Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
92


__ADS_3

Seminggu berlalu. . .


Kini saatnya khanza dan atthar kembali kepondok, sudah terlalu lama atthar meninggalkan pondok pesantrennya setelah menikah


Khanza dan atthar berpamitan kepada ayah dan ibu mereka berpesan jika ayah dan ibu jalan jalan kepondok mereka bisa menginap disana, mereka sudah menyediakan kamar untuk ayah dan ibu


Ayah dan ibu mengiyakan ucapan menantunya, ia senang mendapatkan menantu yang paham akan agama sehingga ia begitu menghormati mertuanya sebagaimana ia menghormati kedua orang tuanya


Khanza dan atthar mulai melajukan mobilnya meninggalkan rumah kedua orang tuanya, selama seminggu ini khanza dan atthar sudah mulai terbiasa walaupun masih lebib banyak malu malunya, namun setidaknya ia sudah tidak canggung lagi tidur berdekatan dan mencium tangan suaminya


Disepanjang perjalanan mereka, khanza dan atthar berbincang, mereka juga mampir ketoko toserba untuk membeli peralatan peralatan rumah baru mereka, dikarenakan mereka lupa membelinya karena masalah daniel minggu lalu


Mereka asik memilah memilih peralatan yang dibutuhkan, mulai dari peralatan dapur, peralatan mandi dan sebagainya


"Mas mau beli apa lagi?" tanya kanza pada suaminya


"Uda sih dek, yang belum mas beli peralatan mandi dan dapur aja sih, sengaja nungguin kamu" atthar tersenyum pada istrinya


"Apa uda semua?" tanya atthar


"Uda sih mas, itu aja sih, ohya khanza beliin umi sama abi buah buahan ya mas"


"Boleh dek, sekalian aja tuk stok kita" ucap atthar


"Loh memangnya kita malam ini akan langsung tinggal disana mas? g dirumah umi dulu?" ucap khanza sambil memilih buah


"Kan rumah umi deketan dek sama rumah kita, mas uda bilangin umi sama abi kok" ucap atthar


Khanza mengangguk anggukan kepalanya


"Udah siap belum tiggal berdua sama mas?" atthar mengangkat kedua alisnya menggoda istrinya


"Apaan sih mas" ucap khanza malu ia sedikit memukul suaminya pelan


Atthar tertawa melihat istrinya yang malu malu, mereka sudah menyelesaikan belanjaannya, mereka bergegas untuk pulang kepondok

__ADS_1


Sesampainya dipondok, umi dan abi serta khalisa menyambut pengantin baru yang baru saja tiba


"Assalamualaikum umi" khanza menyapa umi dan memeluknya


"Waalaikumusalam menantu umi, sehat nak?" ucap umi menyambut khanza


"Alhamdulillah sehat umi, umi sama abi gimana?" tanya khanza


"Cieee umi manggilnya uda menantu ya umi" ledek khalisa


Khanza merasa malu dengan ledekan khalisa, ia hanya tersenyum menudukkan kepala


"Alhamdulillah sehat nak" jawab umi memukul khalisa pelan


"Jangan gangguan mbak mu terus toh" ucap umi dan khalisa tersenyum


Sementara atthar berada bersebelahan dengan abinya, khanza berpindah menyalami dan kembali berdiri disamping umi, umi mempersilahkan kedua anaknya untuk masuk kerumah beristirahat


"Umi, Alhamdulillah ya umi yang dulu umi inginan terkabul, doa seorang ibu benar benar ampuh" ucap khalisa sambil membawakan air minum untuk keluarganya dan juga beberapa buah tangan dari khanza dan atthar


"Memangnya umi berdoa apa?" tanya abi, mereka berkumpul diruang keluarga, mereka berbincang seperti biasanya


"Umi berucap aja langsung sikabulkan Allah ya umi, hebat banget umi" ucap khalisa


"Jangankan doa seorang ibu nak, ucapan seorang ibu itu sudah menjadi doa buat anaknya, makanya jika ibu marah sekalipun janan pernah mengutuk anaknya karena itu akan menjadi doa yang akan dikabulkan Alllah" umi menjelaskn pada khalisa


"Makanya kita harus berucap yang baik baik saja, agar jadinya juga baik, itu tidak hanya untuk seorang ibu loh, untuk smuanya" sambung umi


"Nggeh umi, khalisa paham" ucap khalisa dan khanza tersenyum mendengarnya


Mereka meminum minuman yang telah disediakan khalisa dan juga memakan buah buahan yang dibawakan oleh khanza dan anaknya


"Umi malam ini atthar dan abi akan tidur dirumah kita ya um" ucap atthar, meskipun ia sudah membicarakannya lewat ponselnya, namun atthar mengulangi pernintaannya


"Iya nak, silahkan, khalisa nanti yang bantuin khanza membereskan rumahmu" ucap umi dan khalisa mengangguk

__ADS_1


"G usah umi, smuanya sudah beres dan bersih, kemaren atthar sudah membersihkannya dengan menggunakan jasa pembersih" ucap atthar


"Iya umi, khalisa liat rumahnya cantik banget seger seperti penghuninya umi, oya mas kemaren ada kang kasur datang jadi kasurnya khalisa suruhin aja masuk kekamar" ucap khalisa dan atthar mengangguk


"Khalisa aja betah tinggal di rumahnya mas attar, nyaman banget sambung khalisa


Khanza merasa sangat beruntung menikahi suaminya, ia merasa wanita paling beruntung karena mempunyai suami dan keluarga baru yang sangat menyayanginya


"Kalau gitu ayu kita bantu pengantin beres beres umi juga mau liat rumah mas kamu" ucap umi bersemangat


"Boleh umi, ayo" atthar berdiri membantu abi untuk berjalan, meski sudah memakai tongkat namun abi masih perlu dibantu agar abi tidak terjatuh


Mereka berjalan menuju rumah atthar yang berada sedikit dekat dengan kawasan pesantren, rumahnya berdekatan dengan asrama santriwati, setiap santriwati keluar dari asrama mereka maka akan melewati rumah atthar dan khanza


"Mas, tau g? Ini akan menjadi kesenangan santriwati mas, mereka akan sering keluar asrama hanya untuk bertemu atau berpapasan sama mas" ucap khalisa terkekeh


"Masa sih khal?" tanya umi


"Umi g tau ya mas khalisa ini jadi inceran para santriwati umi, tapi mereka uda patah hati kok umi mendengar mas atthar sudah menikah"


"Mereka hanya sebatas kagum saja kali, apa itu namanya kalau kita menyukai para selebritis?" tanya umi


"Fans umi..." jawab khalisa


"Ha iya fans, mas mu Alhamdulillah diberi Allah wajah yang tampan, agama yang baik, siapa coba g suka" jelas umi


"Yang penting sudah punya istri harus bertanggung jawab ya nak" umi memegang lengan anaknya atthar


Atthar mengangguk tersenyum, ia mengiyakan ucapan uminya, setelah beberapa lama berjalan tibalah mereka dirumah baru atthar yang memang selama ini tidak dihuni namun tetap dibersihkan


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung...


...Tungguin besok ya readers 🥰...


__ADS_2