Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
98


__ADS_3

Khanza dan atthar sudah bersiap untuk menyambut keluarganya, khanza menyambut aluna dengan pelukan hangat, ia juga menyalami umi abi dan khalisa juga as baim


"mbak apa kabar? gimana sama calon bayinya?" tanya khanza sambil membawa aluna untuk duduk dikursi tamu rumahnya


"Alhamdulillah mbak baik, kamu bagaimana?" aluna menggoda khanza, aluna melirik ke arah atthar sebagai isyarat jika ia menanyakan hubungan keduanya


Khanza tersenyum malu


"Uda mulai terbiasa kok mbak, Alhamdulillah" jawab khanza pelan, sementara yang lainnya juga asik berbincang


"Tapi belum yang satu itu mbak, nanti kita ngobrol ya mbak, khanza mau nyiapin makan siang kita dulu" sambung khanza masih dengan sedikit berbisik, aluna menangguk tersenyum


Khanza beranjak dari duduknya, ia berpamitan ingin menyiapkan makan siang keluarganya, melihat istrinya yang akan menyiapkan makanan atthar pun mengikuti istrinya, khalisa yang hendak membantu khanza, ditahan oleh umi, ia tidak diizinkan karena umi menginginkan sepasang suami istri itu semakin saling mengenal


"Mau nyiapin apa lagi dek?" tanya atthar


"Minumannya mas, khanza lupa, ini lagi bikinin sirupnya" jawab istrinya


"Ya sudah mas ambilin es batunya dulu ya" ucap atthar, khanza mengangguk tersenyum


Umi dan yang lainnya tersenyum melihat keduanya yang saling membantu, atthar kembali kedapur menemui istrinya, ia akan memecahkan es batu yang ia bawakan


Disela ia memecahan es batu yang akan digunakan oleh khanza, tiba tiba atthar bertanya


"Dek ntar kita makan sepiring berdua malu g?" tanya atthar pada istrinya


"G malu sih mas hanya sungkan aja, memangnya kenapa?"


"G malu masxx Zu ⁶7


Setelah menyelesaikan minuman dingin buatannya, khanza menyajikanya dimeja makan, lalu mereka mempersilahkan keluarganya untuk menikmati hidangannya


Sebelum mereka menikmati makanannya, abi terlebih dahulu memimpin doa


"Kita berdoa dulu ya, syukuran kecil kecilan, syukuran menempati rumah baru dan sekaligus syukuran untuk kabar bahagia dari aluna dan baim" ucap abi

__ADS_1


Semua mengangguk setuju, abi memulai doanya dengan khusuk begitupun yang lainnya, setelah selesai berdoa umi kembali berucap syukur


"Alhamdulillah setelah sekian lama penantian kita akhirnya diijabah oleh Allah berkat kesabaran kalian berdoa" ucap umi


"Iya umi Alhamdulillah, berkat doa umi dan abi juga" sambut aluna


"Semoga mas atthar dan mbak khanza segera menyusul ya jadi khalisa dapat dua ponaan" khalisa berucap girang


Khanza melirik kearah atthar yang juga memandangnya, atthar mengernyitkan sebelah matanya pada istrinya dan khanza pun tersipu malu, semua tingkah pengantin baru itu tidak luput dari penglihatan aluna dan umi, umi dan aluna tersenyum bersama melihat atthar yang menggoda istrinya


Merekapun memulai makan siang mereka, mereka menikmati dan memuji masakan khanza, khanza merasa sangat senang seluruh keluargannya memuji masakannya


Setelah selesai menikmati hidangan, khanza membereskan makanan yang ada dimeja makan, ia dibantu oleh atthar suaminya serta umi dan khalisa, khanza sudah melarang umi untuk membantunya namun umi bersi keras ingin membantu


Setelah semuanya selesai mereka berkumpul dan berbincang, khanza memilih untuk duduk berdekatan disamping aluna ia ingin meminta pencerahan dari aluna


"Mbak, aku mau cerita" ucap khanza pelan


"Cerita apa?" tanya aluna


"Hahahaa..cerita apa sih? cerita itu ya?" aluna menaikan alisnya berulang, ia menggoda khanza dan Khanza mengangguk malu


Umi abi dan baim serta atthar berbincang soal pesantren mereka, sementara khalisa sudah berpamitan terlebih dahulu untuk mengerjakan tugas sekolahnya, sesekali atthar melihat khanza dan aluna yang sedang asik mengobrol, ia memperhatikan istrinya diam diam


