Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
111


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit khanza dan atthar segera menunggu diruang tunggu dokter spesialis kandungan, mereka cukup lama menunggu dan akhirnya mereka dipanggil untuk masuk keruangan


"Selamat siang bu khanza" ucap dokter


"Siang dokter" jawab khanza yang menyalami sang dokter, begitu juga dengan atthar ia hanya menyapa dokter dengan mengatupkan kedua tangannya didepan dada dan dokterpun menyambut dengan melakukan hal yang sama


"Jadi bagaimana bu khanza? Apa ibu sekarang sedang hamil?" Tanya dokter


Khanza hanya menggeleng pelan dan tersenyum, atthar melihat istrinya dan menggenggam tangannya


"Belum dok, istri saya belum hamil dan kami kesini ingin berkonsultasi dok" jawab atthar


"Oke baikla, sudah berapa lama menikah?" Tanya dokter kembali


"Satu tahun dok" jawab khanza dan dokter mengangguk mengerti


"Baiklah kita periksa dulu ya ibu khanza, mari ibu silahkan berbaring" ucap dokter


Khanza pun mengikuti instruksi dari dokter untuk berbaring dengan atthar yang masih setia menemaninya


Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, dokter tersenyum melihat khanza, lalu dokter memintanya kembali duduk dikursi


"Alhamdulillah semuanya baik baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan bu khanza, bersabar saja InsyaAllah akan segera diberikan keturunan" ucap dokter


Atthar terlihat lega begitu pula dengan khanza


"Baiklah saya akan berikan vitamin saja ya bu khanza diminum 1 kali sehari saja" dokter tersebut memberikan sebuah kertas resep pada khanza dan atthar


"Baik dokter terimakasih dok" ucap khanza dan atthar


"Sama sama, semoga disegerakan ya bu" ucap dokter mendoakan


"Aamiin ya robbal'alamiin, mari dok assalamualaikum" ucap atthar dan khanza tersenyum mengangguk sedikit kearah dokter


Merekapun keluar dari ruangan dokter menuju apotek untuk mengambil vitamin, dilorong rumah sakit yang tidak begitu ramai atthar menggenggam tangan dan tersenyum kearah istrinya seolah menguatkan


"Alhamdulillah sayang semua baik baik saja, kita hanya perlu usaha dan menunggu ketetapan-Nya" ucap atthar lembut


"Iya mas, maafkn khanza ya mas" khanza merasa bersalah kepada suaminya


"Kenapa minta maaf? Memangnya adek salah apa?" Tanya atthar dengan nada menggoda


"Khanza uda ngerepotin mas, kita menikah belum satu tahun udah kedokter aja, padahal masih banyak orang yang lebih lama menunggu zuriat dari pada kita, maafkan khanza yang tidak sabar mas" khanza sedikit menunduk merasa bersalah


Atthar merangkul istrinya, ia menguatkan istrinya

__ADS_1


"Tidak ada yang salah sayang, namanya juga usaha dimana salahnya? Mas juga mau kok cepat punya keturunan, kita usaha lagi ya sayang" ucap atthar dan khanza mengangguk dengan sedikit tersenyum


"Mas boleh minta sesuatu g?" Ucap atthar


"Apa mas?" Tanya khanza


"Mas mohon jangan nangis lagi ya, hati mas hancur banget liat kami nangis dek, mas g kuat dan mas merasa seperti suami yang tidak berguna jika kamu terus terusan menangis, maafin mas ya sayang" ucap atthar dan tiba tiba khanza menghentikan langkahnya, atthar pun ikut berhenti


Khanza merasa tertampar mendengar ucapan suaminya, ia hampir saja kembali menangis


"Tu kan nangis lagi, mas salah apa sayang? Mas ada salah ngomong ya?" Ucap atthar panik dan segera ingin menghapus air mata suaminya


Khanza yang tadinya sedih menjadi sedikit tertawa melihat tingkah suaminya yang panik, khanza menggeleng sambil tersenyum


"Iya mas salah, mas bikin aku makin cinta sama mas" ucap khanza manja dan atthar tersenyum lega


"Mas cinta uda dari dulu dan tidak pernah pudar InsyaAllah makin bertambah" atthar mulai menggombal istrinya


Khanza tersenyum tersipu sambil mengucapkan "Gombal" dan mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju apotek rumah sakit


