Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
7


__ADS_3

Keesokan harinya . . .


Pagi ini khanza akan bersiap untuk pergi bersama daniel, sebelum bersiap ia sudah menyiapkan sarapan untuk ayah dan ibunya, ia menyelesaikan kewajibannya terlebih dulu, memasak dan membereskan rumah, ya khanza bukan anak manja, ia pekerja keras dan mandiri, ia tahu kewajiban sebagai seorang anak yaitu membantu kedua orang tuanya


Waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 wib setelah menyelesaikan pekerjaan rumah ia mandi dan bersiap, setelah dirasanya cukup ia pun keluar meminta izin kepada ayah dan ibu


"Ayah ibu khanza nungguin teman khanza didepan ya?"


"Kenapa g disuruh masuk saja?" pinta ibu


"G usah la buuuk, dia cuma teman, kalau disuruh masuk itu ntar aja nunggu calonnya khanza hihihii" khanza menggoda ibunya, padahal didalam hatinya ia sangat takut membawa teman laki laki kedalam rumah, ia takut dengan tanggapan ayah dan ibunya


"Ibu tungguin ya calonnya" jawab ibu menanggapi godaan anaknya


"Ya sudah perginya hati hati, jangan pulang terlalu sore dan jangan lupa sholat" sambung ibu


"Siap bu boss, ayah khanza pamit ya"


"Hati hati ya nak, jaga diri jaga sholat" jawab ayah


"Iya ayah kuuu,, assalamualaikum" khanza mencium kedua pipi orang tuanya


Ayah dan ibu tetap saja masih memperhatikan anaknya yang menunggu di pendopo depan rumah, hingga tak lama kemudian, datanglah sebuah mobil sedan hitam yang berhenti tepat didepan rumah khanza


Daniel membuka kaca jendelanya, memastikan bahwa yang ia lihat benar adalah khanza, adik daniel keluar dari pintu penumpang bagian depan, ia akan bertukar tempat duduk dengan khanza, adik daniel duduk kursi belakang


Ayah masih tetap melihat khanza yang akan pergi bersama temannya, sementara ibu sudah masuk ntah kemana, melihat ayah khanza yang berdiri didepan pintu, daniel berinisiatif keluar dari mobilnya dn menghampiri ayah khanza, melihat daniel yang mendatangi ayahnya hati khanza seperti genderang mau perang, ntah apa yang ia takutkannya


Padahal ia tahu, ayahnya sangat menjaga tutur bahasa dan sikapnya, sekalipun ayah tidak suka dengan laki laki ia akan memberitahunya dengan baik baik dan tidak pernah sekalipun ayah atau pun ibu memarahi temannya, ia akan menyampaikannya langsung melalui khanza


"Selamat pagi om, saya izin membawa khanza pergi keluar sebentar om, saya bertiga sama adik saya om" daniel berkata sopan


"Baiklah nak, hati hati dan jangan pulang terlalu sore ya"


"Baik om terimakasih, saya jalan dulu om"


Ayah tersenyum namun masih memperhatikan anaknya dan temen temannya hingga mereka berlalu pergi

__ADS_1


Diperjalanan mereka khanza tak henti hentinya bertanya apa yang daniel bicarakan kepada ayahnya, daniel tersenyum manis melihat kepanikan khanza


"Kamu ngomong apa sama ayah? Trus ayah gimana?"


"Kenapa panik banget sih? Ayah kamu baik kok"


"Iya tau baik, tapi ayah ngomong apa daniel??"


"G ada ayah kamu cuma ngomong baiklah nak, hati hati dan jangan pulang terlalu sore, uda gitu aja"


"Memangnya kamu ngomong apa?"


