Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
15


__ADS_3

Khanza, atthar dan khalisa pun tiba dirumah, mereka langsung menuju keruang makan untuk makan siang, disana juga masih ada abi, umi dan juga sepasang suami istri aluna dan baim


"Ayo ayo makan, uda telat ini makan siangnya, kenapa lama sekali atthar?"


"Biasa umi, santriwati ingin tausiah sedikit dari mas atthar yang paling tampan" khalisa kembali menggoda masnya, ia tersenyum


"Kamu....suka banget godain mas kamu" ucap umi


"Ntar kalau mas atthar sudah mau nikah, akan jadi hari berduka bagi para santriwati umi hehehee" khalisa melanjutkan guyonannya


Semua diruang makan tersenyum, khalisa memang anak yang ceria dan sangat disayangi oleh mas masnya, atthar hanya diam saja mendengar godaan adik bungsunya


"Ya sudah ya sudah makan dulu, ayo nak khanza dimakan, enak loh masakan nak khanza" ucap umi


"Khanza emamg paling bisa masak umi" sambung aluna, khanza hanya tersenyum malu


"Mbak una bisa aja, makasii umi" ucap khanza


...*****...


Sore harinya setelah sholat ashar, khanza meminta izin kepada aluna dan umi untuk berjalan jalan melihat pondok pesantren yang luas, sekilas ia melihat pondok pesantren sangat adem dan nyaman, penghijauan masih sangat asri disini, ia ingin mengetahui lebih


"Khalisa temani mbak khanza untuk berkeliling pondok nak" ucap umi pada khalisa anaknya


"Tidak usah umi, khalisa sedang sibuk mengerjakan tugas sekolahnya" ucap khanza menolak


"Khanza tidak apa apa sendiri umi" sambung khanza


"Hati hati ya dek, kalau tersesat hubungi mbak" ucap aluna


"Baik mbak, khanza pamit dulu umi, mbak una" umi dan aluna mengangguk tersenyum


Khanza berjalan sendiri, ia benar benar mengelilingi pondok pesantren dan tak jarang ia mengambil gambar pondok pesantren yang astri itu, ia senang berada disana, sangat nyaman dan sejuk menurutnya


Lama berjalan sampailah khanza didepan gerbang asrama khusus putra yang berada disamping asrama khusus putri, pondok pesantren santri dan santriwati dipisahkan oleh tembok besar yang lumayan tinggi, hanya ada 1 gerbang yang bisa dilewati untuk menuju kemasjid yang berada ditengah tengah pondok santri dan santriwati


Halaman pondok pesantren sangat luas dan benar benar indah, khanza ingin memasuki gerbang itu, ia penasaran dengan apa yang ada disana, namun langkahnya terhenti


"Ehem, assalamualaikum" suara bariton seseorang menghentikan langkahnya, ia menoleh kebelakang dan lagi lagi ia bertemu mas atthar


"Ooh waalaikumussalam mas atthar" khanza tersenyum


Atthar melihat sekeliling untuk menghindari pandangan matanya pada khanza


"Sendirian?" tanya atthar

__ADS_1


"Iya mas, sendirian aja, mau liat liat pondok pesantren aja, bagus banget viewnya" jawab khanza, atthar mengangguk


"Disana wanita dilarang masuk, itu asrama putra" atthar menunjuk kearah bangunan tempat tujuan khanza


"Ooh begitu...maaf mas saya tidak tahu" ucap khanza tersenyum malu ia menundukkan kepalanya


"Saya hanya ingin liat liat aja, semuanya indah banget jadi saya penasaran dengan yang ada disana" sambung khanza


"Kamu bisa liat didepan sana, itu lebih indah, ada bukit untuk anak anak santri melakukan camping, disana akan terlihat semuanya" atthar menunjukkan kesuatu tempat yang ada didepan mereka, jaraknya cukup jauh


"Jaraknya cukup jauh" sambung atthar


"Hmmm...g apa apa nih mas saya kesana?" tanya khanza


"Ya sebaiknya besok pagi saja, keburu sore, jalannya cukup jauh dan mendaki" atthar menjelaskan kepada khanza


"Baiklah mas, saya pulang saja kalau begitu"


