Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
68


__ADS_3

Umi menceritakan semuanya pada atthar, umi bercerita jika daniel kembali menghubungi khanza dan semakin membuat hati khanza bingung


"Bahkan daniel ingin masuk islam nak, karena hanya ingin menikahi khanza" ucap umi menceritakan masalah khanza kepada atthar dan disana juga ada abi


"Alhamdulillah umi, jika ia ingin masuk islam, bukankah itu sesuatu yang baik?" jawab atthar


"Tapi jika daniel masuk islam dan menikah dengan khanza lalu bagaimana denganmu nak?" tanya umi


Atthar tersenyum walaupun hatinya bimbang, ia berusaha rasional


"Umi.....bukankah umi sudah tahu jika jodoh, rezeki, dan maut itu ditangan Allah? Sekeras apapun atthar menginginkannya dan dekat dengannya bahkan satu rumah, tapi jika bukan jodoh atthar, atthar bisa apa umi?" atthar tersenyum lembut


Umi tersenyum dan mendekati anaknya, ia mengusap punggung anaknya


"Umi senang, kamu tidak dibutakan cinta, kamu masih bisa berpikir dan mengingat jika semua sudah diatur olehNya" ucap umi


"Abi senang mendengarnya, ternyata anak abi berhati besar" ucap abi dan atthar hanya tersenyum


Tak bisa dipungkiri jika ada sedikit kekecewaan dihati atthar, ia juga manusia biasa yang bisa kecewa, namun atthar akan tetap berusaha selama khanza benar benar menikah dengan daniel


...****************...


Setiap malam atthar bangun dari tidurnya disepertiga malam, ia bercerita kepada yang Maha Mendengar, ia juga berdoa agar didekatkan dengan jodohnya


"Jika ia bukan jodoh hamba, maka tolong jauhkan kami ya Allah, jangan biarkan aku berharap kepada manusia, hamba hanya berharap pada Mu ya Allah....hanya pada Mu yang Maha Pemberi" ucap atthar dalam doanya


Subuh pun berkumandang, hari ini atthar menjadi imam sholat dimasjid dan seperti biasa setiap sholat subuh akan ada tausiah yang akan disampaikan oleh ustadz ustadz yang ada di pondok


Kali ini giliran atthar yang akan memberikan tausiah, atthar membuka tausiahnya dengan salam dan sebagaimana, dan sampailah dimana ia akan membahas tentang masalah khanza


"Bagaimana jika seseorang masuk islam bukan karena Allah?" ucap atthar, ia tersenyum dan melirik pada khanza yang juga menatapnya lalu khanza menunduk malu


"Masuk islam karena hanya ingin menikah bukanlah sesuatu yang salah, masuk islamnya sah tidak ada masalah" ucap atthar


"Orang yang masuk islam itu disebut muallaf dan muallaf itu sebenarnya orang masih labil, dia masuk islam bisa karena cinta atau karena harta atau karena yang lainnya" sambung atthar


Khanza kembali melihat kearah atthar dan atthar juga melirik khanza, ia tersenyum tipis dan kembali melanjutkan tausiahnya


"Namun...masuk islam karena hanya ingin menikahi wanita muslim agar mereka tetap bersama itu tidak dianjurkan tapi itu tidak salah, yang lebih baiknya adalah orang tersebut membaca islam dan memahami islam serta menerimanya dan kemudian menikah dari pada ia masuk islam hanya karena ingin menikah" atthar kembali melirik khanza, khanza terus memandangi atthar yang sedang memberikan tausiah


Tujuan tausiah atthar yang membahas tentang kondisi khanza sekarang adalah agar khanza bisa berpikir jernih, atthar hanya memberikan pandangan terhadap hukum islam, agar khanza tidak kembali bimbang dengan hatinya, agar khanza bisa dengan yakin menetapkan pilihannya


"Cinta itu buta bukan? Tapi itu tidak masalah bisa jadi itu batu pijakan untuk datang kepada Allah, jadi jika ia masuk islam hanya karena ingin menikah, selama ia menjalani dan mempraktekkan islam dengan benar setelah itu, maka itu tidak masalah"

__ADS_1


"Jadi sampai disini paham ya, yang penting adalah hasil akhirnya, mari kita doakan semoga orang orang yang menajdi muallaf karena alasan apapun akan menjadi muslim yang taat" ucap atthar


