
Selang 2 bulan kemudian dimana khanza telah menerima segala ketentuan Tuhan dalam mengatur hidupnya, atthar kembali merasakan istrinya berbeda, khanza mudah sekali menangis hanya karena hal hal sepele, seperti hari ini
Melihat suaminya yang akan pergi bekerja khanza berinisiatif mengambilkan baju untuk suaminya seperti biasa, ia mengambil baju seragam pesantren berwarna biru muda dan ia meletakkannya diatas tempat tidur
Setelah selesai menyiapkan baju untuk suaminya khanza pergi kedapur untuk menyiapkan sarapan suaminya, ia menyiapkannya dengan peluh keikhlasan
Atthar keluar dari kamar mandi dan melihat baju yang telah disediakan oleh istrinya diatas tempat tidur, atthar tersenyum, atthar kembali meletakkan baju biru muda yang disiapkan oleh istrinya kedalam lemari dan ia mengambil baju berwarna maroon
Atthar keluar dari kamar setelah ia bersiap dengan rapi, khanza yang tadinya tersenyum langsung cemberut melihat suaminya tidak memakai baju pilihannya
"Kenapa bajunya diganti mas?" Tanya khanza lirih
"Loh hari ini kan hari kamis sayang warnanya maroon bukan biru muda" jawab atthar santai dan ia pun berlalu kedapur mengambil sesuatu
Mendengar jawaban suaminya entah kenapa air mata khanza berlinang, ia berdiri terpaku dipinggir meja makan, atthar yang tidak tahu apa apa kembali kemeja makan dan langsung duduk untuk sarapan
"Ayo sayang kita sarapan, ntar mas telat" ucap atthar
Air mata khanza semakin deras mengalir dan atthar baru saja mengetahuinya karena ia melihat istrinya tidak merespon ucapannya
"Astagfirullah sayang kamu kenapa?" Atthar langsung berdiri disamping istrinya dan merangkul khanza
"Mas salah apa lagi sayang?" Tanya atthar yang bingung
"Kenapa sekarang kamu sering nangis sih dek?" Lanjut atthar, khanza semakin menangis dan attharpun memeluknya
Atthar memeluk istrinya dan membawanya kesofa yang ada diruang tamu
"Kenapa menangis sayang? Uda lama loh adek g seperti ini, mas salah apa?" ucap atthar
"Khanza.. hiks.. hiks kesal liat mas g make baju yang khanza pilihin hiks..hiks" ucap khanza terbata menangis
"Ya Allah sayang.. hanya itu? Sampai nangis begini?" Tanya atthar lembut sambil mengusap kepala istrinya dan istrinya mengangguk sambil tersedu
__ADS_1
"Maaf sayang..apa mas harus memakai seragam biru muda juga agar istri mas yang cantik ini g nangis lagi?" Atthar menggoda istrinya, istrinya hanya menggeleng pelan
"Kenapa sensitif sekali akhir akhir ini hem? Sudah lama sekali mas g ngeliat kamu seperti ini" tanya atthar sambil memeluk manja istrinya
Khanza tersadar dan menghentikan tangisnya, ia berpikir sejenak, benar apa yang dikatakan suaminya, akhir akhir ini memang perasaannya sangat sensitif sekali dan sangat mudah merasa sedih
"Iya mas, khanza juga merasa seperti itu, akhir akhir ini khanza sangat mudah sekali marah apa lagi nangis, kenapa ya mas? Padahal khanza g mikirin lagi loh mas soal yang kemaren, khanza sudah ikhlas dengan ketentuan Allah dan rejeki-Nya" ucap khanza meyakinkan suaminya
"Iya sayang mas percaya kok, tapi kenapa ya dek hmmmm apa lagi mau dapet?" Tanya suaminya lagi
"Iya kali ya mas, soalnya khanza uda terhitung telat ini 2 minggu" ucap khanza santai, ia merangkul suaminya dan tidak sengaja melihat jam dinding yang menunjukkan sudah hampir pukul 08.00 wib
"Mas ayo sarapan uda mau masuk kerja loh, maafin khanza ya mas lagi lagi cengeng, g tau nih kenapa" khanza meminta maaf dengan manja dan atthar memeluknya erat
