
Malam harinya setelah sholat isya, khanza menghubungi ayah dan ibunya, ia menceritakan semua kegiataannya hari ini yang sangat seru dan sangat bermanfaat
Ayah dan ibu sangat senang mendengarnya, InsyaAllah weekend depan ayah dan ibu akan kepondok untuk melihat perkembangan anak semata wayangnya
Setelah menghubungi ayah dan ibu, khanza bergabung mengobrol dengan keluarga umi, disana mereka berkumpul ada abi, umi, baim, aluna, atthar dan juga khalisa
"Bagaimana acara amal bakti tadi?" tanya baim
"Alhamdulillah, berjalan lancar mas, anak anak menyambutnya dengan antusias, atthar tadi juga membelikan sebagian kasur untuk mereka, kasian kasurnya sudah tipis dan tidak layak pakai"
"Alhamdulillah kalau begitu nak, terusla berbagi, lihatlah panti panti yang lainnya yang masih sangat jauh dari kata layak" ucap abi
"Iya abi, InsyaAllah" ucap atthar
"Jika nanti akan ada lagi acara amal bakti, kabari mas ya thar, mas juga ingin berbagi" ucap baim dan atthar tersenyum mengangguk
Berkumpul bersama sudah merupakan aktifitas keluarga abi setelah sholat isya, mereka akan berbicara dan berbagi cerita
Khanza terlihat sangat mengantuk namun ia memaksakan diri untuk ikut bergabung, aluna melihatnya beberapa kali menguap dan aluna tersenyum
"Jika mengantuk pergilah beristirahat, kamu capek seharian ini dari subuh sampai sore kerja terus" ucap aluna
"Iya nak, pergila beristirahat janagan memaksakan diri" sambung umi dan khanza tersenyum mengangguk
"Baikla umi, khanza permisi tidur dulu" ucap khanza
"Assalamualaikum" ucap khanza sedikit menundukkan kepalanya kepada semua orang disana
Sepeninggalannya khanza kekamar untuk beristirahat, umi melihat atthar, umi ingin bertanya namun sedikit ragu tapi umi harus memastikan satu hal
"Atthar..." panggil umi, yang lain hanya memperhatikan
"Ya umi" jawab atthar
"Apa umi boleh bertanya sesuatu?" tanya umi
"Tanya apa umi?" tanya atthar
"Apa kamu menyukai khanza nak?" tanya umi lembut
Deg. . . .
Atthar langsung melihat kearah umi, dan sesaat kemudian ia menundukkan kepalanya, ia belum menjawab pertanyaan umi
"Kenapa umi bertanya seperti itu?"tanya atthar, bukannya menjawab atthar malah balik bertanya
__ADS_1
"Umi melihatnya nak, umi sangat kenal dengan anak umi, umi hanya memastikan saja" ucap umi lembut
Atthar masih menundukkan kepalanya, ia memainkan jarinya, ia tidak tahu harus menjawab apa
"Kalau mas jawab iya atas pertanyaan umi, apakah mas salah?" ucap baim, atthar melihat ke arah baim tersenyum, baim merangkul adiknya tertawa
"Sangat jelas sekali" sambung baim tertawa
"Benerkan dugaan khalisa, mas atthar sangat berbeda pada mbak khanza" ucap khalisa meledek
"Lalu aina bagaimana nak?" giliran abi yang bertanya
"Nah itu yang umi khawatirkan abi, atthar sudah berta'aruf dengan aina, namun ia menyukai khanza, umi tidak masalah nak kamu menyukai siapapun selama itu baik, namun kamu juga tidak boleh menyakiti hati wanita lain" ucap umi
"Iya umi, atthar tau, atthar sudah sangat menyakiti aina jika aina tahu akan hal ini, tapi atthar bingung umi" ucap atthar
"Sejak kapan kamu menyukainya nak? Apa sejak ia tinggal bersama kita?" tebak umi dan atthar menggeleng
"Jika karena kalian sering bertemu dirumah dan dipondok menyebabkan kamu menyukainya itu salah umi nak, umi membiarkan seorang gadiis untuk tinggal dengan kita tanpa memikirkan anak lanang umi" jelas umi
"Tidak umi, ini bukan salah umi, atthar minta maaf, atthar sudah menyukai khanza jauh sebelum ia tinggal disini umi, atthar dan khanza sudah sering ketemu dikarenakan mbak aluna" jelas atthar
"Beneran thar? Sudah selama itu?" aluna terkejut namun ia menyukainya
"Ntahla mbak, atthar juga tidak tahu, atthar senang melihatnya, namun saat itu ia sudah mempunyai calon suami, itu yang atthar dengar" ucap atthar
"Umi hanya kasian melihat aina nak, jangan membuat seseorang menunggu, menunggu yang tidak pasti seperti ini, dua bulan tempo yang kamu minta kepada ustad bahar dan itu akan tiba minggu hadapan" umi menghela nafasnya begitu juga atthar
Atthar menunduk bingung
"Atthar akan istikharah umi, Allah akan memberikan atthar jawabannya, atthar yakin itu" ucap atthar menenangkan umi
"Umi percaya kamu bisa menyelesaikannya" ucap umi dan atthar tersenyum tenang namun tidak dengan hatinyaa
...****************...
