
Malam harinya, khanza dan atthar baru saja menyelesaikan sholat isya berjamaah, kali ini atthar tidak mengisi tausiah, ia ingin segera pulang kerumah barunya, namun keinginannya harus ditunda telebih dahulu dikarenakan banyaknya antrian yang ingin bersalaman dengannya
Santri dan santriwati mengantri panjang, melihat banyaknya panjangnya antrian khanza yang tadinya sudah berdiri kembali duduk menunggu suaminya
Disepanjang antrian, antrian santriwatilah yang lebih panjang, walaupun mereka tidak bisa berjabat tangan langsung dengan ustadz atthar mereka tetap mengantru agar bisa bersapa dan melihat wajah ustadz tampan dipondok mereka
Disaat antrian hanya tinggal sedikt, khanza berdiri dan mengikuti barisan, ustadz ustadz lain tidak begitu mengenal khanza karena mereka hanya bertemu sebentar sehigga tidak begitu ingat dengan wajah istri dari pemimpin pondok pesantren mereka
Atthar tersenyum mengetahui jika istrinya mengikuti barisan para santri, santriwati yang melihat ustadz mereka tersenyum kearah barisan antrian, mereka mengikuti arah mata ustadz atthar dan mereka melihat kearah satu wanita dibarisan paling akhir yang memakai niqab, mereka sunggu penasaran dengan wanita itu
Setahu para santri ustadz tampan mereka sangat menjaga jarak dengan wanita, santri yang sudah keluar dari antrian penasaran dengan wanita yang berada dibarisan terakhir, mereka menunggu dan ingin melihat reaksi ustadz atthar pada wanita berniqab tersebut
"Siapa ya perempuan itu?" tanya salah satu santri ada temannya yang lain
"Iya ya aku juga penasaran, kenapa ustad kita tersenyum padanya? Tapi manis banget senyuman ustadz kuuuuuu" jawab santri yang lain
"Istrinya kali ya, kan kemaren heboh satu asrama, ada yang bilang ustad tampan menikah, jangan jangan bener lagi" santri yang lain juga ikut menunggu
"Aaaaa jangan donk, pupus deh harapanku jika ustadz tampan benar benar menikah" santriwati merengek kecewa
Disaat antrian istrinya sudah mendekatinya, atthar tersenyum, dan ia memita ustad ustad lain yang sudah dilewati khanza agar bisa segera kembali ke rumah masing masing
Atthar menunggu istrinya dan begitu istrinya sampai dihadapannya ia tertawa bersama, khanza menyalami tangan suaminya tanpa perduli pandangan para santriwati yang memandang mereka, semua santriwati merasa iri ada khanza
"Wah benerkan, itu mereka bersentuhan, aaa ustad tampankun sudah menjadi milik orang lain huhuhuhuu" salah satu santriwati yang kecewa memulai dramanya, ia berpura pura menangis didepan teman temannya
"Aku juga kecewa, ustadz ku sudah punya orang lain" ucap santri yang lainnya
Khanza menyalami suaminya dan suaminya menyambutnya dengan lembut
"Bosan ya nungguin? Makanya ikut antrian?"tanya atthar ada khanza
Khanza mengangguk pelan
"Khanza juga ingin bersalaman dengan ustadz tertampan dan terfavorit dipondok ini" ledek istrinya dn atthar kembali tertawa ia merangkul bahu istrinya sambil berjalan untuk meniggalkan masjid
"Kalau kamu mah, jangankan salaman" atthar menjeda ucapannya
__ADS_1
"Dari ujung kaki mas hingga ujung rambut mas sudah sah menjadi milikmu" ucap atthar berbisik
"Iih mas genit iih" khanza tersenyum, ia sedikit memukul dada suaminya, merekapun tertawa bersama
Mereka tidak mengetahui jika masih ada beberapa santri yang melihat tingkah mereka namun tidak mendengarkan ucapan mereka, saat khanza hendak memakai sandalnya, sekilas ia melihat persembunyian para santri, kemudian khaza tersenyum
"Mas liat deh, masih ada santri yang menuggu mas disana"khanza menunjuk kearah para santri yang bersembunyi
Atthar melihatnya dan berdehem
"Ehhem...silahkan keluar para santri" ucap atthar tenang
