
Liburan telah usai, saatnya khanza dan atthar pulang kerumah mereka, khanza pulang dengan rasa kekecewaannya, sheina yang ia harapkan akan ikut bersamanya ternyata memilih untuk tetap tinggal dipanti
Khanza tidak memaksanya karena sheina berhak memilih jalan hidupnya, sejak sheina menolak ikut bersamanya khanza terlihat sedikit murung, dan itu membuat atthar kembali khawatir
Namun khanza dan atthar tetap bermain kepanti setiap hari selama mereka berlibur disana, khanza tetap bersikap seperti biasa, menjadi tempat bercerita bagi sheina dan juga berbagi cerita kepada sheina, sudah seminggu ini mereka sangat akrab, benar benar terlihat seperti seorang ibu dan anak gadisnya
Sheina sangat menyukai khanza dan atthar, batin seorang anak tahu benar mana orang yang tulus dan mana yang tidak
Sekarang sebelum khanza dan atthar benar benar meninggalkan kota liburan mereka, mereka kembali berkunjung kepanti untuk bertemu sheina dan mengucapkan kata perpisahan
"Assalamualaikum sayang" ucap khanza menemui sheina dipanti asuhan
Sheina yang kaget langsung tersenyum melihat khanza yang sudah berdiri dipintu kamarnya
"Tante khanza" ucap sheina sumringah
"Belum mandi ya?" Tanya khanza dan sheina menggelengkan kepalanya
"Eeuuh pantesan bau sekali, mandi dulu gih, nanti kita sarapan ramai ramai, tante ada bawain sarapan untuk kamu dan semuanya" ucap khanza tersenyum dan sheina mengangguk riang
Sembari menunggu sheina membersihkan diri, khanza dan atthar berbincang bersama ibu panti, khanza kekeh ingin membawa sheina bersamanya namun ia tidak akan memaksa sheina, ia akan datang kembali nanti
Khanza meninggalkan nomer ponselnya dan atthar, mereka akan rutin membantu panti tempat dimana sheina tinggal, sebenarnya atthar sebagai pengurus pondok rutin membantu panti panti yang berada didekat pondok pesantrennya
Setelah sheina dan yang lainnya selesai membersihkan diri, merekapun makan bersama, khanza dan atthar sangat senang melihat anak anak panti makan dengan lahab
"Terimakasih nak khanza dan nak atthar, sudah membawakan makanan yang sangat enak, mereka lahab sekali makannya" ucap ibu panti
"Sama sama bu, kami senang membantu anak anak disini, terlebih lagi saya memang suka dengan anak anak, namun belum diberi rejeki lagi oleh Allah untuk memiliki anak" jawab khanza tersenyum lembut
"Yang sabar ya nak ya, InsyaAllah kami disini akan mendoakan nak khanza dan nak atthar agar selalu sehat dan segera diberikan apa yang diinginkan" ibu panti memeluk khanza
"Terimakasih bu, saya yakin doa anak anak ini akan langsung menembus langit InsyaAllah" ucap atthar
"Aamiin, kita berdoa yang terbaik buat nak khanza dan nak atthar, semua adalah kuasa Nya, kita hanya meminta namun ia yang lebih tahu mana yang baik untuk kita" sambung ibu dan khanza serta atthar mengangguk setuju
__ADS_1
"Anak anak hari ini tante khanza dan om atthar akan kembali kekampung halamannya, kita berdoa agar tante dan om selalu berkunjung kesini ya serta diberi kesehatan dan terkabul segala yang diinginkannya" ucap ibu kepada lebih kurang 80 anak asuhnya
"Aamiin" ucap anak anak panti serentak
"Nak iman ayo pimpin doa untuk tante khanza dan om atthar" sambung ibu panti
Mereka berdoa dengan dipimpin oleh anak yang bernama iman, khanza sedikit meneteskan air matanya mendengar doa doa anak panti untuknya dan suami, khanza merasa beruntung jauh sangat beruntung dibandingkan anak anak yang berada didekatnya
