Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
8


__ADS_3

Khanza dan daniel sudah menyelesaikan tontonan mereka, setelah menonton mereka melanjutkan makan siang mereka, mereka makan dipusat perbelanjaan, mereka memesan makanan dan mulai menyantap hidangan


"Kak apa benar kalian kenalan dibussway?"


Khanza melihat kearah daniel yang duduk disampingnya dan daniel hanya tersenyum, khanza pun ikut tersenyum, lalu khanza kembali menoleh kearah laura, ia mengangguk


"Memangnya kenapa?"


"G ada sih kak, pantes aja kak daniel disuruh sama mama bawa mobil g pernah mau, rupanya ada yang nemenin di buss way, padahal biasanya paling ogah naik angkutan umum" ledek laura, khanza tersenyum tersipu sambil mengaduk aduk makanannya


"Beneran? Trus kenapa waktu pertama kali kita jumpa kamu naik angkutan umum" tanya khanza penasaran


"Kemaren itu aku terpaksa naik angkutan umum karena mobil aku lagi dibengkel, gantiin jok mobil, eh tau taunya jumpa kamu ya uda sekalian aja aku naik buss way terus" daniel mengedipkan sebelah matanya


Khanza semakin tersipu mendengar kejujurna dari daniel, ia tidak malu untuk mengakui apa yang ia rasakan


"Tu kan kak bener" timpal laura


"Mulai besok aku jemput ya, kita g usah naik buss way lagi" ucap daniel


"Kantor aku kan jauh, ntar kamunya mutar"


"G apa apa, pokoknya aku jemput dirumah ya" daniel kekeh ingin menjemput khanza agar mereka bisa berbarengan pergi kekantor seperti biasanya


"Eh g usah dirumah, dihalte aja, g enak sama ayah dan ibu kalau kamu jemputnya tiap hari" mendengar apa yang dikatakan khanza daniel pun setuju


Setelah merek menyelesaikan makan siang mereka, daniel mengajak khanza dan adiknya untuk bermain di pusat perbelanjaan, mereka bermain di time zone dan juga bermain es skating, khanza melalui hari yang sangat seru menurutnya sampai ia melupakan pesan ayahnya tentang kewajibannya menghadap sang Penciptanya


Waktu berlalu, waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, mereka sudah selesai bermain, sungguh hari ini adalah hari yang sangat lelah namun sangat menyenangkan bagi khanza


Setelah selesai main daniel mengajak mereka untuk memakan es krim, setelah membeli es krim mereka menuju ke parkiran mobil untuk segera pulang, mereka memakan es krim didalam mobil, mereka tertawa dan bercanda, tidak ada lagi kecanggungan yang khanza rasakan bersama daniel, merek benar benar sudah sangat dekat, bahkan sudah seperti orang yang berpacaran walaupun tidak ada kata kata seperti anak ABG jaman sekarang 'Nembak' 😁


Khanza telah sampai dirumahnya, daniel tidak lagi turun untuk berpamitna kepada ayah khanza karena memang rumah khanza terlihat sepi


"Makasih nona untuk hari ini, sampai ketemu senin dihalte" ucpa daniel, ia masih sempat mengedipkan sebelah matanya pada khanza


"Makasi juga ya, kalian hati hati, da laura"


Merekapun berpisah, khanza masuk kehalaman rumahnya dan mengetuk pintu

__ADS_1


Tok....


Tok...


Tok...


Terlihat ibu yang masih menggunakan mukena membuka pintu, seketika itu khanza ingat


"Astagfirullah aku melewatkan sholat dzuhur, ya Allah ampuni aku ya Allah"


"Sudah pulang anak ibu, sudah sholat ashar?" pertanyaan ibu menyadarkan khanza


"Belum.bu, ni mau sholat" khanza mencium tangan ibunya


"Ya sudah bersih bersih dulu sana, baru sholat, ibu mau ngaji dulu" khanza mengangguk, lalu masuk kekamar


Khanza membersihkan dirinya lalu ia melaksanakan kewajibannya, ia memohon ampun kepada Tuhannya karena telah lalai


Setelah ia mengerjakan semuanya, ponselnya berbunyi dan ia melihat ada pesan dari daniel seketika wajahnya menjadi ceria


"Makasi ya untuk keseruan hari ini, aku sangat senang" tulis daniel dipesannya


"Sama sama, aku juga sangat senang, makasi ya" khanza membalas pesan dari daniel


...*****...


