Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
93


__ADS_3

Atthar membuka pintu rumahnya, ia masuk dengan mengucapkan salam begitu juga dengan yang lainnya, ia membawa segala peralatan masak dan mandi yang ia beli tadi


Umi abi dan khalisa melihat melihat rumah atthar, rumah yang terdiri dari dua kamar yang tidak begitu besar san juga tidak begitu kecil, cocok untuk mereka yang baru saja memulai biduk rumah tangga


Atthar berpamitan untuk mengambil koper yang berisi bajunya dan istrinya, sedangkan khanza mengikuti umi dan khalisa yang melihat serta memberesin rumahnya


"Umi ini sebenarnya rumah siapa sih umi?" tanya khalisa


"Rumah ini dulunya rumah untuk teman teman abi yang ingin menginap, dulukan sering abi kedatangan tamu dari luar nah ini tempat mereka nginap" jawab umi


"Iya nak, setelah mas mu baim menikah abi memberikan padanya dan mbak mu, tetapi mereka tidak lama tinggal disini, mereka diterima kerja dikota dan mereka pindah, rumah ini kembali menjadi rumah tamu dan sekarang sudah menjadi rumah mas mu lagi dan khanza" sambung abi


Khanza dan khalisa mengangguk, atthar mengucapkan salam, ia telah kembali dari mengambil koper yang berisi pakaiannya dan suami, umi dan khalisa juga sudah selesai membantu khanza dan sekarang mereka ingin berpamitan untuk pulang, umi dan abi membiarkan anak dan menantunya beristirahat, mereka pasti kelelahan pikir umi


"Ya sudah umi sama abi pamit dulu ya, kalian istirahatlah" ucap umi


"Khalisa ayuk kita pulang" ajak umi melihat khalisa yang betah dirumah masnya


"Baiklah umi, ayo atthar bantu abi" ucap atthar


"Dek mas nganterin abi dulu ya" pamit atthar dan khanza mengangguk tersenyum, ia menyalami umi dan abi serta mengucapkan terima kasih


"G usah nak, beristirahatla, abi bisa sendiri kok, lagian ada umi dan khalisa juga, rumah kitakan g jauh nak, sudah kamu istirahat saja" tolak abi lembut


"G apa apa abi, atthar g capek kok" atthar kekeh ingin membantu abi, ia takut abinya kenapa napa karena kelelahan karena rumah mereka walaupun tidak jauh namun cukup membuat lelah abi


Akhirnya atthar mengantarkan abi dan umi pulang, diperjalanan umi menanyakan bagaimana hubungannya dengan istrinya


"Alhamdulillah umi semuanya baik, khanza mencoba membuka hati umi, ia juga menghormati dan melayani atthar dengan baik umi" jawab atthar


"Alhamdulillah kalau begitu, kamu juga harus sabar, jadilah kepala keluarga yang sabar dan membimbing, dia butuh waktu nak kamu harus mengerti, kamu harus mengambil hatinya perlahan jangan memaksanya" sambung abi


"Iya abi, atthar akan sabar, doakan atthar abi umi" ucap atthar lagi


Setelah mengantar kedua orang tuanya atthar kembali kerumahnya, ia mengetuk pintunya dan khanza bergegas membukanya

__ADS_1


"Assalamualaikum istriku" ucap atthar sedikit genit dan khanza tersenyum


"Waalaikumussalam suamiku" jawab khanza yang tidak mau kalah, atthar tertawa ia senang khanza sudah tidak begitu kaku dengannya


"Lagi ngapain dek?" tanya atthar sambil memasuki rumahnya


"Lagi beresin baju aja mas narokin dilemari" khanza menjawabnya sambil berjalan menuju kekamarnya


Atthar mendekati istrinya, ketika khanza hendak duduk ditempat tidur, atthar menahannya, ia menghadapkan wajahnya dihadapan istrinya


"Jika dirumah, hijabnya dibuka saja" atthar membuka hijab istrinya perlahan


"Hanya mas yang boleh melihat kecantikan istri mas yang sesungguhnya" sambung atthar, ia mengurai rambut panjang istrinya sambil tersenyum, khanza terlihat cantik


Khanza tertunduk malu, ia tersenyum, hatinya tersentuh dengan perlakuan atthar yang lembut dan perhatian, atthar memegang dagu istrinya dan menegakkan kepala istrinya, mereka saling menatap, lama mereka saling menatap, kedua terdiam dengan pikiran masing masing


"Ada yang perlu mas bantu?" ucap atthar masih dengan menatap istrinya, khanza beralih pandangan, ia tersadar, ia akui ia terpesona dengan manusia paket lengkap dihadapannya


Atthar tersenyum meliat istrinya yang salah tingkah, ia kembali mengulangi pertanyannya.


