
Sudah seminggu ini khanza selalu bangun jam 3.00 wib subuh, ia tidak lagi melewatkan tahajudnya, setelah tahajud ia beranjak kemasjid bersama yanglainnya untuk menunaikan ibadah sholat subuhh berjamaah
Setelah selesai melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim, kini khanza dan khalisa bersiap untuk pergi kepasar, wakktu sudah menunjukkan pukul 5.10 wib
Mereka pergi dengan menggunakan mobil, khanza duduk dikursi depan bersebelahan dengan atthar dan khalisa duduk dikursi belakang
Diperjalanan khalisa tidak berhenti mengoceh, ada saja pertanyaan yang diajukan oleh khalisa kepada masnya atthar dan khanza
"Mas khalisa liat mbak aina loh beberapa hari ini dipesantren kita" ucap khanza
"Iya dia ikut membantu diacara besok" jawab atthar
"Kapan mas akan menikahi mbak aina?" tanya khalisa lagi, sementara khanza hanya diam mendengarkan
"Mbak khanza juga kapan menikahi calon suami mbak yang kemaren itu?" tanya khalisa pada khanza, seketika khanza menjadi gelisah, ia malu dan tidak tahu harus menjawab apa
"Kamu bawel banget sih dek, dari tadi g bisa diem" atthar mencoba mengalihkan pembicaraan
"Khanza kan cuma nanya mas" jawab khalisa
"G apa apa mas" ucap khanza
"Mbak g jadi nikah dek, ternyata kami berbeda keyakinan" sambung khanza pelan
"Astagfirullah, beneran mbak? Maaf ya mbak khalisa g tau, tapi kok bisa mbak g tau jika berbeda keyakinan?" ucap khalisa merasa bersalah namun ia tetap bertanya, atthar hanya mendengarkan dan sebenarnya ia juga penasaran dengan jawaban khanza
"Ya gimana ya, salah mbak juga sih, g sedetail itu mengenali seseorang, mbak juga kemaren belum berhijab dan jika kita ketemu mbak selalu melupakan kewajiban mbak, terkadang sholat maghrib tertinggal atau ashar" khanza menjelaskannya dengan penuh penyesalan
"Makanya mbak berniat kesini untuk menjadi lebih baik, katanya jika kita ingin jodoh yang baik maka kita harus jadi baik dulu, baik dalam agama dan semuanya, benerkan?" tanya khanza entah kepada siapa
"Yang kuat ya mbak, pasti berat deh, uda mau nikah tau taunya g jadi, tapi khalisa yakin mbak bisa menerima semuanya" khalisa menyemangati khanza dan khanza tersenyum melihat kearah khalisa
"Salah satu alasan mbak kesini selain untuk mendekatkan diri kepada Allah, mbak juga ingin melupakannya khalisa, selama mbak disana mbak akan bertemu setiap hari dengannya, dia selalu mengikuti mbak, dan mbak g bisa move on kalau dia seperti itu" ucap khanza sendu, ia kembali mengingat daniel
"Kadang kadang kita itu hanya butuh waktu untuk lebih menerima saja dengan apa yang Allah hadirkan dalam kehidupan kita, belajar ridho ketika menerima, dan belajar ikhlas ketika melepas" ucap atthar tiba tiba, sesekali ia melihat kearah khanza dan begitupun khanza
"Segala sesuatu yang ditakdirkan untukmu pasti akan datang padamu dan segala sesuatu yang tidak ditakdirkan untukmu tidak akan pernah menjadi milikmu" sambung atthar lagi, ia kembali melihat khanza tatapan mereka bertemu hanya dua detik
__ADS_1
"Maka ketika kita punya harapan tapi ternyata kenyataannya tidak berpihak dengan apa yang kamu harapkan, ridho dulu, nerima dulu, buka hati kita dulu dan yakin dibalik apapun yang terjadi akan selalu ada hikmah yang sedang Allah hadirkan dalam kehidupan kita" lanjut atthar
Khanza tertegun dengan ucapan atthar, lama ia termenung sambil memandangi atthar, iia meresapi setiap perkataan atthar
"Mbak..." tegur khalisa melihat khanza yang terus memandangi atthar, dan khanza tersadar, ia langsung berpaling
