi menyahut tanla menoleh ke arah Vindya.
"Tapi ini capeknya lain kak, makanya penghilang capeknya itu ya di sun" Ucap Vindya sambil berjalan menuju suaminya yg tengah bekerja.
Tangan Vindya menusuk nusuk di pundak Affandi yg tengah sibuk dengan kertas dan buku tebalnya. Affandi tak menggubris ulah istrinya. Vindya masih dengan aksinya tapi yg membuat Affandi terkaget adalah tetesan air yg jatuh di lengannya.
"Sayang kenapa?"Affandi langsung meletakkan pena dan kertas di mejanya dan membawa istrinya itu duduk di pangkuannya.
"Vindya cuma minta sun dikit aja gak di kasi." Ucap Vindya dengan isak tangis yg semakin membuat nafasnya tersengal sengal.
"Ya ampun Vindya kalo mau sun ya sini sun kakak, kenapa harus nangis sih sayang. Udah sini peluk juga." Affandi memeluk istrinya dengan beberapa kali mecium kening istrinya.
"Kakak anterin pulang ya, kakak sejam lagi ada kelas lo." Affandi mengangkat istrinya untuk bangun dari pangkuannya. Namun Vindya menggeleng kepala.
__ADS_1
"Mau ikut kakak ke kampus? Sekalian pengenalan hmmm?" Tawar Affandi yg membuat Vindya mengembangkan senyumnya.
"Tapi boleh kan Vindya menunggu kakak sambil jajan?" Tanya Vindya.
"Boleh dong sayang. ini kamu pegang saja dompet kakak biar kamu lebih bebas belanjanya." Affandi memberikan dompet ke Vindya.
Sesampainya di kampus ternyata masih lagi 30 menit sebelum kelas di mulai. Affandi mengantar Vindya ke kantin. Di kantin Affandi ketemu dengan Ahmad dan Nadia istri Ahmad juga Ayu di samping nya.
"Hei kak Ahmad apa kabar?"sapa Vindya.
"Gini gini aja. Oh iya katanya kak Nadia udah ngelahirin ya? cewek apa cowok?" Tanya Vindya yg duduk di sebelah Affandi.
"Iya anak gue cowok, waktu ini kok lo gak dateng sih cuma Affandi sendiri bawa kadonya." Kini Nadia menanyakan.
"Iya kak soalnya bertepatan dengan seminar novel baru aku yg baru rilis makanya aku minta kakak ke sana sendiri."
__ADS_1
Mendengar kata Kakak untuk Affandi. Ayu yg tadi bingung siapa yg di ajak oleh Affandi. Namun kini fikiran Ayu berfikir bahwa Vindya gadis dengan baju kaos polos warna putih dan rok abu abu itu adiknya Affandi.
"Kak Vindya mau itu dong." Vindya menunjuk dearah ketoprak. Dengan sigap Affandi langsung memesan untuk Vindya.
"Vindya kakak ada kelas. Vindya sayang di sini dulu ya sama kak Nadia." Affandi berpamitan dan di ikuti oleh Ahmad yg memang sejurusan dan Ayu.
"Kak cewek itu siapa sih?" Tanya Vindya.
"Oh itu Ayu anak dari salah satu dosennya Ahmad sama Affandi. Lo niatnya ngambil jurusan apa nanti?" Tanya Nadia.
"Vindya kayanya ambil kedokteran kak, tapi masih ragu mau langsung lanjut atao berenti dulu setaun." Terang Vindya dengan melahap ketopraknya untuk sendok terakhir.
"Loh kenapa berhenti? Ragu?" Vindya menggeleng.
"Bang satu lagi ya."Nadia yg melihat menjadi heran dan berfikir Ni cewek rakus sekali." Ini kak takut kenapa kenapa entaran." Vindya menunjuk ke arah perut yg membuat Nadia tersenyum lebar.
__ADS_1
"Pantes lo makannya banyak. sedang isi to?"