Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
73


__ADS_3

Mendengar ucapan ayah khanza yang menyukainya, atthar merasa sangat senang diterima oleh keluarga khanza


Sekarang tinggal persetujuan khanza saja yang ia tunggu tunggu


"Baiklah nak, bagaimana kalau hari ini bapak dan ibu membawa khanza pulang sebentar, kami akan membicarakannya kepada khanza" ucap ayah


"Ide yang baik pak, kami tunggu kabar baiknya dari bapak dan ibu" ucap abi


"Alhamdulillah" ucap ayah


Umi beranjak memanggil khanza dan yang lainnya, mereka pun mengikuti umi untuk kembali duduk bersama


Ibu merangkul anaknya yang duduk disebelahnya, ibu sangat senang hari ini mendapat kabar baik dari keluarga atthar


"Nak hari ini kamu ikut ibu pulang ya?" ucap ibu tersenyum


Khanza bukannya senang diajak pulang oleh kedua orang tuanya, ia malah murung dan seperti bingung


"Kenapa tiba tiba khanza harus pulang ibu? Apa khanza melakukan kesalahan disini? Apa umi dan abi tidak senang khanza disini?" ucap khanza sedih


"Tidak nak, tidak seperti itu, ayah dan ibu hanya merindukanmu, dan ayah sudah izin kepada abi dan umi" timpal ayah memberi alasan


"Iya khanza, ayah dan ibu hanya merindukanmu, pulanglah sebentar nak, nanti kamu kembali kesini lagi" jelas umi


Umi senang jika khanza betah disini, umi juga berdoa jika khanza akan menjadi menantunya nanti, dari awal ia juga sudah menyukai khanza


"Baiklah umi, tapi khanza g ada buat salah sama umi kan?" khanza merasa khawatir jika ia ada berbuat salah kepada keluarga umi sehingga ayah dan ibu mengajaknya untuk pulang


"Tidak nak, kamu sangat membantu umi, mana mungkin umi akan memulangkanmu" ucap umi tersenyum


Khanza sudah sangat betah dan nyaman berada dipondok pesantren milik abi, disini ia mendapatkan ketenangan dan sama sekakli tidak memikirkan hal lain diluar agama


AKhirnya khanza setuju untuk pulang bersama ayah dan ibunya, ia bersiap dan membereskan bajunya, ia hanya membawa sedikit bajunya


Waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 wib, ayah, ibu dan khanza pamit untuk pulang, begitu juga dengan aluna dan baim, mereka akan pulang bersama


"Abi terimakasih untuk hari ini, saya tidak menyangka hari ini saya mendapat kabar yang begitu menggembirakan, semoga semua nya dipermudah oleh Allah SWT aamiin" ucap ayah memeluk abi


"Aamiin aamiin ya robbal'alamiin, semoga apa yang kita doakan dikabulkan oleh Allah SWT" jawab abi


Umi dan ibu juga saling berpelukan dan berpamitan, mereka juga mendoakan semoga apa yang mereka rencanakan akan dimudahkan oleh Allah SWT


"Khal....mbak pulang dulu, kamu tidur sendiri dulu ya" khanza menggoda khalisa yang usil

__ADS_1


"G apa apa mbak, g lama lagi khalisa juga akan tidur sendiri lagi" ucap khalisa santai, ia kembali menggoda khanza


"Maksudnya? Sejak dari pagi omonganmu susah dimengerti dek" ucap khanza tidak mengerti


"Hehehee...g ada apa apa mbak, mbak hati hati ya pulangnya, jangan lupa istikharahnya dan tahajudnya ya walaupun sudah mendapatkan petunjuk" ucap khalisa pelan


Khanza menceritakan mimpinya hanya kepada khanza dan kedua temannya, ia belum bersedia untuk bercerita kepada umi


"Petunjuk apa?" timpal aluna yang mendengar obrolan adik adiknya


"Ntar aku ceritain ya mbak, kita ngopi jika sudah dikota" khanza berbicara pelan kepada aluna


"Khanza pamit pulang dulu ya mas" ucap khanza yang beralih pada atthar


Atthar mengangguk dan tersenyum


"Iya hati hati dijalan" ucap atthar dan khanza membalas senyuman atthar


Banyak mata yang menyaksikan sikap mereka yang malu malu, ayah dan ibu saling pandang dengan senyuman lebar


