
"Pasti bisa dek, mintalah pertolongan Allah, Dialah Maha Pembolak balik hati dan Dia Maha Memiliki, berusahala terus dan jangan lupa berdoa" ucap aluna
"Semua butuh proses bukan? Kamu bisa sampai menyukai bahkan mencintai daniel juga ada prosesnya, kenalan, dekat, seminggu, dua minggu, jumpa setiap hari, lama kelamaan kamu luluh dan merasa nyaman dengannys dan timbullah rasa cinta, begitupun melupakan, bahkan melupakan bisa lebih lama karena apa? Karena itu menyakitkan" sambung aluna
Khanza menunduk dan mengangguk, yang dikatakan aluna benar, melupakan jauh lebih sulit dan terasa sangat sakit
"Senin dia pasti kembali mengikutiku mbak khanza, aku tidak bisa melihatnya bersikap seperti itu, aku merasa kasian dan iba, sebegitu pedulinya dia denganku mbak" ucap khanza sendu
"Dan itu makin membuatku sangat sulit melupakannya" sambung khanza
Aluna tersenyum, ia mengelus pundak khanza
"Dek ujian itu memang berat, tidak ada yang ringan, kamu diuji dengan cintamu yang harus kamu lupakan, walau terasa sakit dan sangat berat diawal, yakinlah ada sesuatu yang istimewa menunggumu didepan nanti, tapi kamu berhasil melewati ujian dari Allah dengan bersabar dan tawakal"
"Iya mbak, aku akan bersabar dan bertawakal" ucap khanza tersenyum menatap aluna
Khanza mengalihkan pandangannya, ia kembali menunduk serta menggoyangkan kakinya yang tergantung tidak menyentuh tanah, sedangkan aluna hanya memperhatikan tingkah khanza yang sedang galau
"Mbak, kalau aku tinggal dipondok apa boleh mbak?" ucap khanza tiba tiba tanpa melihat aluna
"Maksud kamu dek?" tanya aluna heran
"Ya aku tinggal dipondok mbak, belajar agama dan memperbaiki diri sekaligus melupakan daniel hehehe" ucap khanza
"Kerjaanmu gimana dek? Kamu resign?" khanza mengangguk melihat kearah aluna, aluna hanya tersenyum heran
"Aku mau bantu bantu umi disini mbak, ntah itu bantu bersih bersih atau apapunlah, sambil belajar agama juga mbak bayar juga g apa apa" ucap khanza yakin
"Kamu yakin dek mau tinggal disini? yakinkan diri dulu deh sholat istikharah dulu minta petunjuk sama Allah, bukan apa apa dek, ntar kamu nyesal lagi ninggalin kerjaan disana trus ninggalin orang tua disana, kamu kan g biasa pisah sama orang tua, disini kamu akan bertemu orang baru yang mau tidak mau kamu harus menyesuaikan diri" jelas aluna yang memang berasal dari pesantren namun pesantren yang berbeda
"Dan satu lagi, niatnya dibenerin dulu biar dimudahkan sama Allah, niatnya jangan untuk melupakan daniel, niatkan untuk benar benar belajar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT" sambung aluna
Khanza melihat merenung kearah aluna, mbak aluna benar sekali pikir khanza, niatnya untuk tinggal dipesantren ini telah salah, niat awalnya ialah untuk menjauh dan melupakan daniel
__ADS_1
"Maaf mbak, gimana caranya aku meluruskan niatku mbak?" tanya khanza
"Niatlah memang untung memperbaiki diri dan ikhlas karena Allah SWT dan memgharap ridho-Nya, perbanyaklah istigfar dan selalu merasa diri ini banyak kekurangan karena kesempurnaan hanya milik Allah" ucap aluna menerangkan
”Barangsiapa yang menginginkan keuntungan (pahala) akhirat, kami akan tambahkan keuntungannya, dan barang siapa yang menginginkan keuntungan dunia saja, Kami akan berikan sebagian darinya dan baginya tidak ada bagian keuntungan di akhirat sedikit pun”. (QS As-Syura : 20)" sambung aluna
"Jadi kalau kamu berniat hanya untuk melupakan daniel, Allah akan berikan apa yang menjadi niatmu, namun kami tidak dapat keuntungan apapun dari belajarmu, berniatlah untuk memperbaiki diri untuk menjadi hamba yang lebih baik, hamba Allah yang lebih soleh dan mengejar ridho Allah, jika disaat kamu tinggal disini nanti kamu bisa melupakan daniel, anggapla itu bonus dari Allah" aluna kembali menerangkannya pada khanza
