
Sesampainya dikantor khanza terburu buru untuk menemui aluna, ia menyeret aluna ketoilet yang tidak jauh dari ruangnnya, sesampainya ditoilet ia mengunci pintu toilet
"Mbaaaakkk...hiks hiks..." khanza memeluk aluna erat sambil menangis
Aluna yang paham langsung menenangkan khanza dengan mengusap punggung khanza, ia membiarkan khanza menangis dipelukannya
Setelah lelah menangis, khanza melepaskan pelukannya, ia mulai bercerita kepada aluna tentang apa yang terjadi
"Mbak ternyata apa yang aku pikirkan benar hiks...hiks....kami memang berbedaaaa huaaaa...aaa" khanza menangis kencang ia benar benar melepaskan kesedihannya
Aluna kembali memeluk khanza, ia mengerti dengan kesedihan khanza yang harus berpisah dengan seseorang yang ia cintai
"Lalu bagaimana? Apa sudah selesai?" tanya aluna lembut
"Menurut mbak bagaimana? aku harus apa? Hiks..hiks.." ucap khanza
"Baiklah, nanti kita akan bicarakan, sekarang perbaiki riasanmu dan hijabmu, kita harus bekerja dulu oke" ucap aluna dan khanza mengangguk setuju
...****************...
Berbeda dari khanza yang tetap bekerja walaupun dalam keadaan galau, daniel justru bolos dalam bekerja, ia pergi ketempat beribadahnya untuk melakukan konseling kepada pendeta disana
Ia sangat merasa kacau mendengar jika khanza menyerah pada hubungan mereka dan ingin meninggalkannya
Ia menceritakan segalanya kepada pendeta dan ia meminta pendapat dari pendeta tersebut, sesungguhnya daniel merupakan umat yang taat beribadah, setiap hari minggu ia akan rutin beribadah bersama keluarganya, tak puas dengan jawaban dari pendeta yang memintanya untuk tetap berada dijalannya ia keluar dari gereja tersebut untuk pulang kerumah menemui kedua orang tua
Ia ingin melihat reaksi kedua orang tuanya, jika ia mencintai seseorang yang berbeda keyakinan dengannya, ia sangat tidak ingin jika khanza meninggalkannya, maka ia akan melakukan berbagai cara agar tetap bisa bersama khanza
"Ma....maaa..." daniel masuk kerumah mencari sang mama
Tak lama kemudian ia menemui mamanya sedang memasak didapur
"Heeii..apa kau tidak bekerja? Apa ada yang tertinggal?" tanya mama santai
"Ma aku ingin bicara, papa dimana?" tanya daniel dengan wajah kusutnya
__ADS_1
"Papamu ada dihalaman dibelakang, ingin bicara apa? Keliatannya serius sekali"
"Ayola mam.." ajak daniel menemui ayahnya dihalaman belakang
Mama mengikuti daniel, sebelumnya ia mematikan kompor yang sedang memyala terlebih dahulu,lal ia mengikuti daniel ke halaman belakang
"Ma..pa a...aku mencintai seseorang yang berbeda" ucap daniel dihalaman belakang
"Berbeda maksudmu?" tanya mama daniel tidak mengerti
"Berbeda keyakinan" ucap daniel yakin
"Jadi?" tanya papa
Daniel menggusar wajahnya, ia meletakkan tangannya dikepala dan dipinggangnya, ia sangat bingung sekarang, ia sangat tahu kedua orang tuanya tidak akan setuju, tetapi ia tidak mau kehilangan khanza
"Aku ingin menikahinya pa, aku tidak mau dia meninggalkanku, aku sangat mencintainya, aku bisa gila jika ia pergi dariku pa ma"
"Mau menikah ya menikah saja tapi jangan sekali kali kau berpindah agama, mama tidak menyetujuinya"
"Tapi pa, khanza gadis yang baik dan cantik, aku benar benar mencintainya pa"
"Jangan dibodohi cinta daniel, apa tidak ada lagi wanita seiman yang bisa kau nikahi? Kalau kau tidak menemukannya biar papa yang mencarinya" ucap papa tegas
"Paaa...."
