
Ayu: Affandi lo di cafe ato di rumah? Bosen gue.
Affandi: Gue di rumah
Ayu: Jalan yuk bosen beneran gue mah.
Affandi: Vindya sendirian di rumah
Ayu: Gue ke rumah lo deh kalo gitu
Affandi: Vindya tidur gak enak lah entar dia kebangun. lagian dia butuh istirahat yg cukup.
Ayu: Terus lo ngapain sekarang.
Affandi: Nemenin Vindya dia belum mau lepasin pelukannya.
"Vindya terus yg di urusin, lama lama gue abisin juga tu anak." Ucap Ayu penuh amarah.
Di tempat Affandi dan Vindya.
Vindya yg tidur dengan memeluk intens suaminya itu membuat Affandi ke susahan bergerak. Vindya terlihat kelelahan, entah apa yg membuatnya lelah.
__ADS_1
"Sayang, kenapa wajahmu terlihat lelah ssekali? apa kamu kecapekan ngurus rumah tanpa bantuan pembantu?" gumam Affandi dengan membelai wajah istrinya.
Dalam lamunannya Affandi merasa kasian pada Vindya. Affandi terus memutar otaknya untuk menyampaikan kata apa yg cocok untuk di ucapkan pada istrinya tentang pembantu rumah tangga. Affandi menghela nafas karena teringat istrinya pernah bilang bahwa dia tak ingin menggunakan jasa pembantu.
Vindya berasalan hanya ingin menghabiskan hari dengan suaminya saja. Tanpa harus ada orang lain selain dia dan dirinya. Di sisi lain Affandi menyetujui karena ingin menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam mengurus rumah tangga.
"Kaaakkk Vindya laper."Vindya membuyarkan lamunan Affandi.
"Sayang mau makan apa?" Tanya Affandi seraya membantu Vindya duduk.
"Pengen makan sosis bakar di cafe kamu yang tapi kamu yg bakar." Terang Vindya.
Tanpa berlama lama lagi Vindya dengan menggunakan dress rumahan warna merah di atas lutut tanpa lengan dengan menggunakan sepatu ket warna putih. Sedangkan Affandi menggunakan kaos warna merah dan celana selutut warna coklat sepatu warna coklat.
"Sayang udah siap? Ayo tadi mas Ali telfon katanya ada tamu yg mau kerja sama dengan cafe kita." Affandi menghampiri Vindya di dalam kamar dengan mengambil jaket warna hitam.
"Sudah kok kak, ayok kita berangkat."Ajak Vindya dengan tak lupa mengambil tas punggung kecil warna coklat.
Tak membutuhkan waktu lama Affandi dan Vindya yg menggandeng lengan Affandi tiba di cafe. Tak ada yg aneh memang hanya kedatangan tamu yg belum lama dikenal dengan nama om Toha. Om Toha masih teman dari papa Biantara. Om Toha ingin mengajukan kerja sama dengan menyediakan tempat yg tak jauh dari kampus Affandi. Tak ada yg tau di pojokan duduk seorang gading dengan rambut bergelombang sepinggang tengah memperhatikan mereka.
"Om Toha ya?" Sapa Affandi.
__ADS_1
"Iya bener, ini anak saya Yoga yg nantinya akan terjun langsung menangani cafe. Sekalian belajar dari kamu nak. Oh iya ini siapa?" Tanya om Toha
"Oh ini Vindya istri saya. Mungkin om Toha mengenal bapak Sofyan. Vindya ini adalah putri pertamanya." Jelas Affandi yg begitu jelas di dengar oleh gadis yg tengah mengaduk minumannya dengan kasar.
"Oh bapak Sofyan? Iya om kenal, seorang yg pekerja keras dan jujur seperti beliau siapa yg tak kenal. sekarang om juga sedang menjalin kerja sama untuk pembangunan hotel baru."
"Iya benar kah? wah kebetulan sekali kalo gitu. Terus untuk cafe nya sendiri apa sudah ada bangunanya pak?" Tanya Affandi.
Affandi dan Toha juga Yoga pun larut dengan obrolan tentang rencana cafenya. Tanpa terasa meja mereka penuh dengan piring makan dari Vindya. Benar Vindya sudah hampir 5x nambah makanan yg berbeda membuat om Toha dan Yoga heran. Affandi yg menyadari itu dengan cepat memberi penjelasan.
"Harap maklum ya om, istri saya lagi ngidam jadi sering kalap kalo berhadapan dengan makanan." Terang Affandi.
"Oh sedang isi? Selamat ya. Tak masalah untuk Om. Ini lah rejeki kalian, di umur kalian yg masih muda sudah mau menjadi bapak. tapi ngomong ngomong kalian gak MBA kan?" Selidik om Toha.
"Bukan lah om, kami menikah sudah 3 tahunan dan baru di beri kepercayaan oleh Allah om." Jelas Affandi dan melirik Vindya yg tengah asik dengan Rainbow cake nya.
"Oh kalian nikah muda."
"Iya om, bahkan kami pacarannya setelah menikah. Saya yg meminta begitu om. karena takut dosa." Jawab Affandi mendapat anggukan dari Om Toha.
"Bagus itu. Pemikiran kamu om suka. Sekali lagi selamat ya. Ya sudah kalo begitu om pamit ya." Ucap Om Toha sambil meninggalkan Affandi dan Vindya yg masih sibuk dengan makanannya.
__ADS_1