Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Foto


__ADS_3

Nadin berusaha untuk biasa saja menghadapi Vano. Setelah sholat isya Nadin kembali ke kamar mandi dengan menenteng selimut tebal yg biasa ia gunakan untuk alas. Tak menunggu lama Nadin pun terlelap.


Vano kembali ke kamar setelah begitu lama diam di ruang tamu. Vano di kamar di buat terkejut oleh Nadin. Nadin hilang tak tau kemana. Vano mencari setiap ruangan yg ada karena dia yakin Nadin gak mungkin untuk keluar. Karena dirinya menunggu di ruang tamu tak mendapati Nadin keluar kamar lagi.


"Lo di mana sih nad? Seminggu ini kenapa lo jadi aneh?" Gumam Vano. Berbarengan dengan hp Vano berbunyi.


"Sayang kenapa kamu gak ada menghubungi aku sih seharian ini? Kamu berubah yang." Suara di sebrang hp Vano.


"Sorry yang lagi ada masalah dikit di rumah." Jawab Vano


"Yang aku kangen. Besok jadi kan kita jalan ke Bandung?"


"Jadi kok yang. Tapi bareng keluarga aku ga pa pa kan yang?" Tanya Vano.


"Gak apa kok sayang biar lebih akrab sama kakak kamu juga."


Vano mematikan hp dan mencoba menghubungi Nadin. Vano mendengar bunyi nada dering Nadi di dalam kamar mandi. Vano mencari asal suara dan membuka pintu kamar mandi. Betapa terkejutnya Vano mendapati Nadin tidur di dalam kamar mandi.

__ADS_1


Tanpa menunggu lagi Vano langsung mengangkat Nadin dan menidurkan di ranjang. Vano merebahkan diri di samping Nadin. perlahan Vano mencium kening Nadin dan tidur dengan memeluk Nadin.


Keesokan harinya Nadin kaget bukan main mendapati dirinya tidur di atas ranjang dengan Vano di sampingnya. Nadin melirik jam sudah menunjukkan jam setengah 5.


Nadin ke kamar mandi untuk mandi dan Wudhu untuk sholat subuh. Nadin tak pernah lagi membangunkan Vano dari terakhir kali Nadin menyuruhnya sholat subuh. Setelah sholat subuh Nadin pergi ke dapur untuk membuat sarapan.


Karena hari ini mulai libur kenaikan kelas jadi Nadin memutuskan untuk ke pasar. Nadin membeli sayur dan beberapa bahan makanan yg sudah mulai habis. Hanya dengan menggunakan dress rumahan dan dandan alakadarnya Nadin tak pernah malu untuk melayani suaminya. Melaksanakan tugas tugas sebagai seorang istri.


Di apartement Vano terbangun tanpa mendapati Nadin di sampingnya membuat emosinya meningkat. Vano terus memanggil istrinya namut tak mendapat jawaban.


Di dapur Vano melihat sarapan sudah di buat oleh Nadin. Setelah 1 jam Vano mencari Nadin. Dia memutuskan untuk menunggu di ruang tamu.


"Kakak kok lo ke sini pagi pagi sekali sih?" Tanya Vano sembari menetralkan emosinya.


"Sengaja gue kesini pagi pagi mau minta sarapan." Ucap Vindya dengan langkah seribu menuju meja makam yg tersedia roti dan sosis juga telur tertata rapi di meja makan.


"Sumpah lo beruntung Van dapetin Nadin. Pinter banget dia ngelayanin lo. Menu sarapan aja lengkap gini, gimana menu makan malem Van." Vindya terus memuji adik iparnya itu.

__ADS_1


"Nadin udah seminggu ini gak pernah masak untuk makan malam. Bahkan gak tau gue dia pulang ato enggak."Jawab Vano sembari melirik ke arah Nadin.


"Lah ada apa ini hah? Kalian ada masalah? Cerita ke kakak." Vindya menahan emosi.


"Gak ada kak. Belakangan ini papa kurang sehat jadi Nadin pulang ke rumah." Bohong Nadin karena tak mau membuat Vindya dan Vano bertengkar.


"Bohong banget lo. Kemaren papa sore ke sini dan nanyain lo. Berarti selama seminggu ini lo gak pulang ke sana. Terus lo kemana? Gak pernah angkat telfon gu, chat jarang di bales. Lo selingkuh di belakang gue kan?" Vano meghakimi Nadin namun Nadin hanya terdiam dan menunduk.


Sampai Affandi mendekati adik iparnya itu dan mengajaknya ngobrol di salah satu ruangan.


"Cerita sama abang, Nadin percaya sama abang kan?"Affandi memulai pembicaraan.


Nadin menunjukkan beberapa Foto Vano dengan Nova pada kakak iparnya itu. "Apa yg harus Nadin lakukan bang? Nadin gak mau Vindya denger. kalo kakak denger sudah pasti Vano akan mendapat masalah. Nadin Gak mau."


"Ya sudah nanti abang yg sampaikan ke kakak. Sekarang panggil Vano ke sini." Titah Affandi.


"Kenapa bang?" Tanya Vano saat me masuki ruangan.

__ADS_1


"Maksud lo apa Van tolong jelaskan ke abang sebelum kakak kamu denger." Affandi menunjukkan foto dari Nadin.


__ADS_2