Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
133


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap sheina serentak dengan 2 kakak panti lainnya, ia sudah pulang dari menemani kakak kakaknya


"Tante khanza" sheina terkejut melihat khanza yang sedang duduk santai, sheina mendatangi khanza dan memeluknya


Betapa bahagianya khanza menerima pelukan dari sheina, sheina juga menyalami atthar serta mencium tangan atthar, sheina memang anak yang sopan dan baik


"Dari mana sayang?" Tanya khanza pada sheina


"Dari nemenin kakak tante, tante kapan datang? Kenapa tidak ngabarin shein?" Sheina balik bertanya


"Tante datang sekitaran 1 jam yang lalu, sengaja aja mau bikin kejutan untuk sheina" khanza tersenyum lebar begitupun sheina


"Dan kejutan tante sangat berhasil" jawab sheina, mendengar jawaban sheina semuapun tertawa


Ibu panti mengajak anak anak panti dan juga khanza serta atthar untuk makan siang, soal ingin membawa sheina pulang khanza sudah terlebih dulu membicarakannya kepada ibu panti dan ibu panti setuju dan sekarang hanya tinggal membujuk sheina


Makan siangpun telah usai, khanza dan atthar berinisiatif membawa sheina untuk jalan jalan, keluar dan sheina mau mengikuti mereka


Mereka membawa sheina untuk berbelanja baju sheina serta anak anak panti, mereka jug membelikan makanan enak untuk kakak dan adik sheina dipanti, sheina sangat bahagia


"Setelah ini sheina mau kemana lagi?" Tanga khanza, sheina menggeleng tidak tahu


"Bagaimana jika kita makan saja?" Tawar atthar pada khanza dan sheina


"Ide yang bagus sayang" jawab khanza dan sheina pun mengangguk setuju


Khanza, atthar dan sheina pergi kesebuah restoran italia, mereka mengajak sheina untuk makan pasta, Khanza membuka obrolan mereka


"Hmmmm sheina, apa tante boleh bertanya?" Tanya khanza berhati hati, sesungguhnya ia sangat takut jika sheina kembali menolak ajakannya


"Boleh tante, mau nanya apa?" Jawab sheina sambil menikmati pastanya


Khanza dan atthar saling berpandangan, mereka takut jika sheina kembali menolak, khanza akan mencoba membujuk sheina


"Hmm begini sayang, apa..... apa sheina masih keberatan jika tante mengadopsi sheina untuk menjadikan sheina anak tante dan om?" Tanya khanza hati hati


"Tante tidak bermaksud untuk memisahkan sheina dengan keluarga baru sheina... hanya saja..." ucapan khanza dicut oleh sheina


"Sheina mau kok tante" jawab sheina menyela ucapan khanza

__ADS_1


Khanza dan atthar tidak bisa berkata kata, mereka takjub dan sangat senang mendengar perkataan sheina, kedatangan mereka kali ini tidak sia sia


"Benarkah sayang?" Tanya khanza dan sheina mengangguk tersenyum


Khanza memeluk sheina, ia sampai meneteskan air mata bahagianya


"Terimakasih sayang, terimakasih, tante janji akan menjaga kamu dan menyayangi kamu sepenuh hati" ucap khanza sambil menangis, atthar bersyukur melihat istrinya bahagia


"Tante kenapa menangis?" Tanya sheina dalam pelukan khanza


"Mulai sekarang jangan panggil tante lagi donk, panggilnya umma dan abi, boleh?" Tanya atthar dan itu mengejutkan khanza


Khanza melepaskan pelukan sheina, ia menatap suaminya, lalu ia kembali menatap sheina seolah meminta persetujuan dari sheina, khanza terus memegang tangan sheina


Sheina tersenyum dan mengangguk


"Baiklah...umm...umma...a..abi" sheina masih terbata, mungkin terdengar asing baginya


"Sayang bagaimana sheina bisa makan jika kamu memegang tangannya terus seperti itu" ucap atthar melihat khanza terus memegang tangan sheina


Khanza terkejut dan melepaskan tangan sheina, khanza gugup masih seperti mimpi baginya, ia mempunyai seorang anak gadis yang akan menemaninya


"Tan...um..umma jangan liatin sheina seperti itu, sheina jadi malu" ucap sheina yang belum terbiasa memanggil khanza dengan sebutan umma


