
Atthar sesekali melihat aina tanpa sepengetahuan aina, dan begitu juga aina, aina juga melirik atthar, sementara keluarga lainnya asik berbincang
"Jadi gimana nak atthar? Apa pendapatmu tentang aina?" atthar melirik aina sehenak, disaat atthar memandangnya ternyata aina juga sedang memandang atthar, tatapan mereka bertemu dan sesaat kemudian mereka saling menunduk malu
"Alhamdulillah ustad, semoga aina bisa menyempurnakan ibadah saya" jawab atthar
"Aamiin" ucap ustad bahar dan begitu juga yang lainnya
"Jangan memanggil ustad begitu nak atthar, kamu juga seorang ustad, panggil saja abi" sambung ustad bahar
"Baik abi" jawab atthar lagi
Mereka berbincang tentang perencanaan pernikahan atthar dan aina, dan atthar meminta waktu selama dua bulan untuk menikahi aina, namun ustad bahar sempat menolak karena menurutnya terlalu lama begitu juga dengan abi, abi tidak setuju atthar menangguhnya selama dua bulan
Atthar kembali meminta waktu, ia mengusahakan untuk secepatnya menikahi aina, bukan tanpa alasan atthar meminta waktu selama dua bulan, atthar menjelaskan jika ditempat ia bekerja sedang sangat sibuk, ia sedang ada tugas besar yang harus ia selesaikan dalam waktu dua bulan ini
Namun atthar tetap meyakinkan ustad bahar jika ia akan berusaha secepatnya untuk melaksanakan kitbah dan setelah menjalani perundingan yang lumayan panjang akhirnya ustad bahar menyetujui permintaan atthar
Abi umi dan aina juga lainnya merasa tenang, masalahnya sudah selesai, atthar berjanji akan menyelesaikan semua tugas dikantor secepatnya, ia juga sangat paham jika berta'aruf tidak baik berlama lama, sebaiknya jarak ta'aruf dan kitbah paling lama satu bulan
Abi dan atthar sangat berterimakasih atas pengertian dari keluarga ustad bahar, setelah puas berbincang abi dan umi pamit undur diri kepada keluarga ustad bahar
Diperjalan menuju kembali kepondok, abi kembali mengingatkan anak laki laki keduanya yaitu atthar untuk segera menyelesaikan pekerjaannya
"Abi doakan pekerjaanmu cepat selesai ya nak, jadi kita bisa menyegerakan hal yang memang harus disegerakan, tidak baik berlama lama" ucap abi
"Iya abi, atthar akan usahakan secepatnya, Alhamdulillah sudah berjalan abi hanya tinggal finishing saja tapi itu juga memakan waktu lama bi, karena harus melihat progresnya dulu dalam dua bulan ini" jelas atthar mengenai tugas di perusahaannnya yang tidak bisa ia tinggalkan
"Ya sudah kalau begitu, kamu fokus sama kerjaan dulu nak biar cepat selesainya, bagaimana pendapatmu tentang aina?" tanya umi
Atthar terdiam cukup lama, aluna dan umi saling berpandangan karena atthar belum juga menjawab
"Kalau agamanya baik, InsyaAllah akan baik umi, keluarganya juga baik dan abi juga mengenalnya, doakan saja ya umi, InsyaAllah akan jadi penyempurna ibadah atthar seumur hidup" jawab atthar
Seketika umi tersenyum sambil memegang tangan aluna, umi lega atthar setuju dengan pilihan ustad hasyim
__ADS_1
"Aamiin...umi dan yang lainnya mendoakan yang terbaik untuk kamu nak, aina juga cantik lo" pancing umi
"Iya umi" jawab atthar singkat
Umi dan aluna tersenyum mendengar jawaban atthar, mereka melanjutkan perjalanan mereka hingga tiba dipondok, sore ini atthar, baim dan aluna akan kembali kekota merek akan kembali menjalani kehidupan seperti biasanya
...****************...
