Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
119


__ADS_3

Ummi dan khalisa yang melihat atthar memasukkn khanza kedalam mobil memilih untuk mengikuti atthar dan khanza kerumah sakit


"Ya Allah ummi sakit sekali" ucap khanza merintih


"Sabar sayang bawa istigfar ya" ummi mencoba menenangkan khanza dengan mengelus elus pinggang khanza, sementara khanza mengelus perut buncit khanza


Atthar yang mulai menjalankan mobilnya melihat abi yang menunggu didepan rumahnya, Abi sudah bersiap untuk ikut serta, kondisi abi sudah jauh lebih baik, abi terlihat sehat


"Itu abi kamu nak, dia juga mau ikut" ucap ummi dan atthar mengangguk


"Allah..Allah..Allah" khanza terus saja mengucapkan nama Allah untuk menghilangkan sakit yang ia rasakan


"Hati hati nak, jangan terlalu ngebut kasian khanza harus menahan sakit dan hentakan" tegur abi pada atthar


"Baikla abi" atthar sekilas melihat istrinya yang begitu sangat kesakitan, ada rasa iba dan kasihan yang memyelimuti atthar


"Sabar ya sayang, sebentar lagi kita sampai dirumah sakit, bertahanlah" ucap atthar menguatkan istrinya


Atthar terus memacu kendaraannya untuk segeran tiba dirimah sakit, ia sudah tidak tahan melihat istrinya yang begitu berat menahan sakit


Tidak lama kemudian tibala mereka disalah satu rumah sakit yang ada dikotanya, atthar memarkin kendaraannya didepan pintu UGD lalu ia menggendong istrinya dan betapa terkejutnya ia melihat banyak darah dikursi kendarannya


Tak hanya atthar yang terkejut, ummi dan juga khalisa juga ikut terkejut melihat sarah yang menempel dikursi kendaraan mereka


"Ya Allah sayang bangk sekali darahnya" ucap atthar sambil menggendong istrinya


Umi dan khalisa mengikuti kemana atthar pergi, atthar masuk keruang UGD dan memanggil dokter, salah satu perawat dirumah sakit tersebut mengarahkan dan mengantarkan atthar untuk masuk keruang ponek


Khanzapun diperiksa oleh petugas rumah sakit, atthar, ummi, khalisa dan abi sangat cemas, yang mereka tahu jika usia kandungan khanza belum cukup bulan


Khanza masih merintih kesakitan, ia menggenggam kuat tangan suaminya dan tangan ummi, ibu mertuanya


Setelah pemeriksaan selesai, dokter yang bertugas di UGD menghubungi dokter ahli kandungan yang bertugas, alhasil khanza harus melakukan operasi caesar, yaitu proses melahirkan bayi yang dilakukan dengan pembedahan di bagian perut serta rahim ibu

__ADS_1


Atthar dan keluarga menyetujuinya, mereka hanya ingin khanza dan bayi mereka selamat, atthar pun menandatangi sejumlah berkas persetujuan atas tindakan medis kepasien atau istrinya


Selang beberapa menit dokter ahli kandungan pun datang untuk melakukan operasi caesar, khanza yang menahan sakit hanya diam sambil tak henti hentinya melafadzkan asma Allah


"Maaf pak, apa bapak suaminya ibu khanza?" Tanya dokter


"Ya pak" ucap atthar


"Baiklah kondisi ibu khanza sekarang ini sangat tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, ibu khanza sudah mengalami pendarahan dan usia kandungannya belum mencukupi jadi pagi ini juga kita akan melakukan pengoperasi bu khanza, apa bapak setuju?" Dokter menjelaskan kondisi khanza dan sekaligus meminta persetujuan suaminya


"Setuju, lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya dokter" ucap atthar yang sangat khawatir


"Kita sama sama berdoa ya pak" jawab dokter mengekuatkan


Sebelum dokter melakukan operasi, atthar tak henti hentinya berdoa disamping istrinya, ia berdoa agar operasi istri dan anaknya berjalan dengan lancar dan semua baik baik saja, tak jarang ia mengecup dahi istrinya yang masih merintih kesakitan


Tak lama kemudian khanza dibawa keruang operasi, khanza sudah tidak sadarkan diri dikarenakan efek bius yang diberikan padanya


Operasipun dimulai, khanza sedang berjuang didalam ruang operasi, cukup sulit untuk menghentikan pendarahannya, ia cukup banyak kehilangan darah selama operasi namun Alhamdulillahnya ia tidak perlu untuk melakukan transfusi darah, lagi lagi Allah memberikan kuasanya berkat doa suami serta keluarga besarnya


