Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
10


__ADS_3

Ayah dan ibu mengizinkan jika khanza pergi menginap dipesantren mengikuti aluna dan atthar


"Alhamdulillah, terimakasih pak bu, telah mengizinkan khanza mengikuti saya" aluna berterimakasih kepada kedua orang tua khanza


"Iya nak sama sama, ibu seneng khanza mau main kepesantren, oh iya apa kalian sudah makan? Nanti makan disini saja ya, lagian sebentar lagi mau maghrib, sholat maghrib dan makan malam disini saja" ibu menawarkan aluna dan atthar


"Tidak usah bu, g enak ngerepotin ibu sama bapak" tolak aluna sopan


"Sebaiknya sholat disini dulu saja nak, g baik maghrib dijalan" timpal ayah


"Baikla kalau begitu aku permisi dulu ya mbak, mau bersih bersih dan mau masak khusus untuk mbak una" khanza sangat bersemangat, atthar hanya memandang khanza sekilas


"G usah repot repot dek" cegah aluna


"G kok mbak tenang aja" khanza beranjak dari dudukannya bergegas masuk kekamarnya untuk membersihkan diri, sementara aluna dan atthar masih berbincang bersama ayah dan ibu


Adzan maghrib sudah berkumandang, khanza membawa aluna kekamarnya untuk berwudhu, sementara atthar ia ditemani oleh ayah untuk mengambil wudhu, setelah berwudhu khanza melihat sebentar ponselnya, dan betapa terkejutnya ia jika ada 5 panggilan dari daniel yang tidak terjawab, ia pun membuka pesan dan ia juga tak kalah terkejut jika daniel mengiriminya banyak pesan


Aluna melihat khanza sibuk dengan ponselnya, rupanya khanza membalas pesan dari daniel


"Dek ayo semua orang sudah menunggu kita untuk sholat"


"Oke mbak bentar" tangan khanza masih berselancar digadgetnya, aluna hanya menggelengkan kepalanya


"Oke mbak sudah, yuk kit sholat didepan"


Tak lama kemudian khanza dan aluna sudah berada diruangan depan ruangan seperti musholla tempat khusus beribadah, semuanya sudah berkumpul


"Nak atthar saja yang jadi imamnya" pinta ayah


"Baik pak, permisi" atthar pun mengambil tempat imam dan mereka mulai melaksanakan sholat maghrib berjamaah


Khanza dan lainnya tertegun dengan suara merdu atthar, yaa terkecuali aluna, aluna sudah biasa mendengarnya, karena suaminya juga mempunya suara yang merdu


Setelah selesai sholat, atthar juga memimpin doa, ayah sangat kagum kepada atthar, ayah berkeinginan ingin punya menantu seperti atthar, yang bisa membimbing khanza anaknya menuju kejalan yang benar dan ke surganya Allah SWT

__ADS_1


Sholat berjamaahpun selesai, ayah dan ibu membawa para tamunya untuk menikmati makan malam, yang telah disiapkan oleh khanza


"Ini kamu semua yang nyiapain dek?" tanya aluna dan khanza mengangguk


"Semua masakan ini memang khanza yang nyiapin, ibu sudah jarang sekali memasak karena semua tugas ibu sudah dikerjakan khanza" jawab ayah memuji anaknya


"MasyaAllah hebat kamu dek"


"Biasa aja mbak, ya sudah ayo kita mulai makan" khanza mengajak semua orang untuk duduk dan makan, khanza mengambilkan nasi untuk kedua orang tuanya dan tamunya, iapun ikut serta untuk makan malam


Aluna memuji masakan khanza yang sangat enak, attharpun demikian namun ia tidak mengungkapkannya, ia hanya memuji dalam hati, setelah selesai makan waktu menunjukkan pukul 18.30 wib, atthar dan aluna pamit untuk pulang


"Pak buk, makasi atas jamuannya, sangat enak dan maaf jika merepotkan" ucap aluna


"Iya nak sama sama, sering sering main kesini ya, nak atthar juga" ucap ibu tersenyum lembut