"Jadi ada apa dek? Cerita donk" tanya aluna lagi


"Aku....aku belum menunaikan kewajibanku sebagai istri mbak, apa aku berdosa mbak?" tanya khanza pelan, ia sangat serius dalam hal ini


Aluna tersenyum, ia menggenggam tangan khanza


"Dek, manfaat menikah dalam Islam dan tujuan pernikahan dalam Islam adalah untuk memenuhi kebutuhan hasrat dan tuntutan naluri manusia, jadi selain untuk beribadah kepada Allah SWT dan memperoleh keturunan menikah itu adalah proses menghalalkan seorang laki laki dan perempuan agar ia tidak berbuat zinah" ucap aluna pelan, ia tidak ingin jika pembicaraan mereka didengar oleh kedua mertuanya


"Ada sebuah hadits yang menerangkan golongan orang-orang dan istri yang dibenci dan dikutuk oleh malaikat, selain istri yang pergi tanpa izin suami, golongan istri yang lainnya adalah istri yang menolak melayani suaminya" sambung aluna


“Apabila seorang laki-laki mengajak istrinya ke ranjang, lalu sang istri tidak mendatanginya hingga suaminya bermalam dalam keadaan marah padanya, maka malaikat melaknatnya hingga pagi tiba.” (HR. Bukhari dan Muslim)" aluna menerangkan hadisnya, khanza menunduk lesu dan atthar melihat itu, ia penasaran dengan apa yang istrinya ceritakan

__ADS_1


"Jadi aku harus bagaimana mbak? Mas atthar juga g menuntut atau meminta, jika aku duluan yang memulai ku malu mbak" khanza masih dengan wajah bersalahnya bercerita ada aluna


"Suamimu mungkin menjagamu, ia takut jika ia memintamu dan kamu belum siap maka kamu akan berdosa dan ia tidak mau kamu berdosa, atau bisa jadi ia ingin membuatmu terbiasa dulu dengannya hingga kamu siap" ucap aluna, mendengar ucapan aluna sontak khanza langsung menatap suaminya yang sedang asik berbicang


"Jika seorang istri yang meminta hajat atau berjima lebih dulu kepada suaminya, maka akan mendapat fadhilah atau kemuliaan sebagaimana di kitab Adabun Nisa’ karya Abdul Malik bin Habib (Abu Marwan) Al-Qurthubi: Siapa saja seorang istri yang menawarkan diri untuk suaminya dengan suka-rela, maka Allah akan mengharamkan dirinya dari api neraka, kemudian Allah memberinya pahala dua ratus ibadah Haji dan Umroh, lalu dicatatkan untuknya dua ratus ribu kebaikan dan diangkat untuknya dua ratus ribu derajat di Surga, ganjarannya g tanggug tanggung dek" ucap aluna


Mendengar ucapan aluna khanza kembali melihat suaminya, yang kebetulan juga melihat kearahnya, mereka saling pandang, atthar mengangkat kedua alisnya seolang bertanya dan istrinya menjawab dengan gelengan kepalanya sambil tersenyum


Aluna tersenyum melihat interaksi keduanya, sangat terlihat jika atthar sangat menyayangi istrinya


"Aku...aku akan mencobanya mbak, makasi ya mbak pencerahannya" khanza memeluk aluna erat, aluna menepuk bahu khanza pelan


"Looh kalian kenapa ndok?" tanya umi yang melihat mereka berpelukan


"Hehehee..tidak apa apa umi, khanza hanya kangen sama mbak una" jawab khanza tersenyum segan


Lama mereka berbincang kini tibalah umi abi aluna dan baim berpamitan untuk pulang kerumah abi, khanza dan atthar mengantarkan mereka hinggal didepan halaman rumahnya


Setelah kelarganya pulang, atthar memperhatikan istrinya, ia melihat jika khanza diam diam memperhatikannya, atthar menangkap tangan istrinya dan bertanya


"Ada apa? Dari tadi mas perhatiin serius banget cerita sama mbak una dan tiba tiba kenapa jadi lesu begini?"


Khanza menarik tangan suaminya untuk masuk kedalam rumah mereka, atthar sedikit heran namun ia mengikutinya


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...


...Terimasih readers 🥰🙏...

__ADS_1


__ADS_2