Atthar pun mengakhiri tausiahnya, mereka bershalawat dan bersalaman satu sama lain


Khanza menunggu atthar keluar dari masjid, ia ingin menanyakan sesuatu kepada atthar, disaat ia melihat atthar keluar khanza pun memanggilnya


"Mas......" ucap atthar


Atthar menoleh kearah khanza dan tersenyum


"Ya khanza, ada apa?" jawab atthar


"Mmmm...apa boleh khanza bertanya?" tanya khanza


"Boleh...sambil jalan boleh? silahkan kamu duluan mas akan mendengarkannya dibelakang" ucap atthar


Khanza tersenyum "Baiklah mas"


Khanza berjalan mendahului atthar, dan ia mulai bertanya


"Kenapa mas membahas soal seseorang yang akan muallaf?" tanya khanza


"Memangnya kenapa? Apa mas salah?" jawab atthar, ia selalu tersenyum jika berbicara dengan khanza


"Bu...bukan...hanya saja setiap kali mas memberikan tausiah sepertinya selalu mengarah ke masalah khanza" ucap khanza dengan sedikit memalingkan wajahnya kearah atthar


"Kenapa mas tertawa?" tanya khanza


"Hahaa...maaf...umi bercerita jika daniel kembali menghubungimu dan ingin mengikutimu untuk masuk islam, apa itu benar?" tanya khanza


"I...iya mas..." jawab khanza gugup


"Bukankah kamu menjadi bimbang kembali?" tanya atthar lagi dan khanza melihat atthar dengan anggukan kepala


"Tausiah yang mas sampaikan tadi hanya sebagai gambaran buatmu, agar kamu bisa berpikir dan menentukan pilihan" ucap atthar


"Mintalah pertolongan Allah dengan istikharah, lakukanlah setiap hari, InsyaAllah Allah akan memberimu petunjuk" sambung atthar


"Iya mas, khanza akan sholat istikharah, terimakasih ya mas, mas banyak membantu khanza" ucap khanza sedikit menoleh


"Jika butuh sesuatu kamu boleh menanyakan langsung kepada mas, atau juga boleh kepada umi dan yang lainnya, jangan sungkan" ucap atthar


Khanza tersenyum dan itu tidak terlihat oleh atthar

__ADS_1


"Baik mas, terimakasih sekali lagi mas" ucap khanza


"Berterimakasih sekali lagi dapat kulkas ya" canda atthar dan khanza tertawa renyah


"Hahahahaa....mas bisa bercanda juga ya" khanza menoleh kearah atthar dengan senyum yang masih terkembang


Atthar melihat senyuman khanza dan ia ikut tersenyum, ia semakin terpesona dengan senyuman khanza yang membuat khanza bertambah cantik menurut atthar


Atthar segera menundukkan pandangannya dan beristigfar pelan, namun khanza mendengarnya


"Kenapa mas beristigfar? Ada apa?" tanya khanza dengan nada khawatir


Atthar kembali menegakkan pandangannya


"Mas hanya menjauhkan godaan setan" jawab atthar asal


"Maksudnya mas?" khanza yang polos tidak mengerti dengan ucapan atthar, ia bertanya bingung


Atthar tersenyum dan semakin menggoda khanza


"Setan mulai mengganggu mas untuk menggodamu" ucap atthar usil, ia menutupi perasaannya yang benar benar sudah tertarik dengan khanza


"Bukankah sekarang mas sudah mulai menggoda khanza?" ucap khanza sedikit menoleh dan atthar tertawa renyah


Mendengar atthar tertawa khanza ikut tersenyum, khanza mulai merasa nyaman berbicara dengan atthar


khanza berpikir jika atthar tidak seperti apa yang ditampakkan dari luar, yaitu pribadi yang pendiam dan tidak banyak bicara sehingga orang orang menjadi sungkan dengannya


Namun, kenyataannya jika suka mengenal atthar, ternyata atthar juga bisa bercanda seperti daniel yang suka menggodanya, bahkan atthar mempunyai nilai plus yaitu soleh


Khanza mulai membandingkan atthar dan daniel, jika daniel menggodanya, sekali kali ia juga akan melakukan Physical touch dan berbeda dengan atthar, yang dari ucapannya saja sudah bisa membuat dirinya tersenyum bahkan tertawa


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya...


...Maaf cuma up 1 episode...

__ADS_1


...Besok doain bisa double ya...


...Terimakasih readers...


__ADS_2