
Satu minggu berlalu, sejak pulang dari pesantren khanza semakin giat beribadah, ia terus mengingat kata kata aluna tentang niat karena Allah
Seeperti biasa, khanza kembali diikuti daniel, daniel memantau perjalanan khanza menuju kantor dan pulang kerumah, ia sudah benar benar seperti "Spy" alias mata mata, khanza menahan diri sekuat hatinya untuk tidak melihat bahkan menoleh kearah daniel, ia berpura pura tidak tahu jika daniel mengikutinya, namun tetap saja tidak bisa, terkadang daniel juga menghubunginya ntah itu melalui sambungan telefon ataupun pesan singkat
Khanza sangat lelah sekali, seberapa keras ia mencoba untuk melupakan daniel namun ia tetap saja sulit, pasalnya daniel terus mendekatkan diri pasalnya dengan dalih hanya sebagai teman
Khanza mulai melakukan sholat istikharah, ia ingin meminta petunjuk dari penciptanya, ia ingin memantapkan hatinya untuk benar benar tinggal dipesantren, tetapi sebelumnya ia ingin meluruskan niatnya, jika ia ingin tinggal dipesantren bukan karena ingin melupakan daniel tetapi melainkan untuk memperbaiki dirinya, agar ia menjadi lebih baik dan soleha, ia tidak bisa terus terusan seperti ini
...****************...
Malam hari sebelum khanza tidur ia menemui ayah dan ibunya, ia duduk bersebelahan dengan ibu, ia ingin mengatakan jika ia ingin benar benar tinggal dipersantren, ia sudah sangat yakin dengan keputusannya
"Ayah...ibu...khanz ingin bicara sesuatu" ucap khanza
Ayah dan ibu saling berpandangan, mereka pikir ini persoalan yang menyangkut dengan daniel
"Bicara apa nak?" jawab ayah menatap anaknya
"Eeee....khanza...khanza ingin tinggal tinggal dipesantren ayah, ibu...apa boleh?" ucap khanza
"MasyaAllah nak, ya boleh donk sayang, ibu malah seneng" ucap ibu merangkul khanza yang berada disebelahnya
"Hahahaa..ayah pikir ngomongin apa tadi, taunya ngomong ginian, ayah malah seneng dengarnya" ucap ayah
"Tapi jika khanza pergi gimana ayah dan ibu yang hanya tinggal berdua?" khanza juga sedikit khawatir meninggalkan ayah dan ibunya
"Jangan khawatirkan kami nak, kami baik baik saja, ayah dan ibu juga akan berkunjung setiap akhir pekan, ibu senang kamu mau belajar agama lebih dalam lagi, jangan khawatirkan yang lain nak, terutama rezekimu, jika kamu mengejar akhirat mu maka dunia akan berada digenggamanmu nak, percayalah" ibu mengelus punggung anaknya memberikan rasa tenang pada anaknya
Khanza mengangguk dan memeluk ibunya
"Jadi kapan kamu kesana?" tanya ayah
"Besok khanza akan ngomong dulu yah sama mbak una dan mas baim, bagaimana baiknya" ucap khanza
"Jadi kamu akan resign nak?" tanya ayah lagi
"Iya ayah, khanza akan bantu bantu umi dan khalisa disana yah, soal kerjaan khanza juga akan mencari pekerjaan disana ntah apa itu urusan nanti yah, khanza ada tabungan kok untuk beberapa bulan kedepan"
"Khanza merasa tenang aja yah disana, terlepas dari masalah khanza sekarang, disana khanza memang merasa tenang ayah ibu dan khanza benar benar ingin belajar agama disana" ucap khanza, ayah dan ibu tersenyum saling berpandangan
"Alhamdulillah nak, ibu sangat bersyukur anak ibu mau tinggal dipesantren, ibu doakan semoga kamu dipermudah dalam menuntut ilmu dan betah nanti disana" doa ibu kepada anaknya
__ADS_1
"Aamiin" ayah dan khanza menjawab doa ibu
...****************...
Keesokan harinya khanza bertemu aluna dikantor, ia membicarakan hal yang sama dengan apa yang ia bicarakan dengan ayah dan ibunya
"Mbak....hmmmm setelah seminggu ini aku berpikir sepertinya aku jadi mbak untuk tinggal dipondok, apa boleh mbak?" tanya aluna
"MasyaAllah, tentu saja boleh khanza, Alhamdulillah kalau begitu, mbak ikut senengnya dengernya, ntar mbak kabari mas baim ya, biar mas baim kabarin umi dan atthar" ucap aluna
"Kenapa kabarin mas atthar mbak? Bukannya abi?"
