Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
81


__ADS_3

Hari ini hari adalah hari dimana atthar akan melamar khanza secara resmi, ia sudah bersiap memakai baju batiknya, ia terlihat sangat tampan dan menawan, siapapun yang melihat atthar pasti akan terpesona


Tak kalah dengan ketampanan atthar, khanza yang sudah bersiap memakai kebaya gamis longgar juga sangat terlihat cantik, khanza memancarkan aura positif bagi yang melihatnya


Kini keluarga atthar sudah diperjalanan menuju kediaman khanza, atthar dan rombongan yang terdiri dari 3 mobil melaju dengan kecepatan sedang dan aluna segera mengabari khanza jika mereka sedang didalam perjalanan


"Ibu keluarga mas atthar sudah diperjalanan bu, barusan mbak una mengirim pesan" ucap khanza pada ibu, dan ibu meminta keluarganya untuk menyambut keluarga atthar


Khanza yang berada dikamar, menunggu gelisah, ia merasa gugup


Tak lama khanza mendengar suara riuh diluar, ia mengintip sedikit dari balik pintu namun ia berpikir jika itu keluarga atthar dan ternyata ia tidak melihat siapapun dari keluarga atthar disana, ia kembali duduk dipinggir tempat tidur, ia semakin gugup dan ia menutupi kegugupannya dengan bershalawat


Sementara itu diluar terlihat ibu dan ayah serta keluarga menyambut keluarga atthar yang baru saja tiba


"Assalamualikum" ucap abi yang turun dari mobil dengan tongkatnya dan atthar segera membantu abinya


"Walaikumsalam" jawab ayah langsung menyambut abi dengan pelukan hangat dan mempersilahkan abi untuk masuk, begitupun dengan keluarga lainnya yang menyambut keluarga atthar


Atthar menyalami ayah dan keluarga khanza lainnya, keluarga khanza terpesona melihat atthar yang begitu tampan, mereka berbisik mengagumi atthar


Suara riuh semakin terdengar didalam rumah khanza, khanza lagi lagi mengintip dibalik pintu kamarnya, ia semakin gugup melihat jika sudah ramai yang memenuhi rumahnya, ia gugup hingga mengeluarkan sedikit keringat


Pembawa acara yang diundang oleh ayah segera membuka acaranya, acaranya dimulai dengan kalam ilahi yang dibacakan oleh ustadz jemputan keluarga khanza, selanjutnya abi akan menyampaian maksud dan tujuan kedatangannya serta rombongan dan setelahnya penyerahan seserahan hantaran untuk mempelai wanita


Disaat semuanya selesai tibalah waktunya pemasangan cincin oleh calon ibu mertua khanza yaitu umi, khanza pun dipanggil oleh ibu dan saudara sepupunya untuk keluar menemui calon keluarga barunya


Khanza keluar perlahan dengan didampingi oleh ibu dan saudaranya, ada sesuatu yang baru yang dikenakan khanza sehingga membuat atthar terpesona dan tersenyum


"MasyaAllah Tabarakallah, indahnya ciptaanMu ya Allah, ya Allah jadikan segalanya menjadi baik bagiku dan agamaku serta keturunanku ya Allah" doa atthar dalam hati melihat calon istrinya yang mengenakan niqab


Ya khanza mengenakan niqab, ia berniat didalam hatinya jika ia hanya menjaga kecantikan hanya untuk suaminya bukan untuk orang lain


Khanza keluar dari kamarnya dengan menunduk, sesekali ia melirik untuk mencari calon suaminya namun atthar sulit ditemukan


Pembawa acara meminta ibu untuk mendampingi khanza di pelaminan yang minimalis yang sudah disiapkan sebelumnya


Pembawa acara juga memanggil atthar dan juga umi untuk ke pelaminan, atthar berdiri mendatangi umi dan membawa umi untuk duduk di ruang dekorasi lamaran

__ADS_1


Disaat atthar berjalan menuju pelaminan mata khanza terus memandangi calon suaminya, sampaila atthar tiba duduk disebelah khanza namun tidak begitu dekat


Sementara umi dan ibu berada didepan calon menantunya, sambil menunggu instruksi dari pembawa acara, atthar menyempatkan untuk menyapa calon istrinya


"Kenapa liatin mas seperti itu? mas tampan ya?" ucap atthar pelan, ia tidak melihat ke arah khanza


