Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
129


__ADS_3

"Sayang kamu kenapa?" Ucap khanza menyapa seorang anak kecil yang duduk sendiri dipojokan, ia terlihat sedang menangis


Anak kecil itu terdiam sejenak, ia hanya melihat khanza tanpa menjawabnya lalu kembali menyambung tangisnya


Melihat hal seperti itu khanza tersenyum dan ikut duduk bersama anak kecil tersebut, atthar hanya memperhatikan istrinya dari jarak aman


"Kenapa kamu bersedih? Dan kenapa kamu menangis?" Tanya khanza lembut, namun anak kecil itu tidak memperdulikan khanza, ia larut dengan tangisnya


Tiba tiba khanza ikut sedih dan menangis, ia mengingat dan membayangkan betapa sedihnya anak yang ada disebelahnya, mungkin anak ini sedang mencari ibunya tetapi ia sudah tidak bertemu ibunya lagi, sama seperti dirinya yang sudah tidak bisa bertemu dengan anaknya lagi


"Kamu kangen ibumu ya? Hiks..." ucap khanza meneteskan air mata


Anak kecil itu tidak bergeming, ia masih dengan tangisnya


"Kalau kamu rindu dengan ibumu, sama seperti tante yang juga rindu akan anak tante hiks..hiks" khanza benar benar merindukan anaknya hingga menangis terbawa suasana


Melihat khanza menangis anak kecil tersebut diam dan melihat khanza, khanza sesekali menghapus air matanya


"Kenapa tanye juga ikut menangis?" Ucap seorang anak kecil perempuan


"Tante merindukannya, ia sudah berada disurga bersama Allah" ucap khanza yang air matanya masih menetes


"Nenek juga ada disurga dan aku juga merindukannya" tangis anak itu kembali pecah


Khanza memeluknya erat, ia membiarkan air mata anak kecil tersebut membasahi bajunya


"Tenanglah nak, nasib kita sama, kita sama sama merindukan orang yang kita sayangi yang sudah berada disurga" ucap khanza mengelus punggung anak tersebut


"Kamu tau? Satu satunya ketakutan seorang ibu adalah meninggalkan anaknya sendiri tanpa ia ada disisi, begitupun dengan nenek, namun mau bagaimana lagi Allah sudah menjemputnya" sambung khanza membelai rambut panjang anak tersebut


Atthar yang memperhatikan istrinya dari jauh tersenyum, ia tau persis istrinya sangat senang dengan anak kecil


"Kalau tante boleh tau nama kamu siapa?" Tanya khanza


"Sheina" sheina melepas pelukan khanza


"Tante khanza" khanza mengulurkan tangannya dan sheina menyambutnya serta mencium tangan khanza


Khanza tersenyum dan membiarkan sheina duduk disebelahnya


"Sudah berapa lama disini?" Tanya khanza lagi

__ADS_1


"Sheina baru satu bulan tante disini" ucap sheina sedih


"Apa ibumu baru saja meninggal?" Khanza sedikit terkejut


Sheina menundukkan kepalanya, sepertinya ia kembali menangis


"Ibu sheina sudah lama meninggal sejak sheina lahir dan sheina tinggal bersama nenek dan nenek baru satu bulan ini meninggal" ucap sheina sendu ia juga menangis


"Apa tidak ada keluarga lain yang bisa merawarmu hingga kamu berada disini?" Tanya khanza lagi, ia merangkul bahu sheina


"Keluargaku... aku tidak tahu tante, aku berusaha untuk tinggal sendiri dirumah nenek, tapi aku lapar, aku tidak punya makanan dan aku tidak tahu harus bagaimana, sebelum meninggal nenek berpesan untuk pergi kepanti ini, dan aku pun kesini" sheina bercerita panjang pada khanza


"SubhanaAllah, berat sekali jadi kamu" khanza sedikit mengeluarkan airmata


Ia yang sejak kecil sudah berlimpah kasih sayang, melihat sheina rasanya sedih sekali


"Jadi kamu kesini sendiri? Usia kamu berapa?" Tanya khanza heran


"7 tahun tante" jawab sheina sendu


"MasyaAllah kuat sekali kamu nak, tante belum tentu kuat jika tante diposisi kamu" ucap khanza yang lagi lagi menangis


"Tante jangan menangis lagi, aku g apa apa kok" ucap sheina dan khanza mengangguk dengan sedikit senyuman


