
Empat hari kemudian . . .
Hari ini adalah hari jumat dan besok daniel akan berkunjung kerumah khanza, ia sengaja memilih hari sabtu karena dihari minggu ia akan beribadah sesuai dengan agamanya, daniel merupakan jemaah yang taat akan keimanannya begit juga khanza, mereka sama sama mempunyai keimanan yang kuat
Daniel sedang memgantarkan khanza ketempat kerjanya, diperjalanan mereka berbincang tentang rencana daniel besok
"Sudah siap untuk ketemu ayah besok?" tanya khanza
Daniel mengangguk "Aku siap sayang" daniel.mengatur nafasnya
"Ketemuannya besok, tapi hari ini jantungku sudah tidak bisa berkompromi, gimana besok ya?" sambung daniel
"Hahahaaa" khanza tertawa kencang, menurutnya daniel lucu sekali, sangat kelihatan jika daniel sangat nervese
"Tenang sayang, ayahku tidak akan memakanmu, ayah orang yang baik, dia tidak seperti yang kamu takutkan dan ibu juga baik, ibu seseorang yang lembut" ucap khanza
"Sama seperti kamu, kamu wanita yang lembut dan keibuan, makanya tidak sulit untuk membuat seseorang menyukaimu" ucap daniel, khanza tersenyum mendengarnya
...*****...
Ditempat yang jauh dari hiruk pikuk kebisingan kota, terlihat seorang pria muda yang gagah dan sangat tampan sedang mengunjungi masjid besar yang tidak jauh dari rumahnya, ia mengunjungi ustad hasyim yang sedang berada dimasjid itu
"Assalamualaikum ustad hasyim" ucap atthar saat bertemu ustad hasyim
"Wa'alaikumussalam atthar, MasyaAllah semakin hari semakin tampan saja kamu" jawab ustad hasyum, atthar menyalami ustad hasyim lalu kemudian ia duduk dihadapan ustad hasyim
Dimasjid itu hanya ada mereka berdua saja, atthar ingin menyampaikan sesuatu kepada ustad hasyim, ia membawa sebuah map berwarna putih
"Begini ustad, sesuai dengan keinginan saya dan kedua orang tua saya, saya ingin menyampaikan niat baik saja untu berta'aruf ustad, sudikah kiranya ustad mencarikan saya seseorang yang soleha untuk menjadi pendamping saya didunia dan akhirat" atthar menjelaskan niat baiknya kepada ustad hasyim serta menyerahkan map yang ada ditangannya
"Ini ustad CV saya, semoga ada yang cocok untuk saya, saya serahkan jodoh saya kepada Allah SWT melalui perantara ustad hasyim, saya percaya siapapun jodoh saya, itula yang terbaik untuk saya menurut Allah SWT" sambung atthar
"MasyaAllah nak, sudah siap untuk beribadah seumur hidup rupanya hahahaa" ucap ustad hasyim menggoda atthar, atthar tersenyum mengangguk
"InsyaAllah ustad" jawab atthar
__ADS_1
"InsyaAllah akan saya carikan yang soleha untuk penyempurna ibadah kamu nak atthar, kamu benar nak, serahkan saja kepada yang Maha Berkehendak dan Yang Maha Tahu, ia tahu yang terbaik untuk kita" jawab ustad hasyim
Setelah menyampaikan niatnya, ustad hasyim dan atthar mengobrol seputar pesantren dan kesehatan abi
"Bagaimana abi kamu nak?" tanya ustad atthar
"Alhamdhlillah abi sudah membaik tadz sudah bisa berjaan walaupun menggunakan tongkat, abi juga masih ikut terapi jalan pak ustad" jawab atthar menjelaskan
"Alhamdulillah, titip salam untuk abi kamu, semoga cepat pulih seperti sedia kala" doa ustad hasyim
"Baiklah ustad saya permisi dulu" ucap atthar, ia menyalami ustad hasyim lalu kemudian berdiri
Ustad hasyim juga ikut berdiri mengantarkan atthar sampai kedepan pintu masjid
"Kasi saya waktu seminggu ini ya nak, nanti jika sudah ketemu dan InsyaAllah cocok, saya akan mengabari nak atthar" ucap ustad hasyim sambil menepuk bahu atthar
Atthar menganggul setuju
"Baiklah ustad, nanti kabari saja, InsyaAllah saya akan pulang kekota minggu besok, nanti jika sudah ketemu jodohnya saya akan pulang ustad" atthar tersenyum
"Baik ustad, assalamualaikum" ucap atthar
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab ustad hasyim
...*****...