Aluna tersenyum mendengar pertanyaan khanza
"Sekarang yang jadi pengurusnya adalah atthar, karena abi sudah g sanggup, kasian juga abi sakit sakit masih mikirin pesantren"
"Iya ya mbak, abi kan sakit, khanza lupa, khanza juga bisa bantu umi untuk ngurusin abi kok mbak, kasian umi sendirian" Tawar khanza
"G perlu dek, umi sudah dibantu atthar, atthar yang ngurusin abi"
"Loh bukannya mas atthar kerja mbak?" tanya aluna
"Atthar sudah resign dek, dia lebih memilih mengurus abi dan pesantren dari pada kerjaannya, mbak dan mas baim juga bersyukur sih atthar memilih keputusan yang tepat"
"Alhamdulillah ya mbak, mas atthar juga ngerti jika mas baim sudah punya tanggungan keluarga, sedangkan mas atthar masih single kan" sambung khanza dan aluna kembali menganggukkan kepalanya
"Iya dek, mbak salut dan bersyukur berada dikeluarga mereka, mereka banyak mengajarkan mbak hal baik, dan semoga kamu juga merasakan hal hal baik nanti dipondok" doa aluna
"Aamiin" ucap khanza tersenyum
...****************...
Sore menjelang, khanza dan aluna sudah menyelesaikan pekerjaanny, aluna meminta khanza untuk menunggu suaminya agar khanza bisa memberi tahu baim jika ia akan tinggal dipesantren dan khanza menyetujui permintaan aluna
Tak lama kemudian baim pun tiba didepan lobby kantor istrinya untuk menjemput istrinya, aluna menawarkan kepada khanza untuk.memgantar khanza pulang kerumah, agar 't'7bisa bicara sambil jalan dan dengan waktu yang cukup panjang hingga mereka sampai kerumah khanza
Khanza juga menyetujui tawaran aluna dan baim, ia pun naik kemobil baim, baim mulai melajukan kendaraannya
"Mas, jadi gini khanza ingin tinggal dipesantren" ucap aluna
Baim suaminya hanya menyimak dan sesekali melihat kearah istrinya yang sedang berbicara
__ADS_1
"Jadi khanza nanya, apa boleh dia tinggal disana, belajar sambil bekerja" sambung aluna
"Jika belum ada pekerjaan, g apa apa mas, khanza bisa kok cari pekerjaan sampingan nanti, ntah itu jualan atau apa mas, yang penting khanza tidak merepotkan keluarga mas baim" Sambung khanza cepat
Aluna dan baim tersenyum saling berpandangan, mereka mengerti dengan khanza yang sungkan
"Boleh kok khanza, ntar mas bilangin ke atthar ya, biar atthar yang carikan pekerjaan sampingan khanza, kebetulan dipesantren juga butuh beberapa tenaga lagi kalau mas g salah"
"Alhamdulillah kalau begitu" ucap aluna
"Iya mbak Alhamdulillah, khanza g apa apa mas kerja apa aja khanza mau, bersih bersih khanza juga mau, yang penting khanza bisa belajar disana" ucap khanza
"MasyaAllah, InsyaAllah dengan tekad yang kuat akan dipermudah ya" ucap aluna
"Aamiin, baikla sebentar mas hubungi atthar dulu" ucap baim
Aluna dan khanza hanya mendengar baim berbicara melalui sambungan telefonin, mas baim kelihatan mengangguk anggukkan kepalanya, tak lama baim pun mengakhiri panggilannya
"Alhamdulillah atthar akan carikan pekerjaan yang tepat buat kamu" ucap baim
"Alhamdulillah" ucap khanza dan aluna serempak
Khanza sangat senang mendengarnya, ia tak henti hentinya mengucapkan syukur didalam hatinya
"Kalau begitu weekend ini kamu ikut mbak dan mas aja dek kepondok ketemu abi dan umi, sekalian nyicil barang yang mau dibawa besok, ntar kalau urusan disini sudah selesai baru deh benar benar tinggal disana" tawar aluna
"Iya juga ya mbak, seninnya atau selasanya baru dek aku ngajuin resign dan weekend nya bisa langsung tinggal disana" ucap khanza dan aluna mengangguk begitu pun baim
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...
...Maaf telat up lagi sibuk ...
...Terimakasih readers 🥰🙏...
__ADS_1
...Tungguin episode selanjutnya ya...