Para santri yang bersembunyipun keluar, ada sekitar 4 sampai 6 orang para santri yang menunggu mereka, para santriwati berdiri dihadapan khanza dan atthar
"Maaf pak ustadz, kami..." salah satu santriwati mewakili yang lainnya meminta maaf, namun ia tidak tahu harus beralasan apa
"Sedang apa? Kenapa masih disini? Kenapa belum beristirahat?" tanya atthar
"Eee...kami...kami hanya penasaran ustadz" jawab santri lainnya yang sedikit lebih beran
"Penasaran? Penasaran kepada siapa?" tanya atthar lagi
Khanza tersenyum dan melihat kearah suaminya, suaminya ikut tersenyum
"Benar, saya sudah menikah, dan ini istri saya, namanya khanza saqeena" atthar menjawab pertanyaan para santriwati sekaligus memperkenalkan istrinya
Para santriwati tersenyum dan menyalami khanza, khanza bisa melihat raut kekecewaan di wajah para santriwati itu, ia hanya tersenyum
"Baikla sekarang kalian boleh kembali ke asrama, beristirahatla" ucap atthar
"Baik ustadz, ustadzah assalamualaikum" ucap para santriwati dan mereka pun pergi meninggalkan ustadz atthar dan istrinya
Khanza tertawa setelah para santriwati pergi,, atthar melihat ke arah istrinya
"Kenapa tertawa?" tanya atthar, ia kembali merangkul istrinya dan mereka berjalan kembali kerumah mereka
"Mas liat g? Wajah wajah kecewa para santriwati tadi, segitu patah hatinya mendengar mas sudah menikah" ucap khanza
__ADS_1
"Mereka hanya tertarik pada ketampanan mas saja" ucap atthar
"Ya mereka bener sih, siapa yang tidak tertarik dengan lelaki yang berwajah tampan dan soleh seperti mas, khanza aja bisa luluh" ucap khanza dan sontak atthar tertawa
"Alhamdulillah ya Allah istriku sudah luluh, terimakasih ya Allah" ucap atthar sambil menengadahkan kepalanya ke atas melihat langit
Khanza terkekeh malu, ia memeluk pinggang suaminya
"Mas besok kita belanja yuk, khanza mau masak banyak, besokkan mbak una dateng, khanza mau bikinin masakan enak buat ibu hamil" ucap khanza
"Boleh, besok sehabis sholat subuh kita belanja ya" ucap atthar dan khanza mengangguk tersenyum
Atthar bersyukur dan sangat senang melihat istrinya khanza shaqeena sudah tidak terlalu canggung atau pun menolak bersentuan dengannya, ia akan memulainya perlahan, ia tidak mau khanza berpikir jika dirinya memaksakan kehendaknya, walaupun kebutuhan biologis serang suami itu sangat penting, namun atthar bersedia menunggunya dan ia juga tidak ingin terburu buru
Ia akan membuat istrinya nyaman terlebih dahulu, lalu ia akan mulai membuat istrinya menyukainya dan percaya padanya, ia tidak ingin khanza melakukannya karena keterpaksaan atau hanya karena kewajibannya sebagai seorang istri, atthar ingin jika khanza ikhlas dan memang kemauan dirinya untuk melakukannya
Sesampainya dirumah, atthar mengunci pintu rumahnya, ia dan khanza masuk kekamar mereka untuk beristirahat, mereka akan tidur lebih cepat karena mereka akan bangun juga lebih cepat untuk melaksanakan sholat tahajud
Atthar duduk bersandar didipan tempat tidurnya, ia bersandar sambil memegang Al Quran kecilnya, ia melihat istrinya yang sudah berganti baju, khanza masih berganti baju dikamar mandi, ia masih malu untuk berganti baju didepan suaminya
Atthar memit istrinya untuk duduk disampingnya, ia menepuk kasur sebagai isyarat agar istrinya mendekat, khanza menurutinya dan ia mendengarkan suaminya melantunan ayat suci dengan merdu
Setelah atthar selesai mengaji, ia pun meminta istrinya untuk berbaring
"Kita istirahat yuk" ucap atthar, istrinya mengangguk setuju, ia membenarkan bantalnya, begitupun dengan khanza
Mereka berbaring bersama menghadap keatas langit langit kamarnya, atthar melihat kearah istrinya, ia memberanikan diri untuk meminta pada istrinya....
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...
__ADS_1
...Teriamakasih 🥰...