Allah telah mengabulkan doa doa yang dipanjatkan dengan tulus ikhlas, operasi khanza berjalan lancar, bayi yang dikandungnya juga sudah berhasil diselamatkan, namun sayang, bayi khanza dan atthar lahir prematur yaitu diusia 8 bulan dan ia harus menjalani perawatan intensif di ruangan NICU ( Newborn Intensife Care Unit )


Setelah semuanya selesai, khanza dibawa kembali keruang observasi yang masih berada diruangan operasi, khanza belum begitu sadar ia masih merasakan ngantuk yang sangat berat, atthar diperbolehkan untuk masuk dan menemani istrinya yang sedang obaervasi dan atthar juga diperbolehkan untuk melihat anaknya yang sedang diperiksa


Air mata atthar menetes deras melihat begitu banyak selang ditubuh anaknya, dokter menjelaskan kepada atthar jika anaknya lahir belum cukup umur alias premature dan harus menjalani perawatan yang intensif


Atthar mengangguk mengerti tanpa bisa berkata kata, ia sangat sakit melihat anaknya yang dipenuh selang selang kecil ditubuh dan wajah mungilnya, tak lupa ia memotret bayinya, walaupun dipenuhi selang tapi istrinya harus tahu keadaan bayinya, ia akan menunjukkan kepada khanza kondisi bayi mereka


"Ya Allah sekali lagi aku mohon, sehatkan lah anakku, izinkanlah kami untuk berkumpul ya Allah, jika aku saja yang melihatnya sesakit ini apa lagi istriku yang melahirkannya, hatinya bisa ancur ya Allah melihat anaknya seperti ini, kuatkanlah kami ya Allah, aamiin" atthar bermonolog didalam hati


Atthar memegang kaca inkubator bayinya, seolah olah ia sedang membelai anaknya, ia tru melfadzkan doa didalam hatinya meminta kesembuhan istri dan anaknya agar ia selalu bisa berkumpul bersama


"Baikla pak bayinya akan kami pindahkan ke ruang NICU lantai 3 ya pak, jika ingin melihat silahkan keruangan pak, permisi" ucap salah satu perawat bayi

__ADS_1


Atthar mengangguk mengerti dan kemudian ia melihat anaknya didorong oleh perawat hingga perawat dan bayinya hilang dari pandanganny, ia pun kembali kepad istrinya menemani istrinya yang belum 100% sadar dari pengaruh obat bius


Atthar mengusap usap kepala istrinya, ia melantunkan ayat ayat suci Al-Quran mengisi kekosongannya menemani istrinya


Cukup lama atthar menunggu istrinya benar benar sadar dari pengaruh obat bius, kini khanza sudah bisa diajak bicara


"Alhamdulillah" atthar mengecup dahi istrinya


Khanza tersenyum melihat wajah orang yang dicintainya selalu berada disisinya disaat ia sedang butuh


"Anak kita mana mas?" Tanya khanza dan atthar tersenyum pahit


"Ada sayang, dia lagi dibawa oleh perawat keruangan bayi" ucap atthar, ia sengaja tidak memberitahu istrinya sekarang karena khanza baru saja sadar dari pengaruh obat bius, atthar takut khanza akan kenapa napa. Ia akan memberitahu istrinya setelah mereka kembali kekamar rawat inap mereka


"Apa ada yang sakit sayang? Gimana rasanya saat ini?" Tanya atthar mengalihkan pembicaraan


"Alhamdhlillah mas, sudah baikan hanya saja agak lemas" jawab khanza


Tak lama salah satu perawat datang mengunjungi mereka


"Alhamdulillah ibu khanzza sudah sadar ya bu, baikla ibu sudah boleh pindah keruangan nanti akan dijemputnoleh perawat ruangan ya bu, jika kedinginan bapak boleh memberikan ibu air teh hangat ya pak, nanti dibantu juga agar ibunya belajar untuk memiringkan tubuhnya, duduk dan berdiri, harus rajin mobilisasi ya pak supaya cepat sembuh dan tidak masuk angin" perawat menjelaskan dengan detail dan atthar serta khanza mengangguk mengerti


.


.


.


...Bersambung...


...makasi readers yang nungguin dan yang membaca novelku...


...jangan lupa like, komen dan vote ya...

__ADS_1


...Terimakasih 🙏🥰...


__ADS_2