"Aku izin aja baw akamu jalan jalan, trus aku bilangin kalau kita tidaj hanya berdua tapi bertiga...Kenapa sih tegang banget?" danil penasaran


"Ya g ada sih, ini first time aku jalan sama laki laki trus dijemput sama laki laki kerumah" mendengar pernyataan khanza sontak daniel dan adiknya terkejut


"Serius kak?" tanya adik daniel, khanzaenoleh kebelakang melihat adik daniel


"Oh iya ini adik aku, laura"


"Hai laura aku khanza" merek bersalaman, sanking paniknya mereka sampai lupa jika ada orang dibelakang mereka


Khanza mengangguk tersenyum


"Kakak anak satu satunya jadi penjagaan ayah dan ibu agak ketat hehehe,, tapi aku senang aja kok itu tandanya mereka sayang, makanya sekarang ini kita VTEajalan bertiga karena g dibolegin berdua" jawab khanza d lebar


"Karen kata orang orang kalau jaln berdua itu ntar ada yang ketiga yaitu setan" tinpan daniel sambil menunjuk kearah adiknya


"Jadi aku setan gitu?" tanya laura kesal, ia mengerutkan dahinya


Daniel dan khanza tertawa melihat tingkah lucu laura, khanza menyukai sikap daniel dan laura mereka sangat akrab


" Enak ya punya saudara, ada temannya untuk bercanda" ucap khanza


"Memangnya kakak g punya saudara ya? Anak satu satunya kah?" mendengar pertanyaan laura kana menganggukkan kepalanya tersenyum melihat laura


"Waah asik donk kak jadi kesayangan sepanjang masa"

__ADS_1


"Betul sekali" khanza tersenyum senang, laura tersenyum melihat khanza begitu juga dengan daniel


Tak lama kemudian mereka telah sampai di tempat sarapan, mereka sarapan dahulu menunggu pusat perbelanjaan buka


Khanza, daniel dan laura memesan makanan mereka, mereka mengobrol seperti biasa, tak butuh waktu lama khanza untuk dekat dengan laura, dan daniel merasa senang, adiknya juga menyukai khanza


"Kakak dan kak daniel sudah berapa lama kenalan? Dan kenapa g boleh pergi berdua?" laura kembali bertanya


"Banyak banget sih pertanyaan kamu, udah makan aja" ucap daniel


"Kenapa sih, orang nanya aja g boleh" laura mengerucutkan bibirnya, mereka melanjutkan makannya


Setelah selesai makan mereka mulai beranjak menuju kepusar perbelanjaan, mereka ingin nonton dibioskop, daniel membelikan tiga tiket untuk dirinya khanza dan laura, daniel memilih film horor yang disukai laura namun khanza tidak begitu menyukainya


"Kenapa horor?" tanya khanza


"Yang lagi tayang sekarang cuma ini nona, g suka ya?" tanya daniel


"Suka sih tapi g begitu" jawab khanza


"Seru loh kak, aku udah lama pengen nonton ini tapi g ada yang mau" laura melirik tajam kearah daniel, ia pernah mengajak kakaknya daniel untuk menemaninya menonton bioskop tapi alasan daniel selalu sibuk


"Ya orang ngantor lu ngajakin nonton, ya g bisa donk" daniel yang paham lirikan laura, ia mencoba membela dirinya, sedangkan khanza tertawa terkikih melihat tingkah kedua adik kakak itu


"Mana ada, pas weekend aku ajakin juga g mau, capek lah ini lah, banyak alesan, ada kak khanza aja mau, uuuuuhh" laura meledek kakaknya daniel


"Ya udah, ayo kita nonton" khanza menjadi penengah kedua kakak beradik itu, laura menggandeng khanza dan meninggalkan daniel dibelakang mereka


"Harusnya gue yang ngegandeng khanza kok malah dia sih, dasar adek g pengertian" sungut daniel pelan


Mereka pun masuk kestudio 2 untuk menonton film, khanza duduk diantara kedua kakak beradik itu, sebentar lagi film akan dimulai, tidak lupa mereka membawa cemilan seperti popcorn, kue mur dan minuman untuk melepas dahaga mereka, film pun dimulai, satu bioskop dilarang untuk bersuara dan merekam apa yang sedang tayang saat ini


...Bersambung...


...Support terus aku ya readers...


...Follow, vote, like dan koment...

__ADS_1


...✨✨✨✨✨...


__ADS_2