Hari sibuk sedunia sudah tiba yaitu hari senin, dimana sebagian orang keenakan bermalas malasan pada hari sabtu dan minggu, sehingga datangnya hari senin seakan menjadi momok bagi mereka


Hari senin ini khanza akan memulai pekerjaannya, ia memulainya dengan ceria dan bersemangat karena ia sudah membayangkan akan pergi dan pulang bersama jantung hatinya yaitu daniel


Khanza sudah bersiap seperti biasa ia dan keluarganya akan menyantap hidangan yang telah ia buat dengan tangannya sendiri, ayah dan ibu tidak mengetahui jika khanza akan dijemput oleh teman lelakinya, yang mereka tau khanza pergi seperti biasa dengan menaiki angkutan umum


Khanza berpamitan kepada kedua orang tuanya, mencium pipi kedu orang tuanya dan menyalami mereka, lalu ia pergi menunggu dihalte buss


Tidak lam kemudian mobil sedan hitam menepi, ya itu adalah daniel dan khanza bergegas menaiki mobil daniel yang menjemputnya


"Pagi nona" daniel menyapa


"Morning too" balas khanza sambil memasang safetybelt

__ADS_1


"Sudah lama menunggu? Maaf ya" daniel tersenyum ramah


"G kok, baru juga nyampe" jawab khanza yang juga melempar senyumannya


Diperjalanan merek terua mengobrol, hingga tidak terasa kantor khanza sudah dekat, seperti orang kasmaran pada umumnya, bia sudah berdua dengan kekasih hati waktu terasa hanya sebentar


"Yaaaahh uda nyampe aja dikantor kamu, kenapa sebentar sekali ya" celetuk daniel dan itu membuat khanza tertawa, khanza sangat cantik jika tertawa dan tersenyum


"Beneran, kalau sama kamu itu, waktu kek g berasa" daniel meyakinkan khanza


"Udah jangan gombal, aku turun dulu oke, kamu hati hati kasi jika sudah sampai dikantor" khanza menyudahi gombalan daniel


"Siap nona, ntar sore aku jemput ya jam setengah lima, kita makan dulu ntar" khanza mengangguk dan melambaikan tangannya, daniel pun berlalu menuju kekantornya


Dikantor khanza tidak sabar untuk menjumpai mbak kesayangannya yaitu aluna, ia berjalan cepat menuju ruangannya


"Mbak una" khanza memanggil aluna dan melambaikan tangannya, aluna tersenyum lembut, khanza menuju kemeja aluna


"Mbak uda makan?" tanya khanza


"Sudah, baru aja selesai, tadi atthar yang membelikannya untuk mbak"


"Ooh apa atthar tinggal dirumah mbak?"


"G donk sayang, dia tinggal diapartementnya sendiri, tadi dia nganterin mbak kekantor sekalian bawain mbak makanan"


"Perhatian juga ya mbak si atthar"


"Heh...atthar atthar aja, dia lebih tua dari kamu tauk, dia sekarang 26tahun kamu 24 kan?"


"Hihihiii..." khanza tertawa menutup mulutnya


"Ooh kirain seumuran sama aku mbak, mbak aku ada cerita"


"Cerita apa? Daniel ya?" tebak aluna dan khanza tersenyum mengangguk


Khanza mulai menceritakan semua yang ia jalani bersama daniel, mulai dari awal ia meminta izin kepada ayah sampailah ia pergi bertiga bersama adik daniel, ia menceritakannya detail, ia juga menceritakan sering berbalas pesan dan ia juga menceritakan kejadian tadi pagi bahwa ia pergi bersama daniel dengan menggunakan mobil daniel


......Bersambung......

__ADS_1


...Jangan lupa follow, like, koment and vote...


...Terimakasih readers kesayangan 🥰💐...


__ADS_2