"Oh, begitu ya, baiklah tant...umma..umma tidak akan melihat sheina seperti itu, sekarang makanlah" ucap khanza yang juga belum terbiasa memanggil dirinya umma kepada sheina


Setelah selesai dengan makanan mereka, khanza atthar dan sheina pun kembali pulang kepanti dengan membawa bermacam macam makanan serta pakaian dan jajanan


Anak anak panti merasa senang sekali mendapatkan hadiah pakaian makanan dan jajanan, khanza mengabari ibu panti jika sheina sudah bersedia untuk diadopsi, ibu panti merasa senang karena sheina berada diorang yang tepat menurutnya


Sore itu juga khanza akan membawa sheina untuk langsung pulang kerumah mereka, tidak lupa atthar mengabari semua orang rumahnya untuk melakukan kejutan penyambutan sheina agar sheina merasa nyaman dan merasa diterima dilingkungan orang tua angkatnya


Sementara khanza membantu sheina mengemasi barangnya, sheina terlihat menangis saat membereskan beberapa pakaian dan yang lainnya, khanza sangat mengerti perasaan sheina saat ini, ia memeluk sheina


"Tak apa sayang, menangislah, umma tau perasaan kamu saat ini, kamu akan meninggalkan rumah mu dan akan pindah kerumah kamu yang baru" khanza membelai punggung anak angkatnya, tidak, bukan anak angkat sebutan yang bagus, tetapi anak, ya anaknya


Tangisan sheina pecah, ia merasa sedih meninggalkan keluarga yang menerimanya disaat ia tinggal sebatang kara


"Kita akan sering main kesini sayang, tenanglah" sambung khanza menenangkan sheina

__ADS_1


Sheina mengangguk, ia melepaskan pelukan khanza


"Sheina sedih...karena..hiks..hiks..sheina..akan punya..orang tua.. hiks..hiks" ucap sheina terbata bata


Mendengar ucapan sheina, air mata bahagia khanza turut mengalir, ia bahagia karena ia bisa membawa kesenangan bagi orang lain, ia berjanji didalam hatinya jika ia akan benar benar menjaga dan merawat titipan Allah ini walaupun bukan dari rahimnya


Setelah berberes selesai, waktunya sheina pamit kepada seluruh keluarga besar dipanti, keluarga besar dipanti yang sudah benar benr menyayangi sheina turut bersedih karena mereka akan berjauhan dari sheina


Dibalik kesedihan mereka, merekapun turut bahagia karena sheina mempunyai orang tua baru dan tempat tinggal baru


"Sheina jangan lupakan kami disini ya" ucap salah satu teman sekamar sheina yang ikut bersedih akan kehilangan sheina


"G akan pernah, sheina akan pernah lupakan dimana tempat sheina tinggal, tempat pertama yang menampung sheina saat sheina tidak punya siapa siapa" jawab sheina sambil terisak


Mendengar ucapan sheina, khanza pun merangkul sheina begitu juga dengan atthar, ia sangat iba mendengar ucapan anak berusia 7 tahun itu


Ibu panti menghampiri sheina, ia memeluk sheina dan menangis, sheina pun turut menangis tersedu sedu, ia sangat menyayangi ibu panti yang juga sangat menyayanginya


"Sering sering kunjungi ibu dan teman teman ya sayang, kami akan merindukanmu, kami juga turut bahagia karena kamu sudah menemukan keluarga barumu, percayalah keluarga barumu sangat menyayangimu sayang" ucap ibu panti


Sheina mengangguk sambil menangis, ia juga merasakan apa yang ibu panti katakan, bahwa khanza dan atthar benar benar tulus menyayanginya


Setelah perpisahan yang mengharukan, khanza, atthar dan sheina mulai beranjak meninggalkan panti, khanza dan atthar sangat berterimakasih kepada ibu ibu panti yang sangat baik pada mereka, khanza dan atthar akan menjadi donatur tetap dipanti tempat sheina tinggal


.


.


.


...Maaf baru bisa up lagi ada kegiata...


...InsyaAllah beberapa episode lagi end ya...


...tapi tenang akan ada extra part jika kerjaan sudah clear...


...Doain segera up ya selanjutnya...


...makasi readers...

__ADS_1


...jangan lupa like, koment dan vote...


__ADS_2