Tepat disepertiga malam atthar bangun tidurnya meminta petunjuk kepada sang Maha Pencipta, ia berwudhu dan melaksanakan sholat tahajud dan setelahnya ia melaksanakan sholat istikharah untuk menentukan pilihan hidupnya
Hampir setiap malam atthar melakukan hal yang sama, ia tahhajud dan istikharah, ia sangat yakin dengan Tuhannya, apapun masalah yang ia hadapi, ia percaya Tuhannya akan selalu membantunya
Khanza juga terbangun untuk melaksanakan kewajibannya, berbeda dengan atthar yang memohon petunjuk untuk menetapkan jodohnya, khanza justru sebaliknya, ia meminta pertolongan Allah untuk melupakan mantan kekasihnya yang sesekalimasih mengganggu pikirannya
Khanza meminta pengganti daniel yang lebih baik dan bisa membimbingnya untuk menjemput ridho Allah SWT, atthar dan khanza meminta dalam doanya, mereka meminta yang terbaik pilihan Allah bukan pilihan dirinya, karena Allah yang Maha tahu apa yang terbaik bagi umatnya
Setelah sholat mereka melanjutkannya dengan berdzikir, khanza yang dahulunya tidak terbiasa bangun disepertiga malam, kini ia sudah membiasakan dirinya, ia sudah jauh lebih baik dari khanza yang dulu
__ADS_1
Pagi menjelang, setelah sholat subuh aluna mengajak khanza untuk berjalan disekitaran pondok pesantren, selain untuk berbicara, aluna juga ingin tahu perkembangan khanza dalam melupakan daniel seperti apa
Aluna senang jika khanza berjodoh dengan adik iparnya yaitu atthar, namun ia jugan harus memastikan perasaan khanza, apakah masih tertaut kepada daniel atau sudah mulai melupakan daniel
"Jadi gimana dek disini?"
"Alhamdulillah mbak, aku nyaman banget, orangnya baik baik banget" jawab khanza
"Alhamdulillah seneng mbak dengernya, bagaimana dengan daniel?" tanya aluuna
Khanza menghela nafasnya berat, ia berjalanan pelan
"Sesekali kadang aku kangen dia mbak, disaat hariku berat ia selalu ada untukku, tapi sekarang uda g ada lagi" ucap khanza
"Jadi masih sering keinget ya?" tanya aluna dan khanza mengangguk memanyunkan bibirnya
"G ada niat cari jodoh disini dek?" tanya aluna iseng
"Yang lama aja masih bertengger dihati mbak, gimana mau masuk yang baru" khanza menjawab seenaknya
"Bisa kamu pasti bisa, mbak yakin" aluna meyakinkan khanza
"Kalau akunya sibuk kerja atau sibuk yang lain g masalah ssih mbak, malah g keinget sama sekali, tapi kalau mau tidur, biasanya kan telfonan lama sama daniel, itu aja sih mbak masih sering keinget" jelas khanza
"Sebelum tidur biar ada kesibukan baca buku aja, biar g kesepian, kalau kesepian pasti teringat" ucap aluna
"Bener juga ya mbak, aku harus mengalihkan perhatian dan pikiran aku" ucap khanza yakin
"Nah gitu donk, jangan diinget inget terus ntar orangnya datang loh" ucap aluna menggoda khanza
"Mana mungkin mbak, orang dia g tau aku disini" khanza memajukan bibir bawahnya
"Ya siapa taukan, kalau Allah berkehendak, hihihii" aluna terus menggoda dan itu membuatkhanza tersenyum
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like,vote, koment dan hadiahnya...
...Terimakasih readers...
__ADS_1
...Doaian malam ini sempat up lagi ya hihihi...