Merekapun melanjutkan sarapan mereka yang sempat tertunda karena tangisan khanza, setelah sarapan selesai khanza mengantar suaminya hingga didepan pintu sebelum suaminya benar benar pergi bekerja
Khanza sudah tidak lagi bekerja, ia benar benar mengabdi pada suaminya dengan hanya melayani suaminya saja dirumah, ia ikhlas dan sangat senang dengan profesinya menjadi ibu rumah tangga, menurutnya profesi paling mulia dan banyak pahala yaitu menjadi ibu rumah tangga
Menjelang siang khanza kembali berjibaku didapur memasak makan siang untuk suaminya yang sebentar lagi akan pulang
Setelah selesai ia merasa sangat lelah dan ingin segera berbaring dikamarnya, ia merasa tubuhnya berbeda, ia berkeringat dingin dan berkunang kunang, rasanya ia ingin pingsan tapi untung saja ia sampai terlebih dahulu ditempat tidurnya, iapun terbaring lemah
Tak lama kemudian atthar pulang dan memasuki rumahnya, siang ini ia tidak mendapat sambutan dari istrinya, atthar melihat dan memanggil istrinya namun ia tidak mendapatkan jawaban, menyusuri ruang makan dan ruang dapur ia juga tidak menemukan istrinya, yang ia temukan hanyalah peralatan masak istrinya yang belum dicuci
"Kemana khanza tidak biasanya dia begini, apa dia masih marah ya" atthar berucap dalam hati, ia heran dengan sikap istrinya hari ini sejak dari pagi tadi
Melihat semua peralatan masak yang masih kotor atthar menyempatkan dirinya untuk membersihkan semua peralatan yang masih kotor tersebut, tak hanya itu ia juga membersihkan ruang dapur, menyapu dan mengepelnya
Setelah selesai semuanya ia melanjutkn pencarian istrinya, ia menuju kekamarnya dan benar saja ia melihat istrinya yang sedang tidur ia tersenyum dan menyapa istrinya
"Assalamualaikum sayang" atthar masuk kekamar dan mendekati istrinya
Ia mengusap kepala istrinya yang berkeringat, melihat khanza yang sepertinya tidak baik baik saja attharpun segera membangunkan khanza
__ADS_1
"Sayang..... sayang bangun, kamu g apa apa? Kenapa pucat sekali?" Ucap atthar ia berusaha membangunkan istrinya namun khanza melenguh
"Deeek... bangun dulu.. kamu kenapa?" Ucap atthar lagi
"Eenggghh... mas...mas sudah makan? khanza lelah sekali" ucap khanza lemah
"Bangun dulu sayang, bicara sama mas" ucap atthar khawatir,
Akhirnya khanza terbangun, ia bersandar dibahu suaminya dengan wajah yang pucat
"Kamu kenapa sayang? Cerita sama mas" atthar sangat mengkhawatirkan istrinya
"G tau mas, khanza lelah sekali sehabis masak, mau kekamar aja tadi seperti mau pingsan, g tau nih kenapa" ucap khanza
"Kita kedokter ya dek, kamu pucat sekali, mas bantu siap siap ya" ucap atthar dan khanza hanya mengangguk, ia memang meraa sangat lelah dan lemas
Atthar mengambil baju istrinya yang dikiranya pantas untuk keluar rumah, tidak lupa ia mengambil hijab untuk istrinya serta menghubungi sang ibu, ia mengatakan kepada ibunya jika ia akan kerumah sakit membawa istrinya, sepertinya khanza sedang tidak baik baik saja
Atthar pun membawa khanza kerumah sakit dengan ditemani oleh khalisa adik atthar, ibu meminta khalisa menemani mas dan kakak iparnya
Setelah sampai kerumah sakit atthar menggendong istrinya menuju IGD, ia mengeluhkan segala keluhan istrinya kepada dokter yang menangani khanza, karena khanza sangat lemah khanza segera diinfus oleh dokter agar khanza kembali bertenaga
.
.
.
...Bersambung...
...InsyaAllah akan up setiap hari lagi ya...
...Alhamdulillah sekarang sudah g renpong lagi ...
__ADS_1