Ibu berdoa dalam hati agar hati anaknya khanza dilembutkan dan mau menerima atthar sebagai calon suaminya


Keluarga khanza dan keluarga atthar pun berpisah, mereka kembali kekota untuk waktu yang hanya sebentar, aluna dan baim juga demikian mereka kembali kerutinitas seperti biasa


Khanza juga menceritakan kepada ayah dan ibunya jika daniel kembali menghubunginya, soal daniel yang bertemu dengan aluna dan merampas paksa ponsel aluna hingga daniel yang memilih jadi muallaf


"Iya bu, dia menghubungi khanza setiap hari dan ia juga mengirim pesan pada khanza jika ia akan mengikuti khanza menjadi muslim" ucap khanza bercerita


"Sampai segitunya nak?" tanya ibu


"Umi memberitahukannya kepada mas atthar bu, terus mas atthar memberi nasehat kepada khanza melalui tausiah subuh" ucap khanza tersenyum


"Memangnya atthar bilang apa?" tanya ayah


Khanza menceritakan apa yang atthar ucapkan, ia menceritakan jika atthar sangat baik padanya, selalu mengajarinya apa yang sebaiiknya dilakukan dan apa yang tidak


Khanza menceritakan segalanya kepada ayah dan ibunya, dari atthar yang memintanya untuk melakukan sholat istikharah dan sampai ia bermimpi setelah melaksanakan sholat istikharah beberapa kali


"Menurut ayah mimmpi mu itu petunjuk nak dari Allah SWT" ucap ayah


"Iya ayah teman khanza dan khalisa juga mengatakan seperti itu" ucap khanza


"Jadi keputusan apa yang kamu ambil setelah sholat istikharah?" tanya ibu

__ADS_1


"Hmmm khanza akan bertemu dengan daniel bu" belum selesai khanza menjelaskannya ibu memotong ucapan khanza


"Kamu ingin bersama daniel lagi nak?" tanya ibu


"Tidak bu, khanza akan memberitahu daniel jika khanza sudah tetap pada keyakinan khanza, khanza aja masih belajar bu soal agama, khanza belum begitu mengerti, bagaimana bisa khanza membimbingnya" ucap khanza


"Tapi ibu g setuju jika kamu bertemu dengannya" ucap ibu


"Kenapa bu? Khanza bisa jaga diri kok bu, khanza tidak akan tergoda oleh rayuan daniel bu" khanza memelas meminta iin ibunya


"Ibu yakin nak kamu akan tetap pada pendirian kamu, tapi ibu takut daniel bertindak terlalu jauh kepadamu, ia sangat mencintaimu sehingga ia tidak bisa membedakan yang mana cinta dan yang mana obsesi" jelas ibu dan khanza terdiam memikirkannya


"Ditempat umum saja ia bisa berlaku sedemikiannya kepada aluna, hanya untuk mendapatkan nomer ponselmu" sambung ibu


"Bagaimana jika kamu bertemu dengannya dan dia akan bersikap aneh kepadamu, ibu g mau anak ibu kenapa napa" ucap ibu khawatir


"Jadi khanza harus gimana bu? Apa melalui telefon saja khanza ngomongnya?" tanya khanza


"Ya, itu juga boleh, kalau pun harus ketemu, kamu harus ada temannya g boleh sendiri, ibu g izinin kalau kamu sendiri, ibu khawatir" ucap ibu


"Baiklah ibu ku sayang, khanza akan mengikuti omongan ibu" ucap khanza menenangkan ibunya dan ibu tersenyum melihat anaknya begitupun ayah yang sedang fokus menyetir


"Oh iya nak, jika ada seseorang yang soleh dan tampan melamarmu apa kamu mau?" tanya ibu kepada khanza


Khanza kaget dan terdiam mengedipkan matanya, melihat khanza yang terdiam ibu menoleh kearah anaknya yang berada dibangku belakang


Ibu menanyakannya lagi, dengan anggukan kepala layaknya seseorang yang sedang bertanya


"Si...siapa bu?" tanya khanza kaget


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa vote, like, koment, dan hadiahnya...


...Semoga bisa up lagi malam ini ...


...Terimakasih readers...

__ADS_1


__ADS_2