Khanza tersenyum mendengar ucapan atthar


"Iya ketampanan mas bertambah 2x lipat" ucap khanza memuji calon suaminya terang terangan


"Kamu juga bertambah 10x lipat dengan niqab itu, mas sungguh terpesona" atthar balas memuji calon istrinya


Khanza tersenyum didalam niqabnya, dan percakapan mereka terhenti saat pembawa acaranya meminta umi untuk memakaikan cincin dijari manis khanza


Umi pun menyematkan cincin dari atthar untuk calon istrinya, khanza tersenyum, ia mencium tangan umi dan memeluknya, umi terharu hingga mengeluarkan air mata, ia tidak menyangka jika khanza benar benar akan menjadi menantunya


Ibu pun tak kalah haru saat menyematkan cincin dijari manis atthar sebagai simbol jika mereka sudah dalam ikatan, cincin atthar berbeda dengan cincin yang dikenakan oleh khanza, jika cincin khanza terbuat dari emas, maka cincin atthar terbuat dari perak, karena sesungguhnya haram jika laki laki memakai ema seperti wanita


Ibu menangis terharu karena doa doanya diijabah Allah, ia akan mendapatkan menantu sesuai dengan keinginannya


Setelah penyematan cincin selesai, acara dilanjutkan dengan penentuan tanggal pernikahan, seperti yang sudah disepakati bersama jika mereka akan menikah minggu depan, kedua keluarga sepakat akan mengadakan pesta yang sederhana


Khanza bertemu dan berbincang bersama aluna dan khalisa, mereka juga terkejut dengan perubahan khanza yang tiba tiba


"MasyaAllah dek, kamu cantik sekali, selamat ya dek, semoga lancar sampai minggu depan dan kamu harus jaga kesehatan ya" ucap aluna memeluk khanza, khanza tersenyum mengangguk


"Terimakasih ya mbak" ucap khanza dan kini ia beralih pada khalisa


"Mbak cantik banget menggunakan niqab, mas atthar ampe g kedip liatin mbak keluar dari kamar" goda khalisa


"Mulai nih mbak, godain aku terus" ucap khanza mengadu pada aluna dan aluna tersenyum


"Beneran loh mbak, tanya aja mbak una, iyakan mbak?" khalisa mencari pembelaan


Aluna mengangguk mengiyakan ucapan khalisa, ia juga memperhatikan atthar yang terus saja menatap khanza dengan tampilan baru khanza


Wajah bersemu merah, dan untung saja tertutup oleg niqab yang ia gunakan, ia berpikir jika khalisa hanya menggodanya

__ADS_1


Sedang asik mengobrol atthar datang menghampiri calon istrinya, ia tersenyum melihat khanza dan memberikan minuman kepada khanza


"Ehem mbak....sepertinya tanda tanda kita harus makan dulu mbak" khalisa kembali menggoda calon pengantin, atthar melihat dan mengusap kepala adiknya, khalisa hanya tertawa


"Ya sudah mbak tinggal dulu ya" ucap aluna dan kemudian mereka berlalu


Kini tinggallah mereka berdua yang saling diam dan malu malu, ya jika bertemu mereka masih malu malu, tidak seperti saat berkomunikasi ditelefon


"Hmmmm apa mas sudah makan?" setelah beberapa berdiam khanza mulai bertanya


"Alhamdulillah sudah dek, kamu sudah makan?" atthar balik bertanya


"Belum mas, ntar aja, masih kenyang" khanza terseyum dalam niqabnya


"Boleh mas tanya sesuatu?" ucap atthar dan khanza mengangguk memperbolehkan


"Sejak kapan berniat memakai niqab?" sambung atthar


Khanza menunduk malu


"Khanza....khanza hanya ingin mendapatkan pahala mas, dan...." khanza menjeda ucapanny


"Dan apa?" tanya atthar menatap khanza


"Dan menjaganya hanya untuk suami khanza" ucap khanza malu dan atthar tersenyum senang mendengarnya


"MasyaAllah dek, beruntung sekali mas memperistrikan kamu, mas doakan semoga kamu istiqomah" ucap atthar dan khanza mengangguk menatap atthar


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, vote, komen dan hadiahnya...

__ADS_1


...Maaf telat readers hari ini sibuk banget...


...Semoga besok bisa double up ya...


__ADS_2