Sore hari khanza kembali bersiap, ia berencana akan bertemu kembali dengan kekasihnya, setelah bertemu dipagi hari rupanya tidak cukup untuk sepasang kekasih itu melepas rindu, mereka berencana akan berjalan kepusat perbelanjaan
Kembali khanza meminta izin untuk pergi bersama temannya, ia tidakengatakan yang sebenarnya kepada ibu dan ayah, karena ia tahu larangan larangan yang diterapkan oleh ayah dan ibunya
Khanza sudah menunggu dihalte buss seperti biasa, waktu sudah menunjukkan pukul 15.40 wib , tenang saja, khanza sudah menyelesaikan ibadah sholat asharnya terlebih dahulu, jika belum mana mungkin ibu dan ayah mengizinkannya untuk pergi
Khanza menghubungi daniel, ia memberi kabar jika ia sudah dihalte
"Hallo sayang,
"Ya hallo baby" daniel menjawab panggilan khanza, ia sudah melihat khanza dihalte, ia membuka kaca jendela mobilnya
"Aku sudah dihalte" ucap khanza tanpa melihat mobil yang mendekat
"Aku uda merhatiin kamu lo dari jauh, tapi yaaah aku dicuekin, aku nyampe aja ada yang g sadar" daniel mulai melajukan mobilnya
"Hahahaa...aku kan g merhatiin jalan sayang, aku lagi fokus telfonan soalnya" khanza tersenyum, ia kembali menggoda daniel, daniel tersenyum dan mencubit gemas pipi khanza
"Kita mau kemana?" tanya khanza
"Up to you sayang, kemanapun kamu mau akan aku bawa, kawin lari juga aku mau" ucap daniel spontan
"Kawin lari? Capek donk.. Hahaaa" ucap khanza tertawa, ia menganggap daniel hanya bercanda, danielpun tertawa mendengar candaan khanza
"Bener juga ya sayang, kawin sambil lari capek" daniel kembali tersenyum
"Sayang kalau kita beneran kawin lari mau g?" daniel kembali membahas candaan mereka
__ADS_1
"Kenapa harus lari? Kawin lari itu g baik, g ada restu ayah dan ibu, kata hadist dan Al Quran ridho orang tua itu ridhonya Allah sayang, apa lagi ibu, ntar kalau kawin lari orang tua g ridho kitanya bisa susah menjalani perbikahan kita, ada aja yang g beres, sering berantem lah, ekonimilah, macem macem deh" jelas khanza
Daniel mengangguk mendengar penjelasan khanza
"Eh kenapa kamu bisa berpikir kesana?" tanya khanza menaikkan kedua alisnya
"G ada sih sayang, siapa tahu kan..hehee..biar kita ceper nikah, ntar uda nikah balik lagi minta restu hahahaa" ucap daniel
"Memangnya orang tua kamu belum pulang sayang?" khanza kembali bertanya
"Belum sayang ditunda mulu, capek aku nunggunya kelamaan, maknya mau kawin lari aja" ucap daniel santai
"Diiiihhh sabar dikit kenapa, siapa tau memang ada kepentingan yang lebih penting dari ini, makanya ditunda dulu, ngawur deh kamu pengen kawin lari segala" omel khanza
"G ada yang lebih penting dari pernikahan kita sayang" daniel kembali menggombal dan itu membuat hati khanza tersanjung serta semakin cinta
Khanza tersenyum senang, begitu juga daniel
"Doain aja biar secepatnya ya sayang, kita hanya berencana Allah yang menentukan" ucap khanza, daniel hanya senyum menanggapi ucapan khanza
Sore itu menjadi sore yang amat bahagia bagi khanza dan daniel, mereka benar benar seperti anak muda yang kasmaran, berpegang tangan disepanjang jalan dan juga tertawa bercanda, khanza benar benar bahagia, ia sangat merasa dicintai dan disayangi, terlebih lagi ini pertama kalinya khanza jatuh hati kepada lelaki, duni benar benar serasa milik berdua, yang lain ngontrak 😆
Setelah puasa berjalan dan memadu kasih, daniel kembali mengantarkan khanza kerumahnya, daniel bersikeras untuk mengantar khanza didepan rumah bukan dihalte karena waktu sudah menunjukkan pukul 20.10 wib dan khanzapun pasrah, ia berharap ayah tidak mengenali mobil daniel sehingga ayah tidak tahu jika ia pergi bersama daniel
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa vote, like, koment dan hadiahnya...
...Terima kasih readers 🥰🙏...
__ADS_1
...Doain author lancar pindahannya ya ...
...Setelah lancar insyaAllah g akan bolong lg nih up nya ...