Tidak ada alasan lagi untuk khanza merasa sedih, ia pasrah dengan takdir Allah serta legowo menerima apa yang Allah berikan
Setelah berdoa sheina datang meneluk khanza, ia menangis seakan tidak ingin berpisah
"Kenapa menangis sayang? Tante InsyaAllah akan datang lagi kok, atau...." khanza tersenyum menggoda sheina
"Atau apa tante..." tanya sheina sendu masih dengan air matanya
"Atau sheina berubah pikiran, sheina ingin ikut dengan tante?" Khanza bertanya riang
Sheina menunduk, lalu ia melihat 3 orang ibu asuhnya, ia juga melihat adik serta kakak kakanya yang sudah sangat baik padanya, menerimanya serta menjaganya
"Tante akan datang lagi nanti, dan tante akan sering menghubungimu, jika sheina dan teman teman ingin makan enak, hubungi tante ya, akan tante belikan walaupun tante sudah jauh" khanza bersemangat
Teman teman sheina mengangguk dengan semangat, kecuali sheina ia mengangguk pelan dengan wajah sedikit murung
"Makasi tante, tapi lebih menyenangkan jika tante dan om yang ada disini" ucap sheina sendu
Khanza langsung memeluk sheina, ia meneteskan air matanya, hatinya sangat menginginkan sheina, ntah mengapa hatinya sangat menginginkan sheina untuk menjadi anaknya
"Nanti tante akan balik lagi ya" mata khanza berkaca kaca
"Sekarang tante harus pulang dulu, om harus bekerja, ok, tante sayang sheina" ucap khanza sendu dan kembali ia memeluk sheina
Sheina anak yang kuat dan cantik, ia kuat dan dewasa karena keadaan yang memaksa, sheina anak yang sangat kekurangan kasih sayang, dan khanza ingin memberikan kasih sayang yang utuh untuk sheina
Khanza dan atthar berpamitar kepada ibu dan anak anak panti, khanza dan atthar juga memberi ibu asuh sedikit dana untuk panti asuhan, mereka berjanji akan berkunjung lain hari
__ADS_1
Sheina satu satunya anak yang menangis ditinggalkan oleh khanza dan atthar, dan khanza melihat itu, ibu asuh meneluk sheina untuk menenangkannya
"Jika sheina sudah merasa sayang pada tante khanza, ibu tidak masalah jika sheina ikut bersamanya, mereka orang baik dan tulus, sheina anak yang beruntung telah dipilih oleh mereka untuk tinggal bersama mereka" ucap ibu asuh pelan sambil mengusap bahu sheina
"Tapi.. hiks... sheina sayang ibu dan teman teman hiks..hiks" ucap sheina
"Ibu dan teman teman akan baik baik saja nak disini, jika sheina ikut bersama tante khanza, sheina juga bisa berkunjung kesini lagi lain waktu" ibu menjelaskan kepada sheina, ibu setuju sheina jika sheina ikut bersama khanza karena menurut ibu khanza adalah orang baik
"Jika kamu tinggal bersama mereka, kamu punya masa depan nak, kamu bisa sekolah belajar dan bahkan bisa sampai kuliah diperguruan tinggi InsyaAllah" sambung ibu
Sheina hanya diam dan menangis, ia memeluk ibu asuhnya erat, menangis dipelukan ibu, ia akan memikirkan apa yang ibu katakan
...**********...
Dipesawat, khanza terlihat termenung sambil melihat kaca jendela pesawat
"Kenapa termenung sayang?" Tanga atthar suaminya dan khanza tersenyum menggeleng
"Apa masih memikirkan sheina?" Tanya atthar lagi
"Kenapa sheina g mau ikut kita ya mas?" Tanya khanza memegang tangan suaminya
"Sheina sudah besar sayang, dia sudah terlihat seperti anak dewasa, dia didewasakan oleh keadaannya dan dia sudah bisa berpikir" jelas atthar suaminya
"Kenapa kamu tidak memilih anak bayi saja untuk diadopsi?" Tanya atthar dan khanza menatap suaminya seperti sedang berpikir
.
.
.
...Bersambung...
...makasi readers...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen dan vote...