"Baikla, bersiaplah sebentar lagi akan maghrib, kita akan sholat berjamaah" ucap atthar dan khanza mengangguk tersenyum


"Permisi mas, assalamualiakum" ucap khanza sbelum ia meninggalkan atthar


"Waalaikumussalam hati hati" jawab atthar, lama ia melihat khanza yang berjalan menjauhinya


"Assalamualaikum" ucap khanza


"Waalaikumussalam" jawab seluruh penghuni rumah yang sedang berkumpul diruangan keluarga, ada yang mengaji dan membaca buku sambil bercerita


Khanza bergabung bersama keluarga yang sedang berkumpul, namun tak lama kemudian, atthar juga sampai dan mengucapkan salam


"Assalamualaikum" ucap atthar


"Waalaikumussalam" kembali seluruh keluarga menjawab salam atthar


"Mas atthar nemenin mbak khanza keliling ya? Kok bareng?" tanya khalisa penasaran


Atthar menggelengkan kepalanya "tadi jumpa sebentar aja, mbak khanza mau ke asrama putra, dia g tahu"


"Oooh kirain nemenin" ucao khalisa tersenyum usil, keluarga yang mendengar ledekan khalisa hanya tersenyum


"Besok pagi kita kebukit ya dek, nemenin mbak khanza, dia mau liat liat pemandangan sini" atthar kembali berbicara


"Abi atthar ganti baju dulu, kita terapi jalan abi" sambung atthar melihat abinya, lalu ia berjalan menuju kamar untuk berganti pakaian


"Hmmm mas atthar cuek cuek perhatian ya mbak" ucap khalisa berbisik kepada aluna, aluna memgangguk terkekeh

__ADS_1


"Mbak khanza beneran mbak besok mau kebukit?" tanya khalisa


"Boleh, kata mas atthar disana bagus, apa benar dek?" tanya khanza


"G tau mbak, khalisa g dibolehin kesana, masih kecil katanya" khalisa sengaja membesarkan suaranya agar mas atthar mendengarnya


Umi sedikit memukul paha anak bungsunya yang sangat suka menggoda mas attharnya, umi, aluna, khanza serta abi dan mas baim tertawa melihat tingkah sibungsu, sangat usil sekali menurut mereka


"Kalau mas yang nemenin boleh" jawab atthar tiba tiba yang baru saja keluar dari kamarnya


"Ayo abi, kita terapi jalan, pelan pelan abi" ucap atthar yang sudah sampai ditempat abi


"Kamu ya, iseng banget sih" ucap aluna berbisik tertawa bersama khalisa


Mas baim juga membantu abi untuk belajar berjalan, kata dokter kaki abi yang keseleo harus sering dilatih agar bisa bergerak dan berjalan seperti semula


"Umi, kemungkinan atthar akan tinggal disini dulu sampai abi benar benar sembuh, mas baim dan mbak una pulang besok saja tidak apa apa"


"Mbak khanzanya besok dibolehin pulang g mas?" khanza memukul pelan bahu khalisa, lagi lagi ia menjaili masnya


Atthar menoleh kebelakang melihat khalisa dengan tatapan elangnya, seketika khalisa mengatup kedua tangannya tepat didepan dadanya sebagai permohonan maaf, ia paham betul arti tatapan kesal masnya, aluna khalisa dan khanza tertawa melihat tingkah adik kakak itu


Umi melihat khanza dengan tatapan lembut, ia berdoa dalam hatinya agar Allah SWT memberikan yang terbaik untuk anaknya dan juga untuk khanza, ia berserah kepada Allah SWT meski tidak dipungkiri dihati umi masih berharap jika khanza menjadi menantunya


"Senin kita kerumah sakit ya abi, ikut terapi lagi" ucap atthar yang melanjutkan membantu abi belajar berjalan dan abi mengangguk mengiyakan


...*****...


Maghrib telah tiba, setelah semuanya selesai membersihkan diri, mereka tengah bersiap menuju masjid untuk menunaikan ibadah sholat maghrib


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa follow,like,koment dan vote...


...Jangan bosan ya readers 🥰🙏...


...Baca juga novel aku lainnya...


..."Menunggu cinta" dan " Ameera" ...

__ADS_1


__ADS_2