"Dek...mas bisa bantu apa?" tanya atthar


"Mas bantuin lipat ya, adek yang masukin ke lemari biar rapi, ok?" ucap atthar


"Suami istri tu harus bekerja sama dan saling membantu dek, kamu mas nikahi untuk menyempurnakan ibadah mas, tujuan kita sama, syurganya Allah, jadi kamu itu pendamping mas bukan pembantu mas, jangan sungkan meminta bantuan, ok cantik" jelas atthar


Khanza tersenyum mengangguk


"Baiklah sekarang mas yang melipat bajunya dan khanza yang memasukannya dilemari" ucap khanza dan atthar mengangguk


"Memangnya mas bisa melipatnya dengan rapi?" tanya khanza kemudian


"Kamu remehin mas ya, mas jadi anak kostan lama loh dek, InsyaAllah uda ngerti semua pekerjaan dapur" ucap atthar sambil melipat pakaian


"Nih, rapi g lipatan mas?" tanya atthar, khanza melihatnya dengan seksama lalu ia tersenyum

__ADS_1


"MasyaAllah rapi banget ini, mas bisa masak juga?" tanya khanza lagi


"Bisa donk dek, kenapa? G percaya ya? Mau nyobain masakan mas?" atthar merasa tertantang dengan pertanyaan istrinya, dan istrinyan terkekeh


"Ngeledek ya, sore ini mas yang masakin, adek duduk tenang aja dimeja makan" ucap atthar


Khanza kembali terkekeh, sebenarnya ia memang tidak begitu yakin jika suaminya bisa memasak


"Baiklah, khanza akan menunggunya, penasaran deh sama masakan pak suami ini" khanza terkekeh


Atthar ikut terkekeh mendengar ledekan istrinya, mereka bekerja sama membereskan pakaian, mereka juga berbincang dan tak jarang saling menggoda


Sore harinya seperti yang dijanjikan atthar, ia akan memasak masakan istimewa untuk istrinya tercinta, khanza melihat atthar sebagai orang yang berbeda setelah menikah, ia lebih banyak bicara, suka menggoda dan hangat, berbeda dengan dirinya yang dulu yang ia kenal sebelum menikah, yang lebih banyak diam dan menjaga jarak


Khanza mengikuti suaminya menuju dapur, setau khanza ia belum pergi berbelanja, lalu apa yang akan dimasak oleh suaminya pikir khanza, ia membuka lemari es yang ada didapur


"MasyaAllah mas, kapan mas berbelanja?" tanya khanza


"Mas subuh subuh sudah belanja dek, hehehee" atthar terus saja menggoda istrinya


Khanza memicingkan matanya, tidak puas dengan jawaban suaminya, karena ia tahu suami berbohong


"Becanda dek, mas nitip sama ustas arif, kebetulan subuh tadi ia pergi belanja jadi sekalian nitip" atthar tersenyum melihat tatapan istrinya


"Baiklah istri solehah silahkan duduk saja disini dan perhatikan suamimu ini memasak ok" atthar menggiring istrinya duduk dimeja makan dan kemudian ia pun langsung berkutat denga bahan yang akan ia masak


Khanza tersenyum senang melihat suaminya, setiap kali ia ingin melihat suaminya memasak, atthar selalu tidak mengizinkannya, ia kembali menggiring istrinya agar kembali duduk dimeja makan, khanza semakin terkekeh, rasanya ia sangat bahagia, atthar berhasil dengan cepat masuk perlahan kedalam hatinya sebagai pengobat luka


.


.


.


...Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...


...Terimakasih readers 🥰🙏...


__ADS_2