Ditengah perjalanan menuju rumah sakit, tanpa sengaja khanza menyenggol seorang anak kecil yang baru saja tertatih untuk berjalan


"Astagfirullah, maaf sayang, maaf sekali ibu tidak melihat kamu" ucap khanza yang berjongkok untuk membuat anak kecil itu kembali berdiri, atthar pun ikut berjongkok


Khanza dan atthar melihat kekiri dan kekanan untuk mengetahui siapa dan dimana kedua orang tuanya


"Anak siapa ini mas? Mana kedua orang tuanya?" Tanya khanza


Tidak jauh dari keberadaan anak kecil itu, atthar melihat seorang ibu yang melihat kiri dan kanan seolah sedang mencari seseorang dan ia menduga jika itu ibu dari anak tersebut


"Mungkin disana dek, ibunya g ngeliat anaknya karena ketutup kursi ini" ucap atthar


Atthar menggendong anak tersebut dan menuju kepada seorang wanita muda yang kebingungan seperti mencari seseorang


"Ayo sayang kita bawa anak kecil ini ke ibunya, filling mas sih itu ibunya" ucap atthar


Dan benar saja, melihat atthar dan khanza kearahnya ia pun langsung mendatangi mereka, melihat seorang wanita muda mendatangi mereka, khanza pun mengambil alih anak kecil tersebut, ia mengambil dan menggendongnya karena ia tidak mau suaminya bersentuhan dengan perempuan lain


"Kenzo" ucap ibu itu, ia pun mengambil kenzo digendongan khanza


"Maaf mbak tadi saya melihatnya disana dan sedikit menabraknya dan Alhamdulillah dia apa apa" ucap khanza menjelaskan


"Astaga terimakasih banyak mbak, saya dan suami saya benar benar panik saat tahu anak kami sudah hilang" kata wanita tersebut


Mereka pun asik mengobrol bagaimana kenzo bisa hilang dari penglihatannya dan merekapun saling kenal, tak lama kemudian datangla seorang laki laki dari arah belakang khanza dan atthar, ia memanggil nama anaknya

__ADS_1


"Kenzo, sukurlah kamu udah ketemu sayang" laki laki tersebut mengambil anaknya dan menciumnya


Atthar dan khanza yang melihat laki laki tersebut sedikit terkejut dan saling pandang, atthar kembali menggenggam tangan istrinya dan itu membuat khanza tersenyum melirik atthar


"Ini papi yang nemuin kenzo, mami uda panik banget loh" ucap wanita muda itu


Seketika laki laki itu terpaku melihat keduanya, dan ternyata itu daniel mantan kekasih khanza, mata daniel melihat ke atthar dan kemudian beralih ke khanza dan ia terpaku disana


"Hai daniel" sapa atthar yang berusaha untuk menjadi jentleman, ia ingin mengalihkan pandangan daniel pada istrinya


"Ooh hai atthar, apa kabar?" ucap daniel sadar


"Alhamdulillah baik, selamat sudah mempunyai jagoan kecil yang tampan" ucap atthar kembali


"Kalian uda saling kenal pi?" Tanga istrinya dan daniel mengangguk


"Oh iya kenalkan ini istriku, malena" ucap daniel memperkenalkan istrinya dan itu disambut senyuman oleh khanza dan atthar


"Kalian kenapa kerumah sakit? Apa ada kerabat yang sakit?" Tanya lena istri daniel pada khanza


Khanza tersenyum melihat suaminya


"Tidak, tidak ada, kami hanya memeriksa kesehatan saja" jawab atthar


"Siapa yang sakit?" Tanya daniel dan lagi lagi pandangannya kembali ke khanza


"Tidak ada yang sakit, hanya jaga jaga saja, dan sekarang kami harus keapotek untuk mengambil obat" atthar kembali menjawab dan pandangan daniel kembali teralihkan


Daniel melihat tangan atthar dan khanza yang saling bertaut, dan atthar pun melihat itu, ia melihat jika daniel benar benar memperhatikan ia dan istrinya terutama istrinya, sepertinya daniel belum move on dari istrinya, begitulah pemikiran atthar


.


.


.


...Assalamualaikum...


...maaf sekali syg2 ku baru up kembali...


...maaf kan saya yang sibuk luar biasa dengan 3 baby...


...Doakan up terus ya tsay...


...makasi lo uda nungguin...

__ADS_1


__ADS_2