Ditempat kerjanya khanza kembalu bercerita kepada aluna, ia meminta saran kepada aluna, harus seperti apa ia bersikap jika daniel datang kerumah besok pagi
"Mbak....daniel besok mau kerumah mbak, aku harus gimana ya?" tanya khanza pada aluna, aluna mendengarkan sambil menulis mengerjakan pekerjaan yang hampir selesai
"Ya g gimana gimana sih dek, bagus donk dia mau kerumah, lebih cepat lebih baik, menghindari dosa" jawab aluna
"Maksud aku tu mbak sikap aku harus gimana? Trus ntar daniel ngomongin apa? Aku deg degan loh mbak" ucap khanza gelisah
"Hahahaa...deg degan mau dilamar itu wajar, ya kamu tinggal duduk aja dengerin dia ngomong, bikinin air sama cemilan" jelas aluna
__ADS_1
"Ya trus daniel ngomong apa mbak?"
"Biasanya kalau lamaran bukan daniel yang ngomong dek, ada wali dari daniel, dia yang ngomong kalau anaknya ayah mau dilamar" aluna tersenyum jahil
"Mbak aku serius looh" khanza memelas
"Mbak juga serius sayang" aluna meletakkan pulpennya diatas meja, ia menyudahi pekerjaannya
"Gini ya khanza shaqeena, kalau mbak itu dulu ta'aruf jadi kita berdua jumpanya pas akad nikah, g ada yang seperti kamu sekarang dek, jadi mbak g tau hehehee" aluna tersenyum melihat wajah kekhawatiran khanza
"Besok gini aja deh, kamu pulang kerja ini ngomong dulu sama ayah dan ibu bilangin ada temen laki laki mau berkunjung kerumah, nah liat tu tanggapan ayah dan ibu gimana, jujur aja kalau kalian sudah saling mengenal dan lainnya, terus ntar kan daniel diterima dengan baik tu sama ayah dan ibu, ya udah ntar ngalir kok dek, g bisa ditata dan diatur juga hehehee" sambung aluna
Khanz mengangguk mengerti, ia akan mengikuti semua ucapan dari aluna, khanza memeluk aluna dan berterima kasih, aluna juga membalas pelukan khanza, khanza benar benar gadis yang polos pikir aluna
Sore harinya, khanza kembali dijemput oleh calon suaminya, ya daniel akan segera melamarnya, ia senang sekaligus juga takut karena baru kali ini teman laki laki yang sangat ia cintai berkunjung kerumah
Khanza bercerita tentang rencana kedatangan daniel besok, ia becerita persis seperti apa yang dikatakan aluna tadi pagi padanya, ia tidak ingin daniel merasa ditolak dikeluarganya, jadi ia berusaha meyakinkan daniel bahwa besok akan baik baik saja, walaupun keduanya sama sama tegang tetapi mereka berusaha untuk terlihat baik baik saja
"Aku sih uda relax sayang, sekarang kenapa kamu yang tegang banget?" ucap daniel menahan tawanya
"G tau sayang, aku rada takut, karena baru kali ini temen laki lakiku main kerumah, biasanya g pernah, makanya aku nervese banget ini" uca khanza
"Coba deh tarik nafas, tenangin dulu diri kamu, kamu uda gede loh sayang bukan anak kecil lagi yang g boleh main ama laki laki, dan lagipula kit g main main, aku mau nikah sama kamu, klo ayah kamu tidak setuju aku akan berusaha meyakinkannya" daniel berusaha menenangkan khanza
"Ya sudah jangan dipikirkan, kit berdoa aja semoga semuanya lancar dan kita direstui, kalau kita direstui minggu depan aku resmi melamar kamu dengan membawa kedua orang tuau, oke" ucap daniel tersenyum, ia menggenggam tangan khanza untuk menenangkannya, khanza tersenyum mengangguk dan ia sedikit tenang dengan ucapan daniel
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa vote, like, koment dan hadiahnya...
__ADS_1
...Terimakasih readers 🥰🙏...