Khanza mengerti sekarang, ia mengangguk tersenyum mendengar penjelasan aluna, ia sangat beruntung mempunyai sahabat seperti aluna, yang selalu memberi nasehat kebaikan, aluna bukan hanya sebagai sahabat tapi ia sudah seperti keluarga bagi khanza
"Makasi ya mbak una, aku sangat beruntung mempunyai sahabat sekaligus kakak seperti mbak una, bisa membimbing dan mengajari aku, jangan bosan ya mbak kalau aku cerita terus, seenggaknya mbak bisa memberikanku solusi" khanza merangkul aluna dari samping dengan kedua tangannya
"Mbak malah seneng bisa bantuin kamu, ya walaupun bantuinnya cuma nasehatin doank hehehee"
"Tapi itu berarti mbak, akunya jadi tau apa yang harus aku lakuin apa yang g" ucap khanza
Lama mereka mengobrol dihalaman belakang rumah abi, adzan ashar pun berkumandang, ayah, abi dan baim serta ibu, aluna dan khanza memilih untuk sholat di masjid, dan lagi lagi atthar yang menjadi imamnya
Setelah melaksanakan sholat fardhu ashar, atthar kembali ditunggu oleh santriwati santriwati yang senang melihat atthar, mereka duduk diam mendengar sedikit tausiah yang disampaikan oleh atthar, setelah tausiahnya selesai merekapun mengantri untuk menyalami atthar, yaaa walaupun tidak berjabat tangan setidaknya mereka bisa melihat atthar dari jaraknyang dekat
"Atthar itu dulu sekolahnya dimana nak aluna? Apa pesantren disini?" tanya ibu
"Sudah seperti ustad ustad yang di televisi ya, suaranya merdu, ilmunya banyak, tausiahnya enak tidak membosankan, pantas saja ramai santri santri yang menunggunya" sambung ibu
"Atthar dan mas baim sama sama lulusan al azhar mesir buk, kebetulan sewaktu pulang atthar sempat membantu mengajar dipondok sebentar, dan atthar juga memang diminati oleh santriwati kebanyakan bu, karena hanya dia yang masih lajang" jelas aluna
"Iya bu, khalisa juga cerita seperti itu, santriwati disini kebanyakan fans beratnya mas atthar" sambung khanza
"Jangankan santriwati atuh, ibu aja ngefans buat dijadiin mantu tapi ya sayang atthar sudah ada jodohnya" ucap ibu santai
"Iiih ibu apaan sih, orangnya ada didepan itu bu ntat kalau dengar kan malu, g baik ibu" ucap khanza bersungut
Aluna hanya tertawa ringan melihat keakraban ibu dan anak itu, tak lama kemudian mereka pun tiba dirumah dan kembali menyapa ab dan umi
__ADS_1
"Assalamualaikum" ucap para lelaki
"Waalaikuamusalam" ucap abi dan umi
Mereka pun kembali duduk berbincang bersama, ayah ibu dan khanza berencana untuk pulang sore ini
"Baiklah abi, umi saya mengucapkan banyak terimakasih atas jamuannya hari ini, maaf jika kami merepotkan, kami harus pulang sore ini" ucap ayah
"Kenapa tidak menginap saja?" ucap abi
"Terimakasih abi, InsyaAllah lain kami akan menginap, semoga abi dan kluarga selalu diberikan kesehatan, cepat dipulihkan dari sakitnya agar bisa berjalan seperti semula" doa ayah pada abi
"Aamiin" sahut seluruh penghuni rumah
Abi mengucapkan trimakasih kepada ayah, karena sudah sudi menjenguknya walaupun ini pertemuan pertama mereka tetapi mereka sudah seperti kenalan lama, abi juga mengucapkan terimakasih kepada ayah karena sudah mendoakan hal baik untuknya, semoga diijabah Allah SWT
Ibu dan umi juga saling mengucapkan terimakasih, lagi lagi umi membekali mereka dengan buah tangan dan ibu sangat sungkan menerimanya namun umi memaksa
Ayah ibu dan khanza juga berpamitan kepada baim aluna, atthar serta khalisa, ayah mengatakan jika ia akan berkunjung lain kali dan abi sangat senang 🤣mendengarnya, merekapun pamit dan saling melambaikan tangannya, ayahpun mulai melajukan mobilnya
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, vote, komen dan hadiahnya...
...Maaf telat ya readers🤗🙏...
...Jangan bosan membaca ya...
__ADS_1
...Karena habis ini kisah serunya akan dimulai 🥰😅...