"Sudahla, papa tidak akan setuju jika kau mengikutinya, percuma kau beribadah jika masih berpikiran bodoh seperti itu, jangan dibutakan oleh cinta, sampai kapanpun papa tidak akan menyetujuinya, sudahla pergila kau bekerja, jangan gara gara wanita kau terlihat bodoh seperti ini, seperti wanita hanya satu saja" ucap papa yang begitu marah dengan rencana daniel
Papa daniel meninggalkan daniel dan mamanya dihalaman belakang, ia pergi ntah kemana
"Sudahlah nak, benar kata papamu, jangan dibutakan oleh cinta, masih banyak wanita seiman yang cantik dan baik, soal cinta ia akan tumbuh seiring berjalannya waktu, jangan berpikir yang macam macam dan jangan melakukan tindakan yang bodoh" ucap mama yang juga meninggalkan daniel
Tinggallah seorang diri daniel dihalaman belakang, ia menggusar rambutnya, ingin rasanya ia teriak dan menangis, ia benar benar berada dijalan buntu, ntah apa yang akan ia lakukan ia pun tidak tahu, yang jelas ia akan mencoba untuk kembali berbicara kepada khanza tentang masalah ini, agar khanza tidak meninggalkannya
...****************...
__ADS_1
Waktu istirahat sholat dan makan telah tiba, khanza dan aluna bergegas melaksanakan ibadah sholat dhuhur mereka, setelah melaksanakan kewajibannya mereja pergi kekantin untuk menyantap makan siang
Khanza kembali bercerita apa yang terjadi hari ini antara dirinya dan daniel, hari ini khanza terlihat berbeda, ia sedikit lebih pendiam dari biasanya
"Deeekk, ayo makan dulu, jangan menyiksa diri seperti ini" ucap aluna
Aluna meminta khanza untuk memakan makan siangnya yang telah ia pesan, khanza tersenyum seadanya
"Aku bingung mbak, aku g tahu harus apa, aku sangat mencintainya mbak, bagaimana hidupku jika tidak bersama daniel dan daniel mengatakan jika akan melakukan apa saja mbak agar kami bisa bersama" ucap khanza
"Astagfirullah dek, hidupmu akan baik baik saja jika tanpa daniel, jangan terlalu mencintai seseorang melebihi cinta kita kepada pencipta kita dek, itu tidak baik dan ini, anggap sebagai teguran untukmu" ucap aluna lembut
"Hubunganmu dan daniel sudah selesai, tidak bisa diapa apakan lagi, jika kamu bisa membawanya pahalamu akan sangat besar namun masalahmu juga lebih besar nantinya, pikirkan kedepannya dek, jangan hanya memikirkan perasaan kalian, pikirkan juga perasaan orang tuamu, orang tua daniel mereka akan sangat terluka" sambung aluna
"Apa didunia ini kekurangan laki laki muslim? Apa hanya daniel yang baik dan apa hanya dia yang akan mencintaimu?" tanya aluna dan khanza menggeleng pelan
"Ini pelajaran buatmu, jangan mencintai seseorang melebihi cintamu pada Rabb mu, mulai hari ini berdoala pada yang masa membolak balikkan hati, minta ketenangan hati agar rasa cintamu tidak membuatmu kehilangan akal" jelas aluna sambil memegang tangan khanza
"Kita hanya berencana dek, Allah yang menentukan, disetiap masalah pasti ada hikmahnya dan setiap ada badai pasti ada pelangi, kita g tahu kejutan apa yang Allah siapkan untuk kamu setelah masalahmu ini, asalkan kamu menjalaninya dan jangan pernah menjauh dari Nya, sebaik baik penolong hanya Allah SWT dek"
Air mata khanza kembali berlinang, ia kembali menggenggam tangan aluna, ia mengangguk pelan
"Makasi ya mbak, sudah membuka pikiranku"
"Mbak hanya memberi tahu apa yang mbak tahu, ingat dek apapun masalahmu seberat apapun itu, menangislah dan mengadula diatas sajadahmu, Ia sebaik baiknya penolong dan penyimpan rahasia" ucap aluna tersenyum
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...
__ADS_1
...Terimakasih readers 🥰🙏...