
Khanza dan atthar sudah tiba dipusat perbelanjaan, disepanjang jalan atthar terus menggandeng istrinya, mereka seperti sepasang kekasih yang lagi kasmaran, khanza senang dengan perlakuan atthar padanya
"Kita mau makan dulu apa nonton dulu?' tanya atthar, setelah menikah atthar lebih sering berbicara dan memulai pembicaraan, ia harus menyeimbangkan dirinya dengan istrinya yang masih malu malu
Jika mereka sama sama diam dan malu untuk berbicara, maka komunikasi diantara mereka tidak akan terjalin seperti semestinya
"Mmm...makan dulu aja yuk mas" jawab khanza
"Boleh, mau makan dimana dek? mas ngikut aja" tanya atthar lagi
"Makan disana aja yuk mas" khanza menunjuk salah satu restoran yang ada disana
Atthar menyetujuinya dan mereka menuju kerestoran tersebut, khanza dan atthar memesan makanan yang mereka inginkan dan mereka menunggunya sambil berbincang
"Mas...mmm kapan kita akan kepondok?" tanya khanza tiba tiba
"Kenapa memangnya dek?" ucap atthar
"Khanza sudah kangen pondok mas" ucap kanza
"MasyaAllah, beneran udah kangen pondok? Yang punya pondoknya pernah dikangenin g?" atthar tersenyum jahil
"Mmmm orangnya ada didepan mata, kenapa harus kangen?" jawab khanza balik menggoda
"Hahahaa.." atthar tertawa mendengar ucapan istrinya, khanza juga ikut tertawa
Ketika sedang asik tertawa tiba tiba khanza melihat adik daniel bersama kedua orang tuanya yang juga akan makan direstoran yang sama, tawa khanza terhenti dan matanya seakan mencari seseorang
Ya tentu saja ia mencari daniel, ia berharap tidak ada, ia takut jika daniel melihatnya ia akan kembali membuat masalah, namun yang ia harapkan tenyata tidak terjadi
"Mas.." ucap khanza, matanya mengarah ke daniel yang baru saja memasuki restoran sementara tangannya memegang tangan suaminya, atthar melihat tangan khanza yang memegangnya, belum pernah khanza berinisiatif memegang tangannya
"Kenapa dek? Kenapa seperti orang ketakutan?" tanya atthar dan kini mata khanza beralih menatap suaminya
"Ada daniel dan keluarganya yang juga makan disini" ucap khanza, ia kembali melihat ke arah daniel
Atthar megikuti arah pandang istrinya, dan ya ternyata itu daniel, atthar mengeratkan genggamannya
"Tenang saja, dia tidak akan melihat kita" atthar mengelus tangan istrinya
"Ya sudah jangan diliatin terus, liat yang didepan adek aja, lebih berpahala" atthar berusaha mencairkan suasana
__ADS_1
Khanza tersenyum mendengar ucapan suaminya
"Khanz takut dia ngedatengin kita mas, ntar dia bikin malu, dan aneh aneh seperti dirumah" ucap khanza
"Tenang aja, kan ada mas, mas..." atthar menjeda ucapannya dikarenakan pesanan mereka sudah tiba, atthar dan khanza mengucapkan terimakasih kepala pelayan yang sudah mengantarkannya
"Mas akan jagain kamu kok, ok, g usah takut, sekarang ayo kita makan, dan setelahnya kita akan pergi nonton ok" atthar kembali mengusap sebelah tangan istrinya
Khanza tersenyum mengangguk, mereka menikmati makanan mereka sambil berbicang dan tak jarang juga mereka tersenyum dan tertawa
Sementara daniel dan keluarganya, mereka sedang memesan makanan, ketika ia sudah memesan makanannya, ia memberikan kembali buku menu kepada pelayan yang berada disampingnya
Tanpa sengaja daniel melihat kearah khanza, lama ia melihat khanza, ia ingin benar benar memastian jika yang ia lihat benar adalah khanza
Daniel terus melihatnya, daniel melihat khanza tertawa bersama suaminya, walaupun khanza memakai niqab daniel seakan tau khanza sedang tertawa ia melihat dari mata dan bahasa tubuhnya