"Apa yang mas atthar ucapkan akan khanza coba jalani, makasi ya mas" ucap khanza dan atthar hanya mengangguk
"Kata kata mas atthar ngena banget" ucap khalisa kagum
"Dan mas sendiri kenapa belum nikahin mbak aina? Pertanyaan khalisa belum dijawab loh tadi" sambung khalisa yang masih saja ingin tahu
Atthar menghela nafasnya, ketika ia ingin menjawab pertanyaan khalisa, ternyata mereka sudah tiba dipasar, kali ini atthar terselamatan dari pertanyaan khalisa yang tidak bisa ia jawab
"Alhamdulillah sudah sampai, yuk turun kita belanja, keburu siang ntar" ucap atthar yang menghindar untuk menjawab pertanyaan adiknya, atthar langsung turun dari mobil
Khanza tersenyum geli melihat tingkah atthar, baru kali ini mas atthar bersikap seperti itu
"Yaaah curang" ucap khalisa
Khanza dan khalisapun turun dari mobil dan mengikuti atthar, khanza membawa buku catatan belanja yang akan ia beli untuk memasak diacaranya nanti, atthar mengikuti khanza, ia berjalan dibelakang khanza dan khalisa berjalan dibelakang atthar
"G apa apa mas, khanza aja yang bawain ringan kok ini" ucap khanza menawarkan bantuan
"G usah, nanti kamu susah milihin belanjaan lainnya, sini mas dan khalisa aja yang bawain" ucap atthar
Khalisa tersenyum melihat masnya, dan ia ingin sekali menggoda atthar
"Mas..." khalisa memanggil masnya pelan, sehingga khanza tidak mendengarnya
"Mas suka ya sama mbak khanza?" tanya khalisa spontan
"Huuss ngaco kamu, udah ni, bantuin mas bawain sayurnya" atthar langsung saja memberikan sedikit kantong belanjaan kepada khalisa, pertanyaan khalisa selalu saja pertanyaan yang sulit untuk dijawab
Khalisa kembali terkikih melihat masnya yang menjadi salah tingkah
"Mbak khanza aja g boleh bawain, kok khalisa boleh sih, pilih kasih sama adik sendiri" khalisa terus saja menggoda mas atthar nya
__ADS_1
"Udah jangan berisik, bawain aja, cuma sedikit kok itu, ringan aja" ucap atthar yang masih saja berdebat dengan khalisa
Setelah menyelesaikan belanjaannya, atthar masih saja tidak mengizinkan khanza untuk membawa barang belanjaan mereka, khalisa hanya tersenyum melihat tingkah masnya, hingga sampaila mereka dimobil
"Sudah cukup? Apa masih ada yang kurang?" tanya atthar pada khanza
"Hanya buah pencuci mulut mas yang belum, tadi disana ada sih tapi harganya jauh lebih mahal, kata umi jika disana mahal kita kepasar didepannya lagi, g jauh kok" jelas khanza
"Baiklah kita kesana sekarang" ucap atthar
"Apa keburu mas? Kalau g keburu kita ganti aja pencuci mulut yang sesuai budget" tawat khanza
"Insya Allah cukup kok, belum jam 6 juga, acaranya dimulai pukul 08.00, diundur satu jam karena ada kendala" jelas atthar
"Syukurlah kalau begitu" ucap khanza
Atthar mulai melajukan mobilnya untuk mencari buah buahan sebagai pencuci mulut dan tak lama kemudian mereka telah sampai dipasar buah yang tidak jauh dari pasar basah
"Khalisa dimobil aja ya, jagain barangnya'' ucap khalisa
Atthar melihat adiknya dengan berkerut dahi
"Barangnya g perlu dijagain dek, mobilnya bisa mas kunci kok, ngomong aja kalau malas" ucap atthar dan khalisa tersenyum manis menunjukkan giginya, khanza pun turut tersenyum melihat kedua kakak beradik itu
Khanza dan atthar berjalan menuju pasar, atthar membiarkan khanza berjalan didepannya, atthar sangat perhatian kepada khanza
"Jalannya hati hati, ramai orang disini" ucap atthar yang berjalan dibelakang khanza dan khanza menoleh tersenyum
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...
__ADS_1
...Terimakasih readers...