
Sheina menangis tersedu, khanza dan lainnya menghentikan perayaan menyambut anggota baru dirumahnya, mereka terkejut melihat sheina menangis
Khanza langsung memeluk sheina anaknya, ia takut sheina merasa tidak nyaman
"Sayang kenapa menangis? Apa kamu tidak suka perayaannya? Apa semuanya membuat kamu tidak nyaman?" Tanya khanza panik
"Bawa sheina duduk dulu nak" ucap ummi
Khanza pun membawa sheina untuk duduk, begitu juga dengan yang lain, ia membiarkan sheina menangis, khanza hanya mengelus punggung anaknya untuk menenangkannya
Sheina memeluk khanza erat sambil menangis
"Terima..kasih hiks hiks umma, umma sangat baik pada sheina, hiks.. hiks.. sheina belum pernah..merasakan punya keluarga..seperti ini hiks..hiks..sheina janji akan jadi anak baik..hiks..hiks.." ucap tersedu
Air mata khanza pun mengalir, begitu juga dengan yang lainnya, betapa ibanya merek mendengar ucapan sheina yang terharu mempunyai keluarga yang menyayanginya seperti yang ia rasakan sekarang
"Sayang...sudah ya jangan menangis lagi, kita semua sangat menyayangi sheina, umma bersyukur sheina mau menjadi anak umma, umma juga berjanji akan jadi umm ayang baik" khanza memberikan jari kelingkingnya pada sheina
Sheina kebingungan melihat ummanya yang mengulurkan jari kelingkingnya, khanza yang melihat sheina kebingungan mengambil tangan anaknya dan menyatukan kelingking mereka
"Ini kata orang orang simbol janji, hihihii umaa hanya mengikutinya saja" ucap khanza dan sheina tersenyum
Sheina kembali memeluk khanza, ia sangat bersyukur telah dipertemukan dan diangkat oleh khanza dan atthar, keluarga ini benar benar seperti keluarga yang ia idamkan
...****************...
Waktu begitu cepat berlalu, sudah seminggu sheina berada dirumah barunya, khanza dan atthar selalu membawanya kemanapun mereka pergi
Hari ini khanza dan atthar akan memasukkan sheina ke sekolah pesantren, khanza mengajarkan sheina untuk menggunakan hijab, dan sheina dengan senang hati mengenakannya
"Sini sayang, umma ajarin cara memakainya" ucap khanza
Khanza mengambil hijab yang akan dikenakan oleh sheina, ia mengajarkan cara melipat dan memakaikan jarum
"Dulu umma juga tidak berhijab, tapi setelah tahu jika seorang wanita muslim wajib menggunakan hijab, umma lalu menggunakannya" khanza bercerita kepada sheina sambil mengenakan hijab dikepala anaknya
"Memangnya kenapa umma jika tidak berhijab?" Tanya sheina
"Jika seorang wanita muslim tidak berhijab, maka yang akan dibawanya keneraka ada 3 laki laki, pertama ayahnya, adik atau kakak laki lakinya dan juga suaminya" jelas khanza
"Sheina sudah tahu tata cara sholat belum?" Tanya khanza lagi
__ADS_1
"Sudah umma, ibu yang mengajarkan sheina" jawab sheina
"Kalau bacaan sholat?" Khanza kembali bertanya
"Sheina hanya tahu sedikit sedikit" jawab sheina tersenyum
"Tidak apa sayang, umma dan abi akan mengajarkan kamu bagaimana tata cara sholat dan bacaan sholat yang benar" ucap khanza tersenyum
"MasyaAllah cantik sekali anak umma mengenakan hijab" khanza takjub melihat anaknya yang begitu cantik
"Abii.. coba deh liat, anaknya cantik banget ini" khanza memanggil suaminya ingin memamerkan kecantikan anaknya
"MasyaAllah, cantik sekali anak abi, lama lama jadi mirip umma ya" ucap atthar menghibur keduanya
Atthar mencium puncak kepala anaknya yang dibalut dengan hijab, ia juga mengusap kepala anaknya, ia bahagia karena sheina menjadi kebahagian istrinya, sejak sheina dirumah khanza tidak pernah lagi murung, ia selalu bersemangat mengurus sheina dan ia selalu tertawa bahagia