"Hmmm kita jalan jalan mau g?" Tanya khanza sambil menghapus air matanya


"Aku g tau tante dibolehin apa g sama ibu panti" jawab sheina


"Ibu pantinya yang mana? Tante izinin ya" ucap khanza


Sheina mengangguk, khanza menggandeng tangan sheina untuk bertemu ibu panti, ditengah perjalanan mereka menuju ruangan ibu panti, khanza menperkenalkan atthar suaminya kepada sheina dan atthar ikut untuk meminta izin


Sesampainya mereka diruangan panti, khanza menghadap kepada ibu panti untuk meminta izin membawa sheina keluar untuk jalan dari panti dan cukup sulit untuk meminta izin karena khanza dan atthar baru saja berkenalan dengan sheina


Setelah melakukan negosisasi yang cukup panjang akhirnya ibu panti mengizinkan khanza untuk membawa sheina jalan jalan keluar panti, dengan syarat khanza harus meninggalkan kartu identitas dan nomer ponselnya serta suami


Khanza membawa sheina berbelanja serta makan siang, mereka bercerita layaknya teman bahkan seperti seorang anak perempuan dengan ibunya, sheina dengan luas bercerita apapun kepada khanza, mereka akrab begitu saja padahal baru saja berkenalan


"Sheina mau makan apa sayang?" Tanya khanza


"Apa saja tante" jawab sheina

__ADS_1


"No.. kamu harus memilih salah satu makanan kesukaan kamu, beserta minumannya" ucap khanza lagi


Sheina mengangguk dan memilih salah satu makanan dan minuman yang ingin ia makan, sembari menunggu makanan khanza dan sheina asik bercerita, atthar hanya memperhatikan istrinya yang sangat bahagia, sesekali ia juga ikut dalam obrolan para wanita


"Anak tante apa cuma 1 yang meninggal itu?" Tanya sheina tiba tiba dan khanza mengangguk tersenyum


"Jadi sekarang tante dan om hanya tinggal berdua?" Tanya sheina khanza dan atthar kembali mengangguk sambil tersenyum


"Sheina apa om boleh bertanya?" Ucap atthar dan sheina mengangguk


"Ibu sheina sudah meninggal bukan? Lalu ayah sheina ada dimana? Kenapa hanya tinggal bersama nenek dan lalu kepanti?" Tanya atthar


"Sheina g tau om ayah ada dimana, dari kecil nenek g pernah ngenalin sheina keayah sheina, nenek cuma nunjukin foto ibu dan kakek saja, ini fotonya" sheina memberikan foto kakek nenek dan ibunya kepada khanza dan atthar


Dan ibu sheina terlihat masih sangat muda saat hamil sheina


"Kata nenek yang didalam perut ibu itu adalah sheina" ucap sheina santai


Khanza dan atthar hanya saling pandang, mereka sangat paham apa yang terjadi dengan ibu sheina, mereka tersenyum dan mengembalikan foto keluarga sheina


"Sheina kalau tinggal bersama tante apa sheina mau?" Tanya khanza dan ia melirik kesuaminua tersenyum, atthar mengangguk kepalanya tanda ia menyetujui permintaan khanza istrinya


"Tapi kata nenek, rumah sheina nanti adalah dipanti tante" ucap sheina polos


"Sheina tau tidak? Jika anak anak dipanti asuhan itu boleh di adopsi?" Ucap atthar lembut


"Jadi begini, misalkan om dan tante tertarik dan menyukai sheina, om dan tante boleh menjadi orang tua angkatnya sheina jika sheina juga mengininginkan kami, jika sheina bersedia sheina bisa tinggal bersama om dan tante untuk selamanya, keperluan sheina akan om dan tante penuhi layaknya anak om dan tante" jelas atthar panjang lebar, melihat khanza yang bahagia sejak bertemu sheina atthar juga berusaha untuk membujuk sheina


Khanza tersenyum menggenggam tangan suaminya, ia berharap sheina ingin ikut bersamanya, entah kenapa sejak bertemu sheina khanza merasa sangat menyukai sheina dan setelah mendengar cerita kehidupan sheina, khanza semakin kuat untuk membawa sheina tinggal bersamanya


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, koment dan vote...


...Terimakasih readers 🥰🙏...

__ADS_1


__ADS_2