Daniel terus memperhatikan khanza hingga kedua orang tuanya menegurnya, dan barulah ia mengalihkan pandangannya, daniel tidak memberitahu kepada kedua orang tuanya jika yang ia lihat adalah khanza
Khanza dan atthar sudah selesai menyantap makanannya, khanza dan atthar menuju kekasir untuk membayar makanannya, atthar membantu khanza untuk berdiri, ia mengulurkan tangannya untuk digenggam istrinya dan smua itu tidak luput dari penglihatan daniel
Saat khanza dan atthar hendak keluar dari restoran daniel masih memperhatikan kemana arah khanza dan suaminya, ia pamit sebentar kepada keluarganya untuk mengejar khanza, tentu saja ia tidak mengatakan yang sejujurnya kepada keluarganya
"Mas kita g usah nonton aja ya, nanggung uda mau maghrib" ucap khanza
"Kita liat liat barang rumahan aja yuk, ntar kita maghribnya dirumah mbak una aja" pinta khanza
"Kalau nonton g enak mas, ntar kepotong, kita harus keluar dulu untuk sholat, g seru jadinya ada bagian yang tertinggal" sambung khanza
"MasyaAllah solehah sekali istri mas" atthar menggoda istrinya, ia mengusap kepala istrinya
Disaat sedang asik berbicang, daniel yang mengikuti mereka dari belakang menarik tangan khanza hingga khanza terkejut dan berbalik
"Astagfirullah" ucap khanza memutar badannya, atthar suaminya pun ikut terkejut
"Kenapa dek?" tanya atthar
"Daniel.." ucap khanza, ia tidk menjawab pertanyaan suaminya, ia terkejut daniel menarik tangannya
"Daniel mas, dia narik tangan aku" ucap khanza
Atthar tidak ingin ada keributan ditengah keramaian dipusat perbelanjaan ini, ia berusaha tenang dan tidak memancing keributan
__ADS_1
"Maaf daniel, kamu tidak boleh menyentuhnya, bukan ahram daniel, dia istriku dan hanya aku yang boleh menyentuhnya" ucap atthar tegas, ia tidak lagi menggenggam tangan istrinya melainkan merangkul khanza, khaza diam saja dan menerimanya, ia menganggap jika itu adalah bentuk perlindungan atthar untuk dirinya
"Waah" daniel bertepuk tangan
"Kau benar benar berhasil merebutnya dari ku bung, dia benar benar berubah, tidak seperti khanza ku yang dul"
"Jangan lagi pernah menyebutnya khanza mu, dia bukan milikmu, dia khanzaku dia istriku..." ucap atthar tegas, sementara khanza hanya diam melihat suaminya yang melidunginya
"Jika tidak ada kepeluan lagi, maaf kami harus pergi, permisi" sambung atthar ada daniel
"Ayo sayang kita pergi" ucap atthar
Saat mereka hendak pergi dan berbalik, daniel menarik tangan atthar yang masih merangkul khanza, dan lagi lagi mereka terkejut, mereka kembali melihat kearah daniel
Atthar menghela nafasnya, ia menenangkan dirinya, ia kembali memegang tangan istrinya
"Sekarang apa maumu?" ucap atthar
"Aku menginginkan khanza ku" ucap daniel sesikit berteriak
"Maaf bung jika khanza ini yang kamu maksud, kamu salah, dia dikekasihku dan dia istriku, hanya aku yang berhak atas dirinya" ucap attar tegas
"Please daniel, berbenti menggangguku, liat ini" khanza memperlihatkan cincin pernikahan mereka, ia menunjukan kemesraan dengan suaminya di depan daniel, khanza memeluk tangan suaminya
"Aku sudah menikah dan aku bahagia memiliki mas atthar, aku sangan mencintainya daniel, please pergila dari kehidupanku, aku bahkan tidak pernah mengingatmu lagi" sambung khanza tegas
Daniel merasa cemburu ia menggusar kepalanya, ia sudah seperti orang yang tidak waras
"Aku tidak percaya kau melupakanku, buktinya kau masih ingin makan ditempat kita selalu makan bersama khanza" ucap daniel
Deg. . .
Jantung khanza berdetak kencang, ia tidak bermaksud seperti itu, ia hanya ingin memakan makanannya saja bukan untuk mengingat seseorang
.
.
.
...Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...
...Terkmakasih 🥰🙏...