"Apa sekarang mau ikut abi untuk melihat lihat sekolah kamu sayang?" Tanya atthar
"Apa boleh abi?" Tanya sheina
"Ya boleh donk, umma ikut juga tidak?" Tanya atthar
Atthar tersenyum melihatnya, ia bersyukur keluarganya sekarang sudah sangat bahagia
Atthar dan khanza berjalan menyusuri pesantren, khanza dan atthar memberitahu kepada sheina tentang segala yang ada dipesantren tanpa terkecuali, atthar dan khanza merasa senang karena sheina terlihat bahagia
Atthar juga menjelaskan jika ada asrama laki laki yang tidak boleh dimasuki oleh perempuan, sheina yang masi belum begitu mengerti, ia hanya melihat lihat dan mendengarkan apa yang dikatakan abinya
Setelah melihat lihat mereka kembali kerumah, namun singgah sebentar dirumah nek ummi
"MaysaAllah cucu nek ummi cantik sekali memakai hijab" ucap ummi melihat sheina
Sheina tersenyum tersipu, ia menunduk tersenyum
"Kenapa ummi dan anti khalisa terus menggunakan hijab dirumah? Kalau umma dirumah tidak menggunakan hijab" ucap sheina penasaran
Ummi membawa sheina duduk dikursi, ia tersenyum senang, anak seumuran sheina memang kritis, rasa ingin tahunya sangat besar
"Kalau dirumah ummi para santri dan ustad sering berkunjung sayang" jawab ummi
"Memangnya kenapa jika mereka berkunjung nek?" Sheina kembali bertanya
__ADS_1
"Kalau laki laki selain abi dan tok abi yang melihat rambut nek ummi dan anti khalisa maka nenek akan berdosa sayang" jelas ummi
"Huhuhuu anti tidak mau berdosa, anti mau menutup aurat seperti sheina" khalisa menimpali ucapan ummi
Sheina tertawa, namun ia masih bingung, ia belum terlalu mengerti, selama ia tinggal bersama neneknya, mereka hanya fokus untuk mencari sesuap nasi agar bisa makan, sehingga mereka lupa kepada Sang Pemberi rezeki
Khalisa membawa sheina kekamarnya, ia ingin bermain dan bercerita agar lebih akrab
"Pelan pelan kalian harus mengajarkannya tentang agama" ucap abi setelah sheina dan khalisa pergi
"Iya abi, sheina juga belum terlalu hafal gerakan dan bacaan sholat abi, dia baru saja mengenal sholat setelah dipanti" jawab khanza
"Benarkah? Apakah sheina muslim? Atau keluarganya muslim?" Tanya ummi
"Hmm ntahlah abi, ibu panti tidak pernah menanyakannya, nanti khanza akan cari tau" ucap khanza
"Bagaimana jika sheina bukan muslim abi? Apa yang harus kami lakukan?" Tanya atthar
"Ajarkan dia bersyahadat nak, dia anak yatim piatu kita tidak tahu asal usulnya, dan ia sudah mengenal sholat jadi anggap saja ia muslim" ucap abi
"Lagi pula bukannya neneknya yang meminta sheina untuk kepanti itu? Ummi rasa dia memang muslim karena itu panti orang muslim" pikir ummi
"Benar juga ummi, khanza juga merasa seperti itu, berarti sheina sudah muslim sejak lahir hanya saja tidak dikenalkan dengan Tuhannya" ucap khanza
"Kalian harus membiasakan sheina menggunakan hiajb walaupun dirumah, bagaimanapun dia bukan darah daging mu atthar, jika dia sudah baligh maka wudhumu akan batal juka menyentuhnya, meskipun dia sudah menjadi tanggung jawabmu nak" jelas abi
"Iya abi, atthar akan mendidiknya sebagaimana atthar mendidik anak atthar sendiri, atthar menyayangi sheina abi, ia punca kebahagian atthar dan khanza" atthar benar benar menyayangi sheina sebagaimana ia menyayangi anaknya
Sheina anak yang penurut dan khanza mendidiknya dengan lembut, sepasang suami istri itu akan menjaga dan menyayangi sheina seperti anak mereka sendiri, mereka berjanji pada diri mereka sendiri
.
.
.
...Bersambung...
...jangan lupa like, vote dan koment...
...makasi readers ❤️🙏...
__ADS_1