"InsyaAllah bu, terimakasih pak bu dan khanza, kami pamit pulang dulu" ucap atthar, merekapun menyalami ayah dan ibu khanza, sedangkan atthar hanya mengatupkan kedua tanggannya didepan dadanya kepada khanza


"Hati hati ya mbak una, mas" khanza mengantarkan mereka hingga mereka masuk kedalam mobil, mereka pun saling melambaikan tangan


Ia mengirim pesan kepada daniel


"Maaf aku g bisa angkat telfon kamu dan balas pesan kamu, tadi ada mbak aluna dan adik iparnya kerumah"


Khanza menunggu balasan dari daniel, tak lama kemudian terdengar bunyi di ponsel khanza, rupanya daniel enggan membalas pesan khanza, ia langsung saja menghubungi khanza


"Ya hallo"


"Hai nona, kenapa tidak memberikan kabar jika sudah sampai dirumah?" tanya daniel lembut


"Iya maaf, tadi mbak una sama mas atthar mampir kerumah, jadi ngobrol lama, ponsel aku di dalam tas"


"Ya sudah, g apa apa, besok mau kemana? Mau jalan g?" ajak daniel


"Besok aku g bisa, kan aku uda kasi tau besok aku ikut mbak una kerumah mertuanya hari minggu baru aku pulan kesini, rumahnya jauh, aku nemenin mbak una"

__ADS_1


"Yaah, kenapa sampe nginap sih?" daniel menghela nafas


"Ya karena jauh, maaf ya, aku g enak soalnya aku uda janji dari minggu lalu" khanza berkata lembut


"Ya uda deh g apa apa, tapi weekend depan jalan bareng aku ya"


"Hmmm mau g yaaaa" goda khanza


"Kalau g mau aku paksa nih, aku jemput kerumah hayoooo" khanza tertawa mendengar ucapan daniel, khanza menyetujuinya


Mereka mengobrol panjang hingga larut malam, mereka benar seperti orang yang sedang kasmaran, yang sedang dimabuk cinta, waktu menunjukkan pukul 23.00 wib khamza menyudahi panggian teleponnya dan segera melaksanakn kewajibannya yaitu sholat isya, ia sudah sangat terlambat ntuk sholat isya, tapi tak ap biar lambat dari pada tidak sama sekali 😀


Setelah ia menyelesaikan kewajibannya ia pun membereskan baju yang akan ia bawa unthk kepesantren besok, setelah itu ia tertidur dengan sangat pulas, tak lupa ia mengaktifkan alarm seperti biasa


...*****...


Pagi menjelang, khanza sudab bangun subuh tepat pukul 4.30 wib, ia melaksanakan sholat subuhnya dan juga membersihkan rumah, setelah membersihkan rumah, ia membuat sarapan pagi untk dirinya dan kedua orang tuanya, setelah melakukan kewajibannya ia pun bersiap untuk mandi


Khanza sangat cantik dengan menggjnakan gamis panjang yang tertutup serta hijab yang menutupi kepalanya, ayah yang baru saja keluar dari kamarnya tertegun melihat anaknya


"Ehh ini beneran anak ayah?" ucap ayah tersenyum lebar


"G cantik ya yah? Khanza tuker lagi ya" khanza ingkn bergegas masuk kekmar namun ditahan oleh ayahnya


"Cantik banget sayang seperti bidadari surga, ya kan buk?" tanya ayah kepada ibu yang baru saja muncul, ibu mengangguk dan matanya berbinar


"Ibu berharap kamu begini setiap hari, selain cantik juga ngurangin dosa, dosa kamu dan dosa orang yang melihatmu" ibu membelai wajah anaknya lalu ia menciumnya


"Doain ya bu, doain khanza siap untuk berhijab"


"Hijab itu bukan soal siap g siap sayang, tapi itu suatu keharusan dan kewajiban, ya sudah kita sarapan dulu yuk ntar kamu keburu dijemput" ayah menasehati putri semata wayangnya


...Bersambung...


...Jangan lupa lie, koment, vote, dan follow...

__ADS_1


...Terimakasih reades 🥰🙏...


__ADS_2