
Tiga tahun berlalu, khanza dan atthar serta anak mereka sheina hidup harmonis, khanza dan atthar benar benar menjadi orang tua yang diimpikan sheina
Mereka menyayangi dan mencintai sheina dengan tulus, mereka juga mendidik sheina menjadi anak yang cinta Al Quran serta tinggi akhlaknya
Tak tanggung tanggung, diumur sheina yang sudah 10 tahun, sheina sudah menghafal 5juz Al Quran
"MasyaAllah anak umma uda naik peringkat ya" khanza mencium sheina
"Alhamdulillah umma, semuanya karena umma dan abi yang ngajarin sheina" ucap sheina memeluk umma
"Abi bangga sama kamu sayang, hanya dalam waktu 2 tahun lebih kamu sudah menghafal banyak, terimakasih ya nak" atthar tak kalah haru dengan khanza, ia juga mencium puncak kepala anaknya
Sheina melepaskan pelukan pada khanza, ia tersenyum mendengar ucapan abinya
"Terimakasih untuk abi dan umma sudah sabar mengajar sheina, sheina mau membawa umma dan abi juga nenek kesyurga nantinya" ucap sheina bersemangat
"Jadi sheina harus lebih giat lagi dalam menghafal Al Qurannya" lanjut sheina
Khanza dan atthar saling pandang, mereka benar benar bangga dengan sheina anaknya
Setelah mengaji sheina diantar umma ke kamar tidurnya, seperti sebelumnya, setiap hendak tidur umma sheina selalu membacakannya ceritakan nabi kepada sheina
Sheina suka sekali mendengar cerita cerita nabi, terkadang jika ia ingin, ia akan membacanya sendiri
Setelah sheina tertidur, khanza kembali kekamarnya, dimana suaminya sudah menunggu ditempat tidur
"Belum tidur mas?" Tanya khanza sambil berganti baju
"Nungguin kamu sayang, apa sheina sudah tertidur?" Tanya atthar
"Sudah sayang, anak surga kita sudah tertidur pulas" jawab khanza
"Sekarang anak surga kita ada 2 yang pertama buah hati umma abdullah dan kedua kakak sheina" sambung khanza
"Iya sayang Alhamdulillah, Allah memberikan kita anak surga dengan caranya, walaupun bukan dari rahim kamu tapi mas sangat bersyukur kita mempunyai anak seperti sheina" ucap atthar menatap istrinya
Khanza yang telah berganti baju, mendatangi atthar dan duduk disampingnya
"Ia mas, khanza sangat bersyukur, Allah menemukan kita dengan sheina, investasi paling baik adalah investasi akhirat dan itu bisa melalui apa saja, sedekah atau anak yang soleh dan solehah" khanza memegang tangan suaminya
__ADS_1
"Dan Alhamdulillah kita dapat dua duanya mas, khanza suka terharu dengan kebaikan kebaikan Allah yang terkadang tidak kita rasakan, atau bahkan kita terlalu fokus dengan kesedihan sampai lupa dengan kebahagian yang Allah beri" sambung khanza
"Khanza juga ingin berterimakasih sama mas, karena sabar membimbing dan mendidik istri mas yang labil ini" khanza tersenyum manis menatap suaminya
"Segitu doank terimakasihnya?" Atthar menggoda istrinya
"Iih mas ih" khanza mencium pipi suaminya malu
"Udah ya" ucap khanza malu
"Uda hampir 6 tahun lo sayang kita nikah, masih aja malu" atthar semakin menggoda istrinya
Khanza hanya tersenyum manyun, ia juga berpikir kenapa setiap menghadapi suaminya ia selalu malu
Melihat wajah istrinya memerah, atthar semakin suka, ia membimbing khanza untuk duduk diatas pangkuannya dan wajah khanza menghadap dirinya
"Apa begini semakin malu?" Atthar terus menggoda suaminya
Khanza menyembunyikan wajahnya diceruk leher suaminua, ia memeluk suaminya
"Suka banget deh ngegodain khanza iih" ucap khanza pelan
"Kalau kamu begitu, mas semakin ingin sayang" suara atthar semakin berat, ia membalas pelukan khanza
"Terimakasih sudah menjadi pendamping hidup mas" atthar mencium kening istrinya dan khanza tersenyum senang
"Terimakasih sudah melahirkan anak surga kita abdullah" atthar kembali mencium kedua mata khanza, khanza memejamkan matanya
"Terimakasih sudah mendidik sheina untuk menjadi anak surga kita" sekarang atthar mencium kedua pipi istrinya
"Dan terimakasih sudah menjaga dan mencintai mas setulus hati" atthar ******* bibir istrinya, dan tentu saha untuk menyenangkan suaminya khanza membalasnya
Khanza sangat tahu kewajibannya ialah menyenangkan hati suaminya, malam panas mereka pun berlalu dengan sangat bahagia
Setelah malam panasnya berakhir, khanza dan atthar membersihkan tubuh mereka dan berwudhu, khanza yang kelelahan langsung tertidur setelah berwudhu
Atthar tersenyum melihat istrinya tidur kelelahan, ia mencium kening istrinya, membelai rambutnya lalu menyelipkannya disebalik telinga khanza
"Capek ya sayang?" Ucap atthar berbicara sendiri
__ADS_1
"Maaf ya sayang, dan terimakasih" atthar kembali mencium istrinya dan kali ini ia menciumnya dipipi
Atthar menyelimuti istrinya, tidak mau istrinya kedinginan dan ia pun ikut berselimut dan masuk ke dalam mimpi khanza
...****************...
Setelah malam panas yang mereka lewati, khanza dan atthar terbangun pukul 03.00 wib, seperti hari yang sudah sudah mereka mandi dan melakukan tahajud bersama
Setelah tahajud khanza akan membuat sarapan untuk suami dan anaknya, ketika khanza melewati kamar sheina, khanza seperti mendengar suara seseorang, ia memanggil suaminya
"Sayang sini deh coba dengerin, khanza seperti mendengar suara seseorang dari kamar sheina" ucap khanza berbisik
"Serius sayang?" Tanya atthar
"Ssstttt.. jangan berisik" khanza kembali berbisik
Khanza dan atthar benar benar mendengar suara seseorang dari dalam kamar sheina anaknya
Atthar memutuskan untuk melihatnya, mereka membuka pintu kamar anaknya pelan sehingga tidak bersuara sedikitpun, dan khanza dan atthar terkejut melihat apa yang ada dikamar sheina
.
.
.
...Bersambung...
...akan ada chapter 2 ya...
...jangan lupa like koment dan vote...
...Subcribe juga ya...
...nantikan chapter 2nya ya...
...Oya aku ada chat story baru...
...jangan lupa mampir...
__ADS_1
...dijamin akan seru dan g ngebosenin ceritanya...
...Terimakasih ❤️🙏...